menyusui
Peneliti Temukan Antibodi yang Bisa Hentikan Kanker Payudara Paling Agresif
HaiBunda
Sabtu, 07 Feb 2026 09:10 WIB
Daftar Isi
Kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap mengancam perempuan. Pengobatannya yang tidak mudah membuat banyak perempuan menjadi khawatir. Namun, baru-baru ini peneliti telah menemukan antibodi kanker payudara yang paling agresif.
Setelah hampir dua dekade, para peneliti akhirnya menemukan solusi untuk menghentikan perkembangan kanker payudara yang dinilai sangat menyulitkan ini. Yuk, simak informasi dan penjelasan lengkap dari para peneliti berikut ini, Bunda.
Mengenal seberapa bahaya kanker payudara
Kanker payudara memiliki banyak jenisnya, Bunda. Diketahui, salah satu kanker payudara yang paling agresif dan berbahaya adalah kanker payudara triple-negatif (TNBC). Kanker payudara triple-negatif tumbuh dengan cepat, menyebar lebih awal, dan sulit diobati.
Kanker jenis tersebut tidak memiliki tiga reseptor hormon seperti kanker payudara jenis lain, sehingga sel kanker tersebut resisten terhadap terapi hormon atau pengobatan lainnya. Meski kemoterapi tetap dapat diberikan, efektivitasnya pun akan berkurang setelah beberapa waktu.
Temuan penelitian yang bisa hentikan kanker payudara
Peneliti dan ilmuwan di Pusat Kanker MUSC Hollings menyoroti adanya cara baru untuk mengatasi resistensi terapi hormon tersebut. Melansir dari literatur ilmiah Penelitian Kanker Payudara dalam laman Science Daily, mereka diketahui akan mengembangkan antibodi kanker payudara eksperimental.
Antibodi eksperimental ini menargetkan protein yang memicu pertumbuhan tumor dan membuat kekebalan tubuh menurun. Harapannya, antibodi yang dikembangkan tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta efektivitas terhadap pengobatan dan terapi hormon.
Bagaimana antibodi kanker payudara bekerja?
Pada tahap awal pengujian, peneliti menemukan bahwa antibodi tersebut akan memperlambat pertumbuhan tumor, mengurangi penyebaran kanker ke paru-paru, dan menghidupkan kembali sel-sel kekebalan tubuh yang berperan melawan kanker. Antibodi tersebut juga akan membunuh sel kanker yang tidak lagi merespons kemoterapi.
Berikut simak penjelasan lebih lengkapnya, Bunda.
1. Penemuan protein yang memperburuk kondisi kanker payudara
Studi menemukan bahwa protein SFRP2 (Protein Frizzled yang Disekresikan 2) sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kanker payudara. Protein ini dapat mengembangkan tumor dengan mendorong pembentukan pembuluh darah baru, mencegah sel kanker mati, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh penderitanya.
Penemuan tersebut diamati berdasarkan penelitian yang dijalani seorang ahli onkologi bedah payudara di Program Penelitian Terapi Kanker Perkembangan Hollings, Nancy Klauber-DeMore, M.D., beserta rekan-rekan timnya dari berbagai departemen.
"Ditemukan pada 2008 dan sejak itu, kami telah mengetahui bagaimana protein tersebut bekerja dalam pertumbuhan kanker payudara, metastasis, dan kepayahan kekebalan tubuh. Itulah mengapa kita memutuskan untuk mengembangkan antibodi untuk memblokir SFRP2,” kata Nancy.
Awalnya, peneliti dari MUSC, Lillian Hsu, M.D., dan mantan residen Julie Siegel, M.D., memulai pengujian dengan menggunakan antibodi monoklonal manusiawi. Jenis antibodi ini bekerja untuk menempel pada SFRP2 dan menghentikan segala aktivitas yang membuat sel kanker tumbuh, menyebar, dan bertahan hidup.
Tips Cegah Kanker Payudara/ Foto: HaiBunda/Mia |
2. Mengembalikan kinerja makrofag dan sel-T dalam tubuh
Para peneliti menemukan bahwa SFRP2 pada kanker payudara triple-negatif tidak hanya muncul dalam sel kanker, melainkan juga pada sel kekebalan tubuh seperti limfosit penyusup tumor dan makrofag.
