MENYUSUI
Ternyata Obesitas Bisa Memicu Kanker Payudara, Simak Penjelasannya
Melly Febrida | HaiBunda
Senin, 17 Nov 2025 08:39 WIBObesitas selalu dikaitkan pemicu berbagai masalah kesehatan, salah satunya kanker payudara. Saat seseorang kelebihan lemak di tubuhnya maka risiko orang terkena kanker payudara meningkat. Simak penjelasannya, yuk!
Zaman sekarang, obesitas dan kanker menjadi tantangan di dunia kesehatan. Namun, hubungan keduanya masih belum dipahami sepenuhnya. Sebuah penelitian berusaha mengungkap hubungan keduanya.
Menurut Atlas 2025 dari Federasi Obesitas Dunia, jumlah orang dewasa global yang hidup dengan obesitas diproyeksikan mencapai 1,13 miliar pada tahun 2030. Dengan adanya hubungan epidemiologis antara obesitas dan kanker payudara, tim peneliti berusaha mengungkap mekanisme molekuler yang mendasari hubungan ini.
Apa hubungan obesitas dan kanker payudara?
Obesitas umumnya didefinisikan sebagai akumulasi lemak yang berlebihan. Obesitas biasanya diukur lewat indeks massa tubuh (IMT atau BMI) ≥ 30 kg/m². Kondisi ini dapat berdampak biologis yang kompleks dan bisa meningkatkan risiko kanker payudara melalui berbagai mekanisme.
Melansir VeryWellHealth, ketika seseorang memiliki jaringan lemak yang berlebih maka akan terjadi kelebihan kelompok protein tertentu yang disebut adipokin. Adipokin dapat memicu peradangan pada jaringan lemak dan terkadang di seluruh tubuh.
Peradangan tersebut dapat menyebabkan sel bermutasi dan tumbuh dengan cepat, terkadang menyebabkan kanker berkembang atau tumbuh lebih cepat.
Obesitas juga memicu peradangan yang menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak insulin. Selain berkontribusi terhadap obesitas, kadar insulin yang terlalu tinggi dapat mendorong sel untuk tumbuh lebih cepat dan mencegahnya dari proses kematian dan regenerasi normal.
Hal ini memberikan lebih banyak peluang terjadinya mutasi yang dapat menyebabkan kanker.
"Resistensi insulin dan gula darah tinggi menciptakan "resep bagi sel untuk tumbuh," kata Stephen Freedland, MD, seorang profesor urologi dan direktur Pusat Penelitian Terpadu Kanker dan Gaya Hidup di Cedars-Sinai Medical Center.
Insulin tinggi dikaitkan dengan kanker payudara, prostat, dan kolorektal, beberapa jenis kanker yang semakin umum terjadi pada dewasa muda.
Jaringan lemak juga dapat menghasilkan hormon estrogen dalam jumlah berlebih, terutama pada perempuan. Kadar estrogen yang tinggi dikaitkan dengan kanker payudara, endometrium, dan ovarium.
Menurut Basen-Engquist, tidak semua kanker berperilaku sama. Bagaimana obesitas memengaruhi pertumbuhan kanker tertentu akan bergantung pada jenis dan lokasi keganasan.
"Hal-hal seperti peradangan dan lingkungan tempat tumor berada dapat memengaruhi seberapa cepat pertumbuhan tumor didorong," kata Basen-Engquist.
Temuan hubungan obesitas dan kanker payudara serta target terapi baru
Ines Barone, PhD, peneliti utama studi di Universitas Calabria, Italia, menuliskan penelitian yang menyoroti rantai peristiwa molekuler pada kanker payudara reseptor estrogen positif, yang mengungkap bagaimana leptin, hormon yang diproduksi sel lemak, memberi sinyal kepada sel kanker untuk tumbuh. Hal ini menyebabkan peningkatan aktivitas enzim stearoil-CoA desaturase (SCD), yang memicu pertumbuhan dan motilitas sel kanker.
Temuan dari sebuah studi dalam The American Journal of Pathology, yang diterbitkan Elsevier, memberikan wawasan tentang hubungan obesitas dan kanker payudara, serta mengidentifikasi target terapi baru yang potensial untuk melawan perkembangan kanker payudara yang dipicu obesitas.
Para peneliti menemukan bahwa pemblokiran aktivitas SCD menghilangkan sifat-sifat onkogenik yang diinduksi leptin, seperti peningkatan pertumbuhan sel, motilitas, respirasi mitokondria, dan produksi molekul adenosin trifosfat (ATP).
