MENYUSUI
Ini yang Terjadi pada Tubuh Bunda Selama 2 Tahun Menyusui
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Selasa, 24 Feb 2026 07:30 WIBRekomendasi menyusui secara umum yakni diberikan sejak bayi lahir hingga mereka berusia dua tahun. Tetapi ternyata tak banyak yang tahu, ini manfaat 2 tahun menyusui pada tubuh Bunda.
Menyusui memang mendatangkan manfaat baik untuk Bunda dan juga bayi yang mengonsumsinya. Karenanya, tidak ada keraguan atau bahkan kerugian ketika Bunda memberikannya secara rutin pada Si Kecil sejak bayi. Bahkan, manfaat yang didapatkan pun tetap berjalan ketika Bunda mengASIhi Si Kecil hingga mereka berusia lebih dari dua tahun.
Berapa lama ibu perlu menyusui?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyusui direkomendasikan untuk dilanjutkan bersamaan dengan makanan pendamping hingga anak berusia dua tahun atau lebih. Sementara itu, menurut The Dietary Guidelines for Americans bahwa menyusui direkomendasikan selama setidaknya satu tahun.
Namun, rekomendasi tersebut memang tidak sepenuhnya dipraktikkan para ibu menyusui. Secara statistik, hanya sedikit ibu yang menyusui dengan periode yang direkomendasikan tersebut. Menurut the Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terjadi penurunan bayi menerima ASI dari sebanyak 83,2 persen bayi mulai menerima ASI menjadi 78,6 persen pada usia satu bulan.
Kemudian, pada usia enam bulan, sebanyak 55,8 persen bayi masih menerima ASI, tetapi hanya 24,9 persen yang disusui secara eksklusif, seperti dikutip dari laman Parents.
Dari sekian keputusan yang ditempuh para orang tua, memang berbagai alasan melatarinya. Termasuk adanya penurunan produksi ASI, rasa sakit atau ketidaknyamanan selama menyusui atau sekadar preferensi peribadi untuk berhenti semata.
Namun, bagi mereka para orang tua yang terus melanjutkan menyusui, memang proses mengASIhi ini sebenarnya memberikan manfaat lebih dari sekadar asupan nutrisi untuk bayinya. Seperti diketahui, ketika seseorang menyusui dalam jangka waktu lama ternyata dapat memengaruhi hormon, tingkat energi, dan kebutuhan nutrisi, yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental ibu menyusui.
Apa yang terjadi pada tubuh Bunda setelah melahirkan?
Perasaan dan gejolak emosional serta fisik pada periode pasca persalinan memang nyata terjadi. Di satu sisi, peran menyusui pun menambah beban busui menjadi kompleks.
Perlu Bunda tahu bahwa setelah bayi lahir, kadar progesteron (yakni hormon yang menghambat produksi ASI) menurun. Sementara itu prolaktin, yang mengontrol volume ASI, dan hormon oksitosin, yang memicu refleks pengeluaran ASI meningkat, jelas Nadine Rosenblum, the perinatal lactation program coordinator di The Johns Hopkins Hospital.
Pada saat yang sama, tubuh sedang memulihkan diri dari kehamilan dan persalinan, mendistribusikan kembali cairan, meningkatkan produksi metabolisme, dan memprioritaskan produksi ASI, itulah sebabnya periode pasca persalinan awal sering terasa intens secara fisik dan emosional,” kata Julie Matheney, MS, CCC-SLP, IBCLC, pendiri LA Lactation, LLC.
Bagi para ibu yang terus menyusui, prolaktin dasar memang menurun (meskipun masih meningkat selama menyusui), dan oksitosin menjadi lebih stabil. "Banyak ibu merasakan peningkatan energi dan kestabilan emosional selama tahap ini saat tubuh keluar dari fase awal yang intens dan memasuki ritme yang lebih efisien,” kata Matheney.
Manfaat menyusui bayi lebih dari dua tahun
Menurut Matheney, sekitar usia dua tahun, laktasi secara biologis sudah mapan dan jauh lebih efisien daripada di bulan-bulan awal. Biasanya, balita memang sudah bisa makan makanan rumahan dan tetap mendapatkan manfaat dari nutrisi ASI. Apalagi, ASI menyediakan antibodi yang merespons kuman di lingkungan mereka, mendukung sistem kekebalan tubuh balita.
Ketika durasi menyusui yang dilakukan lebih pendek dan lebih jarang, sebenarnya oksitosin dan prolaktin juga terus mendukung laktasi, tetapi dengan fluktuasi yang lebih kecil dan kurang mengganggu tubuh.
“Dari perspektif fisiologis, menyusui balita memberikan tekanan yang jauh lebih sedikit pada ibu daripada menyusui bayi baru lahir, sehingga menjadikan laktasi jangka panjang sebagai keadaan pemeliharaan daripada periode permintaan biologis yang tinggi,” kata Matheney.
Dengan menyusui bayi dalam jangka waktu yang lebih panjang, sebenarnya bisa memberikan kesehatan emosional bagi busui secara luas.
“Pada usia balita, banyak ibu mendapati bahwa menyusui memiliki sedikit dampak pada tingkat energi harian dan bahkan mungkin terasa menenangkan,” kata Matheney.
Meskipun menyusui melelahkan dan menguras energi serta membuat beban busui semakin berat, manfaat yang diberikan dari menyusui yang lebih panjang juga tak bisa diabaikan begitu saja.
Memang, mengasuh anak itu menguras energi ya, Bunda. Tetapi, Bunda juga tak boleh meremehkan manfaat yang didapatkan ketika mengASIhi Si Kecil lebih lama.
