MENYUSUI
Beberapa Aturan Menyusui yang Sudah Ketinggalan Zaman, Ini Panduan Terbarunya
Melly Febrida | HaiBunda
Kamis, 08 Jan 2026 08:50 WIBBunda yang baru saja melahirkan mungkin mengetikkan kata 'menyusui' di mesin pencarian. Namun, banyak materi yang akhirnya membuat bingung. Untuk itu, Bunda perlu memahami beberapa aturan menyusui yang sudah ketinggalan zaman. Ini panduan terbarunya.
Bunda mungkin menemukan sebuah situs yang menjelaskan bahwa ibu harus menyusui anaknya sesuai keinginan anak. Tapi laman lain menyarankan jawal yang ketat. Belum lagi penjelasan influencer di media sosial yang membuat Bunda semakin bingung. Saran mana yang benar-benar penting?
Mengapa aturan menyusui itu ada?
Sharon Berger, seorang perawat terdaftar dan konsultan laktasi bersertifikasi internasional, menjelaskan bahwa sebagian besar aturan menyusui yang beredar itu jarang sesuai pengalaman setiap orang. Ini karena pengalaman setiap orang tua berbeda.
"Apa yang berhasil untuk sebagian orang mungkin tidak berhasil untuk orang lain," kata Berger dilansir dari TodayParents.
Untuk membantu Bunda mengatasi kebingungan, para ahli laktasi terkemuka memberikan kiat terbaiknya. Di bawah ini, Bunda akan menemukan saran mana yang sudah usang, apa yang benar-benar penting, ditambah cara menyimpan ASI, kapan Bunda dapat memperkenalkan dot, dan kapan harus mencari bantuan ahli.
Namun, siapa yang membuat aturan dan pedoman menyusui itu? Menurut Amber Trageser, seorang perawat terdaftar dan konsultan laktasi bersertifikasi internasional di University of Maryland St. Joseph Medical Center, sebagian besar panduan resmi tentang menyusui berasal dari badan kesehatan besar seperti Organisasi Kesehatan Dunia dan Akademi Kedokteran Menyusui, dan di Kanada, itu termasuk Health Canada dan Canadian Paediatric Society.
Trageser menjelaskan bahwa aturan-aturan ini dirancang untuk membantu orang tua yang tidak yakin bagaimana memulai menyusui, tetapi itu bukan berarti aturan tersebut berlaku untuk semua orang. "Setiap ibu dan bayi itu unik, jadi apa yang tepat untuk satu keluarga belum tentu terbaik untuk keluarga lain," katanya.
Namun, banyak pilihan, seperti kapan harus memperkenalkan botol, bergantung pada keadaan masing-masing keluarga. "Ya, kami dapat memberikan rekomendasi. Tetapi pada akhirnya, terserah setiap keluarga untuk memutuskan apa yang terbaik bagi mereka,"kata Trageser menambahkan.
Aturan menyusui yang sudah ketinggalan zaman, ini panduan terbarunya
1. Pantangan makanan untuk ibu menyusui
Banyak orang yang bilang ibu menyusui harus menghindari makanan pedas, makanan dingin hingga makanan yang bumbunya kuat. Namun, klaim ini belum didukung bukti ilmiah yang kuat.
Melansir laman Children.com, semakin banyak rasa yang Bunda konsumsi, semakin banyak rasa yang akan dialami bayi. Hal itu dapat mempermudah pengenalan makanan padat dan makanan pendamping saat bayi berusia 6 bulan.
Ibu menyusui tidak perlu diet superketat hanya karena sedang menyusui. Selama makanan itu bergizi dan seimbang, bayi akan baik-baik saja bahkan bisa terbiasa dengan berbagai rasa melalui ASI yang beragam rasanya.
2. Hanya ibu dengan puting sempurna yang perlekatannya sempurna
Bunda tak perlu khawatir jika merasa putingnya kecil. Banyak orang yang masih meyakini bahwa menyusui hanya akan efektif jika pelekatan (latching) dan posisi bayi sangat sempurna sejak awal.
Padahal, kenyataannya proses menyusui membutuhkan keterampilan yang dipelajari bersama bayi. Tidak semua bayi langsung bisa latching sempurna tanpa latihan, edukasi, dan dukungan konsultan laktasi.
Keberhasilan ASI eksklusif meningkat jika teknik menyusui dijalankan dengan benar. Dan keterampilan ini dapat dipelajari melalui dukungan tenaga kesehatan dan konselor laktasi.