Temuan ini memberikan penjelasan tentang bagaimana obesitas dapat memicu perkembangan kanker payudara yang responsif terhadap hormon.
"Kami terpesona melihat bahwa pemblokiran SCD secara selektif dapat hampir sepenuhnya menangkal efek pro-tumorigenik yang didorong oleh leptin, yang menunjukkan kerentanan yang mencolok dalam jalur ini," kata Dr. Barone menyimpulkan.
Temuan kami menjanjikan pasien kanker payudara reseptor estrogen positif, subtipe kanker payudara yang paling umum, karena menargetkan SCD dapat membatasi perkembangan penyakit pada pasien kanker payudara obesitas.
Tips pencegahan obesitas & kanker payudara
Obesitas dapat memicu kanker payudara. Namun, bukan berarti setiap orang yang obesitas pasti terkena kanker payudara. Obesitas hanya menjadi salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi.
Jika perempuan memiliki IMT yang tinggi atau kelebihan lemak tubuh, sebaiknya sadar bahwa risiko kanker payudara meningkat. Untuk itu tips ini dapat Bunda lakukan untuk langkah pencegahan:
- Cek berat badan serta hitung IMT secara berkala. Jika IMT ≥ 30 (atau sesuai standar WHO untuk populasi Asia), cobalah mempertimbangkan untuk konsultasi ke ahlinya. Seperti ahli nutrisi atau dokter.
- Rutin aktivitas fisik. Usahakan rutin aktivitas fisik moderate minimal 150 menit per minggu atau 75 menit aktivitas berat. Selain itu juga latihan kekuatan otot.
- Memilih pola makan yang rendah lemak jenuh, tinggi serat, sayur buah. Hindari juga makanan ultra-processed dan minuman manis berlebihan.
- Hindari berat badan naik berlebih pada masa dewasa. Penelitian menunjukkan berat bertambah secara signifikan di usia dewasa dapat meningkatkan risiko.
- Rutin memeriksakan kesehatan, seperti mammografi, kunjungan ke dokter, diskusi risiko personal (termasuk faktor genetik, gaya hidup, obesitas) dengan tenaga medis.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Selain dari Warna Areola, Ini 7 Ciri Payudara yang Normal dan Sehat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Benarkah ASI Picu Obesitas pada Bayi? Simak Faktanya Bun
Bisakah Bayi ASI Alami Obesitas? Ini Jawaban Dokter Anak
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Ketahui 3 Risiko bila Bunda Alami Obesitas saat Menyusui Si Kecil
TERPOPULER
Nuri Maulida Ikut Wushu, Intip Potretnya Debut Tanding Langsung Lawan Krisdayanti
7 Potret Tasyi Athasyia & Suami Rayakan Anniversary di 'Kota Es' Suhu -25 Derajat Celsius
Belanja Produk Kebutuhan Rumah Tangga Promo di Transmart Full Day Sale
Deretan Pasangan Artis Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' Ranggaz di Maroko, Vidi-Sheila hingga Alyssa-Al Ghazali
Momen Ultah ke-6 Yosafat Anak Ahok & Puput Nastiti, Intip Potret Perayaan Sederhananya
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Nuri Maulida Ikut Wushu, Intip Potretnya Debut Tanding Langsung Lawan Krisdayanti
Ramai Sepekan: Hak Asuh Anak Ridwan Kamil jadi Sorotan, hingga Ibrahim Risyad disebut 'Pelit'
Belanja Produk Kebutuhan Rumah Tangga Promo di Transmart Full Day Sale
7 Potret Tasyi Athasyia & Suami Rayakan Anniversary di 'Kota Es' Suhu -25 Derajat Celsius
Deretan Pasangan Artis Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' Ranggaz di Maroko, Vidi-Sheila hingga Alyssa-Al Ghazali
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
4 Makanan Tak Halal yang Dimakan Nagita Slavina, Terbaru Ramen di Korea
-
Beautynesia
Seberapa Sering Harus Keramas? Ini Anjurannya
-
Female Daily
Sedang Hamil Anak Pertamanya, Ternyata Amanda Manopo Ngidam Buah Ini!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Cantik Putri Denmark yang Viral Dijodohkan dengan Putra Donald Trump
-
Mommies Daily
7 Alasan Peran Ayah Penting sejak Anak Masih di Kandungan, Para Ayah Harus Terapkan!