David Ghozland, MD, seorang ginekolog yang berpraktik swasta di Orange County, percaya bahwa kita tidak boleh meremehkan upaya yang dibutuhkan untuk menyusui dalam jangka waktu yang lama.
“Pada usia satu hingga dua tahun, kita tidak hanya berbicara tentang kalori yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI, tetapi juga tentang akumulasi kekurangan tidur dan kelelahan fisik karena harus siaga 24/7 selama setahun atau lebih,” seperti dikutip dari laman David Ghozland.
Dikatakannya bahwa meskipun bayi hanya menyusu sekali atau dua kali sehari, menyusui tetap memicu respons hormonal meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada pada awal masa pasca persalinan.
Meskipun kadar hormon seringkali stabil seiring waktu, Dr. Ghozland menjelaskan bahwa kadar hormon mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan pola sebelum kehamilan sampai menyusui benar-benar berhenti.
“Meskipun bayi hanya menyusu sekali atau dua kali sehari pada usia dua tahun, tindakan menyusui tetap meningkatkan prolaktin. Prolaktin sangat baik untuk ASI, tetapi menekan estrogen,” kata Dr. Ghozland, menambahkan bahwa estrogen sebagian berkontribusi pada energi ibu.
Selain itu, peran dari estrogen dalam pengaturan energi memang tak bisa diabaikan. Jadi, ketika kadarnya tetap rendah untuk jangka waktu yang lama, beberapa ibu mungkin mengalami kelelahan yang terus-menerus, katanya.
“Intinya, meskipun tubuh adalah mesin luar biasa yang dirancang untuk menopang tubuh ketika seseorang menyusui, kita harus mengakui bahwa menyusui dalam jangka waktu lama bukan berarti tanpa usaha,” katanya.
Merawat diri saat menyusui
Setiap ibu mungkin memiliki tingkat kelelahan tertentu dalam perjalanan menyusui mereka. Untuk itu, para ahli menyarankan untuk mengutamakan istirahat pada busui dan meminta bantuan dari keluarga terdekat agar busui bisa beristirahat dari pengasuhan anak sementara waktu.
Dr. Ghozland menambahkan, “Tidak ada yang boleh membuat ibu menyusui merasa bersalah karena terus menyusui melebihi apa yang cocok untuk tubuh dan keluarga. Kesalahan terbesar yang saya lihat adalah perempuan mengabaikan kelelahan mereka sendiri karena mereka telah diberi tahu bahwa menyusui lebih lama selalu lebih baik. Menyusui seharusnya mendukung kesehatan ibu dan anak, bukan mengurasnya,” tambahnya.
Jika ibu menyusui mengalami kelelahan, kekurangan energi, atau masalah kesehatan secara umum baik mereka sedang menyusui atau tidak, pastikan untuk mencari bantuan medis ataupun berkonsultasi dengan dokter ya, Bunda.
Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Tak Lagi Berdasarkan Usia, Ini Cara Baru Skrining Kanker Payudara
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Benarkah Menyusui Anak di Atas 2 Tahun itu Sia-sia? Simak Faktanya Bun
Boleh Menyusui Anak hingga Usia di Atas 2 Tahun, Tapi Perhatikan 3 Hal Ini Bun
Kagumi Khasiat ASI, Amerika Rekomendasikan Ibu Menyusui Bayi Lebih dari 2 Th
5 Alasan Penting Bunda Perlu Memberikan ASI Sampai Anak Berusia 2 Tahun
TERPOPULER
Awet Muda, 5 Bunda Artis Ini Dikenal seperti Kakak-Adik dengan Anak Gadisnya
Peneliti Temukan Sperma Lebih Berkualitas bila Ejakulasi Dilakukan Lebih Sering
9 Kalimat yang Sengaja Diucapkan untuk Menjatuhkan Mental Seseorang
Tanda-tanda Awal Anak Autis yang Bisa Orang Tua Ketahui Berdasarkan Usianya
5 Potret Tampan Air Rumi Putra Irish Bella, Dekat dengan Ayah Sambung
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Susu Ibu Hamil yang Bagus dan Rasanya Enak
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
7 Sofa Minimalis Harga di Bawah Rp2 Jutaan yang Nyaman & Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Susu yang Bagus untuk Ibu Hamil dan Janin
Melly FebridaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kotak Bekal Anak Stainless Steel Tahan Panas dan Anti Tumpah
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Cardigan Wanita Kekinian, Stylish dan Cocok untuk Daily Look
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Tedak Siten Anak Danang DA & Istri Dokter, Tak Disangka Ambil 3 Barang Ini
5 Potret Tampan Air Rumi Putra Irish Bella, Dekat dengan Ayah Sambung
Peneliti Temukan Sperma Lebih Berkualitas bila Ejakulasi Dilakukan Lebih Sering
50 Contoh Majas Simile Lengkap dengan Pengertian dan Ciri-cirinya
9 Kalimat yang Sengaja Diucapkan untuk Menjatuhkan Mental Seseorang
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Son Ye Jin Tampil Elegan, Biaya Makeup-nya Ternyata Fantastis
-
Beautynesia
3 Ciri Kepribadian Orang yang Tetap Berteman dengan Mantan
-
Female Daily
5 Pola Makan Sehat untuk yang Sibuk dan Aktivitasnya Padat!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Wajah Rusak karena Filler Abal-abal, Influencer Ini Malah Operasi Payudara
-
Mommies Daily
Kuis: Siapa Member F4 yang Cocok Jadi Pasanganmu?