3. Hasil menyusui langsung (DBF) tak sama dengan ASI perah
Dulu ada anggapan bahwa ibu harus langsung memberikan ASI kepada bayinya dan ASI perah dianggap inferior. Ini tidak sepenuhnya benar.
ASI yang diperah tetap memberikan manfaat kesehatan yang besar pada bayi asalkan disimpan dan diberikan dengan aman. Metode pemberian ASI perah bahkan penting terutama pada ibu yang bekerja atau mengalami kesulitan menyusui langsung.
4. Menyusui selalu sakit
Banyak orang yang masih percaya menyusui semestinya sakit. Padahal, jika merasakan sakit maka ini menjadi sinyal bahwa ada masalah pada teknik atau posisi bayi saat menyusui yang perlu diperbaiki. Konsultan laktasi dapat membantu mengurangi atau menghilangkan ketidaknyamanan ini.
5. Ibu sakit harus setop menyusui
Anggapan yang beredar ibu yang sakit harus berhenti menyusui agar tidak menularkan ke bayinya. Padahal, Padahal, mayoritas infeksi "ringan" tidak membuat menyusui harus dihentikan. Malah sebaliknya, ASI justru membantu memberi antibodi kepada bayi.
Namun, ini berbeda jika ibu memiliki kondisi medis tertentu atau penyakit yang disarankan tidak menyusui.
6. Harus berhenti menyusui pada usia tertentu
Beberapa aturan lama menyebutkan menyusui harus berhenti pada usia tertentu. Sedangkan dalam panduan kesehatan terbaru merekomendasikan melanjutkan menyusui sampai 2 tahun atau lebih jika memungkinkan.
Ini sesuai dengan rekomendasi global terkini seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena manfaat imunologis dan nutrisi berkelanjutan.
7. Fokus pada banyaknya ASI
Mitos yang beredar ibu harus memberikan ASI yang tepat takaran seperti dari volumenya. Padahal menyusui akan lebih efektif jika memperhatikan frekuensi menyusui dan respons bayi yang menandakan lapar. Bukan dari jumlah total yang diukur dengan ketat karena tubuh ibu menyesuaikan produksinya dengan kebutuhan bayi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Masalah Menyusui di Tiga Bulan Pertama & Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Mitos Menyusui, Salah Satunya Bikin Bayi Manja
ASI Merembes Jadi Tanda Bayi Sedang Menangis, Mitos atau Fakta?
5 Mitos Menyusui yang Tidak Boleh Bunda Percaya
Mitos Menyesatkan Ibu Menyusui Dilarang Mengonsumsi Makanan Panas
TERPOPULER
Terpopuler: Cerita Alice Norin soal Sang Ayah Asal Norwegia Pernah Chat Haaland
Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasannnya yang Suka Menyusun Rencana
Cara Mengenali Orang yang Tidak Mudah Tersinggung dengan Hal Kecil
Potret Raisa dan Zalina, Terbaru Ajak Sang Putri Liburan ke Puncak Bogor
Sabrina Chairunnisa Pilih Mundur dari S3 UI Usai Putuskan Pindah ke New York
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Dandang Ukuran Besar Stainless Steel yang Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curling Iron Terbaik, Cocok untuk Styling Rambut Sehari-hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Flek Implantasi Terjadi Kapan? Kenali Ciri-Ciri dan Perbedaannya dengan Haid
Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasannnya yang Suka Menyusun Rencana
Terpopuler: Cerita Alice Norin soal Sang Ayah Asal Norwegia Pernah Chat Haaland
Cara Mengenali Orang yang Tidak Mudah Tersinggung dengan Hal Kecil
Potret Raisa dan Zalina, Terbaru Ajak Sang Putri Liburan ke Puncak Bogor
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Terpopuler: Mawa-Insanul Resmi Cerai hingga Cristiano Ronaldo Pensiun dari Pildun
-
Beautynesia
Berapa Kali Idealnya Ganti Pembalut saat Menstruasi dalam Sehari? Ini Kata Dokter...
-
Female Daily
Viral saat Piala Dunia 2026, Ini Cerita di Balik Ikat Rambut Erling Haaland!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Begini Respon Kate Middleton Ketika Dipuji Cantik
-
Mommies Daily
Tinggal Serumah dengan Mertua? Ini 7 Trik Bercinta Tanpa Drama