Pada umumnya, makrofag terbagi dalam dua kategori, Bunda. Makrofag M1 membantu mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker, sementara makrofag M2 menekan aktivitas kekebalan tubuh dan mendukung pertumbuhan tumor.
Pada kanker payudara triple-negatif, cara kerja makrofag tersebut lebih condong mengarah ke makrofag kategori M2. Nah, barulah setelah diberikan antibodi SFRP2, cara kerja makrofag kembali kepada kategori M1 atau melawan kanker, Bunda.
Antibodi tersebut juga mengembalikan aktivitas dalam sel-T, salah satu bagian penting dari respons imun. Pada kondisi kanker payudara triple-negatif, kinerja sel-sel tersebut kerap menurun bahkan berhenti berfungsi dengan baik. Dengan adanya perawatan melalui antibodi, sel-T menjadi lebih aktif dan imun pun lebih kuat.
3. Menghentikan penyebaran tumor
Penelitian ini juga melakukan pengujian terhadap metastasis (penyebaran) pada paru-paru. Metastasis paru-paru menandakan bahwa kanker telah memasuki aliran darah yang bisa menyebabkan kondisi pasien semakin memburuk.
Pada tikus yang terjangkit, antibodi tersebut mampu meredakan penyebaran tumor ke paru-paru. Selain itu, antibodi tersebut hanya akan menempel pada jaringan tumor, tidak pada organ yang sehat atau sel yang normal. Cara ini jelas berbeda dengan kemoterapi yang menyerang semua sel yang membelah dengan cepat.
4. Menghindari resistensi kemoterapi
Peneliti mengungkapkan bahwa sel kanker payudara triple-negatif merupakan salah satu sel kanker yang ‘pintar’. Saat diberi kemoterapi standar seperti Doxorubicin, sel kanker memang mati pada awalnya. Namun, mereka akan beradaptasi dan membuat pertahanan sehingga obat tersebut lama-kelamaan tidak akan mempan, Bunda.
Nah, kondisi ini menunjukkan bahwa sel kanker payudara triple-negatif sulit mati dan berhenti. Meskipun sel kanker sudah tidak mempan diserang kemoterapi, berdasarkan penelitian, mereka ternyata tetap bisa hancur dan mati saat diserang dengan antibodi SFRP2.
5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Keseluruhan penelitian menunjukkan bahwa antibodi SFRP2 sangat efektif untuk menghentikan sel kanker payudara yang tumbuh, terutama pada jenis triple-negatif. Antibodi tersebut akan meningkatkan kekebalan tubuh, menciptakan serangan untuk melemahkan tumor, serta mengatasi resistensi pengobatan.
Temuan ini menjadi kabar baik setelah sulitnya ditemukan obat untuk kanker payudara jenis triple-negatif (TNBC). Harapannya, antibodi kanker payudara ini semakin berkembang luas, sehingga dapat meningkatkan peluang kesembuhan dari penyakit tersebut.
Demikian informasi mengenai temuan antibodi kanker payudara yang bisa hentikan kanker payudara paling agresif, Bunda. Semoga, informasi ini bermanfaat, ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Deteksi Dini Kanker Payudara Ditanggung BPJS, Ini Cara & Syaratnya
Menyusui
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Menyusui
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
Menyusui
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Menyusui
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
5 Foto
Menyusui
5 Potret Nola Be3 Galau Menyapih Nakeya meski Telah Menyusui Lebih dari 2 Th
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Tips Cegah Kanker Payudara/ Foto: HaiBunda/Mia
Kisah Bunda & Anak Alami Kanker Payudara dalam Jarak 1 Tahun, Ini Gejala yang Dialami
Ini Cara Baru Skrining Kanker Payudara, Bukan Lagi Berdasarkan Usia
Bakal Hadir Tes Darah yang Bisa Tentukan Jenis Pengobatan Terbaik untuk Pasien Kanker Payudara