MENYUSUI
Bagaimana Rasa ASI yang Normal?
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Minggu, 18 Jan 2026 08:30 WIBRasa ASI yang unik memang membuatnya berbeda dengan susu pada umumnya. Bahkan, antara satu Bunda menyusui dengan lainnya juga memiliki rasa yang berbeda. Lantas, bagaimana rasa ASI yang normal sebenarnya ya, Bunda?
Sebagai Bunda menyusui, banyak dari Bunda di luar sana yang tidak tahu rasa ASI itu sendiri. Padahal, hampir setiap hari sebagai busui memberikan ASI-nya pada Si Kecil. Nah, daripada penasaran, cari tahu seperti apa rasa ASI lebih dalam agar tak lagi bertanya-tanya.
Bagaimana rasa ASI yang normal?
Rasa ASI memang memiliki rasa yang istimewa. Sebab, rasa ASI dari orang ke orang berbeda satu sama lain dan berbeda dari hari ke hari, Bun. Hal ini dikarenakan ada berbagai faktor yang memengaruhinya termasuk seperti apa makanan yang Bunda makan selama menyusui.
Di luaran, banyak Bunda menyusui yang tak mengetahui rasa ASI yang sebenarnya. Bahkan, mereka pun tak dapat menebak seperti apakah rasa ASI itu sendiri, entah manis ataukah asin. Yang banyak dibayangkan orang dari rasa ASI sendiri biasanya mereka menebaknya seperti susu sapi skim pada umumnya.
Padahal kenyataannya, profil rasa lain dari ASI bisa muncul setiap harinya. Sebagian besar rasa ini tidaklah buruk bagi bayi sejak lahir yang mengonsumsinya. Karena, konsumsi makanan dan minuman Bunda yang menyusui turut memengaruhi rasa ASI itu sendiri.
Misalnya, jika terdapat rempah-rempah yang kuat atau banyak mengonsumsi bawang putih dalam keseharian, ASI akan memiliki aroma dan rasa yang sedikit pedas atau seperti bawang putih. Meskipun terdengar aneh, tetapi hal tersebut aman untuk bayi ya, Bunda.
Oh iya, Bunda, menyoal rasa ASI yang paling sering digambarkan yakni rasanya sangatlah manis ya, Bunda. Seperti diketahui bahwa ASI mengandung air, lemak, karbohidrat (laktosa), protein, vitamin, dan mineral, serta asam amino. Dari laktosa yang ada itulah yang membentuk sekitar 7 persen dari ASI dan membuatnya terasa seperti gula.
Dan uniknya, bayi memiliki preferensi bawaan terhadap rasa manis tersebut. Menurut sebuah ulasan yang diterbitkan di Current Biology, rasa manis menandakan bahwa makanan tersebut mengandung nutrisi yang bermanfaat. Patut diketahui juga bahwa bayi secara naluriah sebenarnya tidak menolak rasa pahit yang dikaitkan dengan hal-hal berbahaya seperti zat beracun.
Hal yang menakjubkan tentang ASI ialah rasanya yang berbeda dari satu Bunda ke Bunda lainnya dan dari satu kali menyusui ke kali menyusui lainnya, bahkan dari sesi awal hingga akhir menyusui, seperti dikutip dari laman Baby Center.
"ASI berubah untuk memenuhi kebutuhan dan mengandung nutrisi yang tepat dalam rasio yang tepat pada setiap tahap pertumbuhan," kata Kate Shand, konsultan laktasi bersertifikasi internasional.
Misalnya saja, ASI yang dihasilkan dari Bunda yang memiliki bayi prematur juga tidak sama dengan ASI yang dihasilkan bayi yang cukup bulan. Dalam hal ini, ASI bayi prematur bahkan lebih tinggi lemak dan imunitasnya dari pada ASI bayi cukup bulan.
Dan, kolostrum yang menjadi ASI perdana Bunda menyusui, rasanya kurang manis karena lebih tinggi nutrisi dan proteinnya serta lebih rendah lemak dan laktosa. Kemudian, saat ASI matang keluar beberapa hari setelah persalinan, ASI tersebut mengandung lebih banyak gula dan rasanya lebih manis.
Selain itu, rasa ASI matang pun dapat bervariasi tergantung pada sejumlah faktor, termasuk waktu dan apa yang telah Bunda menyusui konsumsi. Fakta lainnya juga, ASI yang dihasilkan juga dapat berubah selama satu kali menyusui.
Misalnya, pada susu di sesi awal menyusui akan lebih encer dan berair daripada susu di akhir sesi menyusui. Ini dikarenakan ASI di sesi akhir tinggi lemak dan kalori. Sebuah penelitian menemukan bahwa rasa manis ASI di awal dan di akhir serupa, dengan ASI akhir yang lebih kental mengandung rasa vanila yang lebih kuat.
Mengenai perbedaan rasa ASI yang terus berubah-ubah, hal ini tidaklah perlu dikhawatirkan ya, Bunda. Sebab, ASI mengandung zat-zat yang meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan melindunginya dari sindrom kematian bayi mendadak. Selain itu, ASI juga dapat menurunkan risiko alergi dan eksim pada bayi. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan adanya hubungan antara menyusui dan perkembangan kognitif.
