MENYUSUI
Kisah Anita Jalani Operasi Kanker Payudara Minim Sayatan Berkat Robot Medis
Melly Febrida | HaiBunda
Sabtu, 16 Aug 2025 08:00 WIBAnita Sinha, seorang perempuan berusia 60 tahun, menjalani operasi kanker payudara dengan bantuan robot medis, robotic nipple-sparing mastectomy (RNSM) di Apollomedics Hospital di Lucknow. Sinha tak memilih cara konvensional dalam operasi kanker payudaranya, ia lebih memilih mastektomi robotik yang mempertahankan puting.
Seperti diketahui, kanker payudara merupakan kanker paling umum di dunia, dengan insiden tahunan hampir 200.000 di India. India menempati peringkat tertinggi dalam jumlah kematian akibat kanker payudara (98.337) pada perempuan pada tahun 2022.
Dari latar belakang inilah, terdapat fokus global terhadap diagnostik kanker dan kemajuan teknologi untuk membantu pasien dengan deteksi dini dan intervensi medis serta bedah yang lebih aman.
Dr. Satish K. Anandan, Konsultan Onkologi Bedah, yang memimpin operasi kanker payudara robotik pada Sinha yang menderita kanker di kedua payudaranya.
"Dalam operasi tradisional, payudara, puting, dan kulit diangkat seluruhnya, sehingga menyebabkan trauma emosional yang signifikan," kata Anandan dilansir dari TimesofIndia.
Apa itu operasi kanker payudara dengan robot medis?
Operasi kanker payudara dengan bantuan robot medis seperti Robotic Nipple-Sparing Mastectomy (RNSM) adalah operasi yang menggunakan teknik minimal invasif. Melansir laman Apollo Hospital, operasi ini memungkinkan pengangkatan jaringan payudara sambil menjaga puting dan areola utuh. Teknik ini meningkatkan hasil kosmetik serta mengurangi risiko nekrosis puting jika dibanding metode tradisional.
Sistem bedah robotik menggunakan lengan mekanik canggih dengan kontrol presisi dari dokter melalui konsol komputer. Kamera 3D berdefinisi tinggi memperbesar area kerja sehingga meningkatkan akurasi tindakan bedah.
Operasi kanker payudara dengan robot medis ini berlangsung selama 6 jam. Pendekatan bedah mempertahankan puting dan kulit luar payudara menggunakan sayatan kecil di bawah ketiak. Proses pemulihannya juga cepat. Anita boleh pulang dalam 3 hari tanpa perlu perawatan di ruang ICU.
Menurut Anandan, pada operasi robotik canggih tersebut, tim dokter hanya membuat beberapa sayatan kecil di dekat ketiak dengan menggunakan lengan robotik. Kemudian, dokter mengangkat jaringan kanker dari dalam, sehingga kulit, puting, dan areola tetap utuh. Ia menyebut prosedur ini sebagai contoh sempurna dari penyembuhan dengan kosmetik.
"Metode ini memastikan pengangkatan kanker secara menyeluruh sambil mempertahankan bentuk alami tubuh dan kepercayaan diri pasien. Kami mengangkat semua jaringan internal dari payudara kiri sambil menjaga kulit luar tetap utuh. Kemudian, menggunakan teknik onkoplastik, kami mengembalikan bentuk alami payudara dengan memutar jaringan dari dinding dada depan," jelas Anandan.
Pertimbangan dan risiko
Operasi bedah menggunakan robot medis memang menawarkan banyak manfaat. Namun, dari berbagai sumber disebutkan operasi ini juga perlu memperhatikan beberapa hal seperti:
- Biaya yang tinggi: teknologi canggih biasanya menghabiskan biaya yang lebih mahal dibanding dengan operasi konvensional.
- Terbatas ketersediaannya: Tidak semua rumah sakit memiliki robot medis seperti RNSM, seperti di Indonesia. Selain itu, penggunakan teknologi canggih seperti robot medis juga membutuhkan fasilitas serta dokter terlatih untuk pengoperasiannya.
- Kendala teknis: Penggunaan robot medis terbilang relatif aman. Namun, operasi robotik juga berpotensi mengalami malfungsi perangkat, meski jumlah kejadian serius relatif kecil.
