sign up SIGN UP search


menyusui

11 Obat Meriang yang Aman dan Tidak untuk Ibu Menyusui

Nanie Wardhani   |   Haibunda Kamis, 30 Dec 2021 11:19 WIB
Two people, mother with protective mask breastfeeding her baby son at home, they are at home do to pandemic outbreak quarantine. caption

Flu dan meriang yang disertai dengan batuk dan pilek biasanya dapat mengganggu hampir semua kegiatan yang Bunda lakukan sehari-hari. Jadi tidak heran jika pada gejala awal, Bunda akan langsung pergi ke apotek atau minum obat flu.

Namun, hal semacam ini mungkin tidak direkomendasikan saat Bunda sedang menyusui dan memiliki Si Kecil yang nutrisinya bergantung pada Bunda. Jika Bunda seorang ibu menyusui, Bunda perlu memikirkan tindakan pencegahan sebelum Bunda mengonsumsi obat untuk meredakan meriang.

Meskipun ini tidak berarti bahwa Bunda tidak dapat minum obat sama sekali, tapi tentunya akan lebih baik untuk mengetahui apa yang aman dan apa yang tidak, sebelum meminumnya.


Obat flu dan meriang yang aman untuk Ibu Menyusui

Berikut adalah daftar obat meriang yang aman dan terbaik untuk ibu menyusui, seperti dilansir dari Parenting First Cry.

1. Parasetamol atau Acetaminophen

Obat-obatan dengan senyawa aktif asetaminofen dapat diminum saat Bunda meriang saat menyusui. Meski acetaminophen akan diteruskan ke bayi melalui ASI Bunda, tapi jumlahnya kecil dan tidak akan membahayakan Si Kecil.

2. Ibuprofen

Ibuprofen dianggap aman untuk bayi dan hanya diteruskan ke bayi dalam jumlah mikro, yang tidak membahayakan. Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID yang dapat meredakan meriang, demam, nyeri, dan peradangan. Ini juga dapat digunakan untuk flu, sakit kepala, atau pilek yang disebabkan oleh infeksi sinus. Meski demikian ada baiknya Bunda berkonsultasi lebih dahulu karena obat ini tidak dianjurkan untuk wanita dengan asma dan sakit maag.

3. Dekstrometorfan

Kandungan obat ini aman untuk ibu menyusui dan umumnya diminum untuk mengatasi pilek dan batuk. Namun, wanita dengan kondisi seperti asma, bronkitis, diabetes, dan penyakit hati sebaiknya tidak minum obat ini karena dapat memperburuk kondisinya.

Two people, mother with protective mask breastfeeding her baby son at home, they are at home do to pandemic outbreak quarantine.Ilustrasi obat meriang untuk ibu menyusui/ Foto: Getty Images/iStockphoto/South_agency

4. Bromhexine dan Guaifenesin

Ini adalah obat resep dan dapat menyembuhkan batuk berdahak dengan melonggarkan lendir di dada melalui refleks batuk. Ini aman untuk ibu dan anak.

5. Amoksisilin

Ini adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati pilek dan infeksi sinus. Meskipun, ada beberapa kasus efek samping yang terisolasi pada bayi, namun efek samping itu sembuh dengan sendirinya dan karenanya obat tersebut dianggap aman untuk ibu menyusui.

6. Seng Glukonat

Obat pereda flu dan meriang ini merupakan obat yang dijual bebas, namun sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter sebelum meminumnya. Obat ini berupa gel, yang diberikan melalui hidung. Aplikasi topikal lokal ketika dibatasi hingga 12 mg sehari membuatnya aman untuk ibu dan bayi.

7. Klorfeniramin dan Hidroksizin

Ini adalah obat antihistamin dan digunakan untuk mengobati hidung tersumbat, atau pilek akibat alergi. Bunda bahkan mungkin akan diresepkan ini selama demam dan meriang. Ini dianggap aman untuk ibu menyusui dan bayi karena hanya sejumlah kecil yang diteruskan melalui ASI. Sementara walau ada kasus kecil insiden terisolasi kolik, kantuk, iritabilitas yang diperhatikan muncul pada bayi, namun efek samping ini dapat sembuh sendiri tanpa intervensi medis.

Obat flu dan meriang yang tidak aman untuk Ibu menyusui

Berikut ini adalah obat flu dan meriang yang harus Bunda hindari saat menyusui.

1. Aspirin

Aspirin dapat menyebabkan asidosis pada bayi yang menurunkan kemampuan ginjal untuk mempertahankan tingkat pH dalam darah dan membuatnya lebih asam. Bahkan bisa menyebabkan sindrom Reye pada bayi yang bisa membuat darah mereka menipis dan menyebabkan hati dan otak membengkak.

2. Kodein dan Dihidrokodein

Ini adalah analgesik, yang diubah menjadi morfin di hati setelah dikonsumsi. Mereka memengaruhi sistem saraf pusat dan juga menyebabkan diare, kantuk, dan kelemahan pada bayi karena terurai perlahan di hati bayi yang masih berkembang.

3. Pseudoephedrine

Digunakan sebagai dekongestan untuk membersihkan akumulasi lendir di sinus dan saluran hidung, obat ini dapat menurunkan produksi prolaktin pada bunda. Hal ini dapat mengurangi suplai ASI sekitar 24 persen dan menyebabkan bayi kurang makan.

4. Fenilefrin

Juga dekongestan, obat ini diketahui memiliki efek yang sama seperti pseudoefedrin. Hal ini juga diyakini menyebabkan kantuk pada bayi.

Tindakan pencegahan sebelum memutuskan minum obat meriang saat menyusui

Sebelum mengambil segala bentuk obat untuk meriang yang Bunda rasakan, ini adalah tindakan pencegahan yang perlu Bunda ingat.

  1. Hindari obat-obatan dengan kandungan alkohol tinggi.
  2. Minum obat dengan bahan tunggal untuk membatasi paparan bayi terhadap obat bebas.
  3. Minum obat setelah Bunda menyusui dan hindari menyusui selama dua atau tiga jam setelah minum obat untuk menghindari paparan pada bayi.
  4. Hindari mengonsumsi obat dosis ekstra kuat karena akan bertahan di sistem dan suplai susu Bunda lebih lama.
  5. Jika Bunda mengonsumsi pelega tenggorokan, pastikan Bunda membaca komposisinya. Hindari apa pun dengan povidone-iodine karena meningkatkan tingkat yodium dalam ASI yang dapat meningkatkan risiko hipotiroidisme sementara pada bayi.

Demikian berbagai hal penting dan yang perlu Bunda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk minum obat meriang untuk Ibu menyusui. Semoga bermanfaat ya Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!