Menyusui memang baik untuk kesehatan ibu. ASI sendiri dapat mengurangi risiko depresi dan kecemasan pasca persalinan, menurunkan tingkat stres, mengurangi penyakit tertentu, dan membantu mengurangi risiko diabetes. Dengan segala nutrisinya yang baik tersebut, tentunya ASI memang menjadi nutrisi terbaik untuk bayi.
7 Hal yang memengaruhi rasa ASI
Berbagai hal memang bisa memengaruhi rasa ASI pada setiap Bunda menyusui. Beberapa faktor berikut ini diantaranya ya, Bunda:
1. Pola makan busui
Makanan yang Bunda konsumsi dapat memengaruhi rasa ASI setiap harinya. Hal ini terutama berlaku untuk makanan dengan rasa yang kuat seperti bawang putih.
2. Waktu
Komposisi yang tepat dapat juga memengaruhi rasa ASI. Seperti diketahui bahwa rasa ASI di sesi awal dan akhir bervariasi dari awal hingga akhir menyusui. Misalnya, ASI menjadi cenderung berlemak seiring berjalannya sesi menyusui. Selain itu, komposisi ASI juga berubah seiring pertumbuhan bayi Bunda seperti dikutip dari laman WebMd.
3. Aktivitas enzim
Semua jenis ASI mengandung enzim yang disebut laktase. Laktase sendiri membantu tubuh memecah laktosa yakni gula dalam susu. Tetapi, beberapa orang memiliki enzim yang terlalu aktif yang bergerak lebih cepat dari normalnya. Inilah yang bisa menciptakan aroma amis seperti sabun pada ASI bahkan rasanya juga ikut terkontaminasi.
4. Reaksi kimia tertentu
Terkadang, ASI Bunda bisa berbau dan terasa asam. Ini bisa terjadi dengan cepat jika Bunda mengonsumsi zat tambahan tertentu dalam makanan seperti lemak tak jenuh ganda dan lemak tengik atau air yang kaya akan ion tembaga dan besi.
5. Hormon
Saat Bunda sedang menstruasi atau hamil, perubahan hormon juga dapat mengubah rasa ASI. Banyak perempuan melaporkan bahwa bayi mereka bereaksi berbeda terhadap ASI mereka pada saat-saat tersebut.
6. Olahraga
Beberapa ahli menyarankan bahwa ketika ingin berolahraga dengan berat, tubuh akan menghasilkan asam laktak yang dapat memengaruhi rasa ASI. Tetapi penelitian lain menemukan bahwa olahraga sedang atau bahkan berat saat menyusui tidak memengaruhi penerimaan ASI oleh bayi.
7. Obat-obatan tertentu
Beberapa obat juga dapat memengaruhi aroma dan rasa ASI. Tanyakan pada dokter atau apoteker apakah hal itu mungkin terjadi dengan obat resep atau obat yang Bunda konsumsi.
Rasa ASI berbeda kiri manis dan kanan asin, mitos atau fakta?
Berkaitan dengan perbedaan rasa ASI dari setiap Bunda yang menyusui, ini tidak berarti mengartikan jika rasa ASI antara payudara kanan dan kiri berbeda ya, Bunda. Karena, pada dasarnya rasa ASI dari kedua payudara tetaplah sama.
Kalapun ada bayi yang lebih menyukai menyusu di satu sisi payudara saja, ini hanya dikarenakan adanya perebdaan pada puting atau pasokan ASI yang diproduksi saja. Untuk masalah puting misalnya, bisa jadi puting payudara salah satunya sedikit masuk ke dalam sehingga menyulitkan untuk menyusu. Selain itu, bayi mungkin lebih suka digendong di satu sisi daripada sisi lainnya dan karena itu lebih sering menyusu di sisi tersebut seperti dikutip dari laman Levapp.
Penyebab lainnya bayi mungkin lebih suka dengan salah satu payudara Bundanya karena terdapat perbedaan refleks pengeluaran ASI ya, Bunda. Terkadang, pada satu payudara memang memiliki refleks pengeluaran ASI yang lebih kuat daripada yang lain. Akibatnya, mungkin ada perbedaan aliran ASI antara kedua payudara.
Mengutip dari laman detikhealth, dr Ameetha Drupadi, CIMI, seorang konselor laktasi mengatakan bahwa perbedaan rasa ASI kanan dan kiri yang berbeda tersebut hanya mitos belaka. Kedua payudara tidak menghasilkan rasa ASI yang berbeda.
Dengan begitu, Bunda tidak perlu merasa khawatir berlebihan karena sedianya rasa ASI tetaplah sama antara masing-masing payudara. Hal yang perlu mendapatkan konsentrasi lebih yakni bagaimana Bunda memproduksi ASI secara maksimal dan menyeimbangkan pasokan ASI antara payudara kanan dan kiri.
Buatlah bayi semakin sering menyusu sehingga semakin banyak ASI yang dihasilkan. Dan, biasanya menyusui bayi dari sisi yang kurang produktif. Sebab, ketika bayi lapar, mereka cenderung menyusu lebih kuat dan merangsang peningkatan produksi ASI pada akhirnya.
Itulah serba serbi mengenai produksi ASI dan apa saja yamg memengaruhi rasa ASI itu sendiri. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)