Canggihnya operasi kanker dengan robot medis
Operasi robotik dapat dilakukan pada semua jenis kanker. Tak hanya kanker payudara, robot medis juga dapat membantu operasi kanker lainnya. Murli Kumar menjalani operasi kanker kanker lapisan dalam pipi (mukosa bukal) dengan bantuan robot medis.
"Kami menawarkan Pendekatan Infraklavikula Robotik untuk Diseksi Leher Minimal Invasif (teknik RIA-MIND), yang membantu pasien mengatasi penyakit ini dengan akurasi bedah yang luar biasa," kata Dr. Abhimanyu Kadapathri, yang melakukan prosedur ini.
Kadapathri menambahkan bahwa diseksi leher tradisional membutuhkan sayatan besar di leher, yang meninggalkan bekas luka yang terlihat dan mengakibatkan pemulihan yang lama. Ini sangat berbeda jika menggunakan robot medis.
"Dengan pendekatan RIA-MIND, kami memasukkan instrumen robotik melalui sayatan kecil di bawah tulang selangka dan mengangkat kelenjar getah bening tanpa membuat sayatan di wajah atau leher. Operasi berlangsung selama empat jam, tetapi pasien dapat pulang dalam waktu empat hari," ujarnya.
Operasi dengan teknik robotik ini memang memiliki banyak keunggulan. Seperti dalam operasi kanker kolorektal ketimbang jika menggunakan metode laparoskopi.
"Dalam laparoskopi, ahli bedah langsung beroperasi dengan instrumen dan kamera. Dalam bedah robotik, ahli bedah mengoperasikan lengan robotik melalui konsol, memungkinkan operasi yang lebih presisi, terutama di area kompleks seperti daerah panggul. Kedua teknik ini menghasilkan kehilangan darah minimal, rasa sakit berkurang, dan pemulihan lebih cepat. Pasien juga menjalani rawat inap yang lebih singkat dibandingkan dengan metode tradisional," ujar Ahli bedah kanker Dr. Harshit Srivastava.
CEO Dr. Mayank Somani mengatakan prosedur bedah menggunakan robot medis merupakan perpaduan teknologi dan kasih sayang.
"Tujuan perawatan saat ini sangat menekankan peningkatan kualitas hidup pasien pascaoperasi, yang dapat dicapai melalui prosedur ini."
Ia menambahkan pihaknya juga sedang memperluas cakupan operasi robotik untuk semua jenis kanker, termasuk kanker kolorektal, gastrointestinal, ginekologi, dan urologi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Penyebab Produksi ASI Berlebih & Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
TERPOPULER
Potret Romantis Debi Sagita & Marco Ivanos Umumkan Jenis Kelamin Anak Pertama
150 Nama Bayi Terinspirasi Laut dan Samudra dan Artinya untuk Laki-laki & Perempuan
ASI Serena Williams Dijuluki 'Super Soldier', Sang Atlet Putuskan Mendonasikannya
Ratib Al Haddad: Bacaan Arab, Latin, Arti & Waktu yang Dianjurkan untuk Membacanya
5 Cara Mengatasi Anak yang Pemalu agar Merasa Nyaman saat Pertama Sekolah
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Dandang Ukuran Besar Stainless Steel yang Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curling Iron Terbaik, Cocok untuk Styling Rambut Sehari-hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Rumah Ustaz Riza Muhammad yang Bernuansa Warna Emas, Ada Musala
Ratib Al Haddad: Bacaan Arab, Latin, Arti & Waktu yang Dianjurkan untuk Membacanya
Potret Romantis Debi Sagita & Marco Ivanos Umumkan Jenis Kelamin Anak Pertama
150 Nama Bayi Terinspirasi Laut dan Samudra dan Artinya untuk Laki-laki & Perempuan
Curi Perhatian, 5 Potret Azka Adziman Mahasiswa Oxford Jadi Peserta Clash of Champions Season 3
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Senang Nyanyikan OST 'Moana', Amora Lemos Merasa Sangat Gugup
-
Beautynesia
3 Pola Makan Erling Haaland yang Bikin Lincah di Lapangan
-
Female Daily
Viral saat Piala Dunia 2026, Ini Cerita di Balik Ikat Rambut Erling Haaland!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Viral Sedot Lemak Sendiri Rp 1,7 Juta, Dokter Peringatkan Bahayanya
-
Mommies Daily
17 Kalimat Ikonik yang Pernah Viral dari Era 90-an sampai 2026, “Udah Siap Belom?”