Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Perempuan di Bawah 40 Tahun Lebih Sering Idap Kanker Payudara Agresif, Ini Gejalanya

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 09 Mar 2026 06:40 WIB

Ahli ungkap bahwa kanker payudara agresif sering menyerang perempuan di bawah 40 tahun. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini, Bunda.
Perempuan di Bawah 40 Tahun Lebih Sering Idap Kanker Payudara Agresif, Ini Gejalanya/Foto: Getty Images/Peerapat_Lekkla
Daftar Isi
Jakarta -

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang kerap menghampiri perempuan. Bahkan, kasus kanker payudara agresif diketahui banyak terjadi pada perempuan di bawah usia 40 tahun. 

Berbagai tes pemeriksaan kanker payudara dapat dilakukan, seperti skrining dan mammografi. Pemeriksaan ini bertujuan mengevaluasi gejala yang muncul, serta jenis kanker payudara yang dialami.

Jenis kanker payudara sangat beragam, mulai dari yang jinak hingga yang agresif, Bunda. Karena itu, para peneliti terus mengembangkan riset untuk mengungkap hal-hal yang sebelumnya belum diketahui pada kanker payudara dan menghadirkan terobosan baru dalam penanganannya.

Untuk itu, simak informasi mengenai temuan kasus kanker payudara yang diungkap pakar kesehatan di Amerika berikut ini.

Temuan tentang kasus kanker payudara

Setelah melakukan pengamatan selama 11 tahun, penelitian yang berpusat di New York, Radiological Society of North America (RSNA), menemukan bahwa 20 hingga 24 persen kasus kanker payudara terjadi pada perempuan dengan rentang usia 18 hingga 49 tahun. 

Bahkan, data pendukung jangka panjang turut mengungkapkan bahwa kanker payudara kerap menyerang perempuan di bawah usia 50 tahun secara konsisten. Hasil tersebut di luar dugaan dari apa yang telah diasumsikan oleh pedoman skrining. 

"Para dokter yang merawat perempuan dalam kelompok usia ini harus mempertimbangkan untuk melakukan penilaian risiko guna mengidentifikasi mereka yang mungkin mendapat manfaat dari skrining yang lebih intensif karena memiliki risiko lebih tinggi,” kata seorang ahli radiologi dari EWBC, Stamatia Destounis, M.D.

Tak sampai disana, temuan skala nasional juga menyebutkan hal yang sama. Penemuan ini pun akhirnya membuat para ahli terdorong untuk mempertimbangkan kembali aturan usia skrining yang direkomendasikan, terutama pada perempuan di bawah usia 40 dan 50 tahun.

Kanker payudara agresif dapat bersifat invasif

Terdapat 1.799 kasus kanker payudara pada 1.290 perempuan dalam rentang usia 18 hingga 49 tahun. Kanker payudara yang terjadi bisa mencapai 145 hingga 196 kasus setiap tahunnya. Hasil penelitian menemukan setidaknya 80,7 persen kanker payudara agresif bersifat invasif dan 19,3 persen lainnya bersifat non-invasif.

"Sebagian besar kanker ini bersifat invasif, artinya dapat menyebar ke luar payudara, dan banyak di antaranya merupakan jenis yang agresif, terutama pada perempuan di bawah 40 tahun," ujar Dr. Destounis. 

Beberapa kanker payudara di antaranya berjenis triple-negative, jenis kanker payudara yang sulit diobati dan sangat berbahaya. Kanker payudara jenis tersebut diketahui tidak mampu merespons terapi berbasis hormon yang umum dilakukan pada pengobatan kanker.

Ketentuan usia dalam melakukan skrining kanker payudara

Satuan Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat merekomendasikan perempuan dengan risiko rata-rata kanker payudara melakukan skrining setiap dua tahun sekali dimulai dari usia 40 hingga usia 74 tahun.

Sementara itu, American Cancer Society merekomendasikan untuk melakukan mammografi tahunan saat mulai menginjak usia 45 tahun, dilengkapi dengan skrining tambahan bagi perempuan yang berusia 40 hingga 44 tahun. 

Selain itu, lembaga tersebut juga menyarankan agar perempuan dengan risiko tinggi kanker payudara perlu menjalani MRI payudara dan mammografi setiap tahun saat berusia 30 tahun. Meski begitu, untuk perempuan dengan usia di bawah atau lebih muda dari 30 tahun belum ditemukan pedoman tetap yang dianjurkan.

Pentingnya kesadaran dalam kanker payudara

Dr. Destounis mendorong agar perempuan muda untuk melakukan pemantauan terhadap setiap perubahan yang terjadi pada payudara dan segera lakukan pemeriksaan bila menemukan kondisi yang tidak biasa.

"Mereka yang memiliki riwayat keluarga yang kuat atau mutasi genetik, serta kelompok minoritas dan latar belakang etnis tertentu, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara di usia muda," tegasnya.

Gejala kanker payudara agresif

Berikut beberapa gejala kanker agresif seperti kanker payudara triple-negative (TNBC) dan kanker payudara inflamasi (IBC) yang telah dilansir dari berbagai sumber.

1. Gejala kanker payudara triple-negative (TNBC)

Mengutip dari laman Felix Hospital, perempuan dengan kanker payudara TNBC mungkin mengalami gejala yang serupa dengan kanker payudara pada umumnya. Sebagian besar kasus dapat terdeteksi melalui pemeriksaan skrining kanker payudara yang dilakukan secara rutin.

Berikut gejala kanker payudara TNBC:

  • Terdapat benjolan atau massa di payudara yang terasa keras
  • Perubahan pada ukuran, bentuk, atau penampilan payudara
  • Ada cekungan pada kulit seperti lesung pipit
  • Keluar cairan dari puting selain ASI
  • Rasa sakit atau nyeri pada payudara
  • Pembengkakan di area payudara atau area ketiak

2. Gejala kanker payudara inflamasi (IBC)

Mengutip dari laman Mayo Clinic, tanda kanker payudara IBC umumnya muncul kurang lebih selama enam bulan dan tidak membentuk benjolan seperti kanker payudara TNBC atau kanker payudara lainnya. Sebaliknya, tanda-tanda dan gejala kanker payudara IBC adalah sebagai berikut:

  • Perubahan yang terjadi sangat cepat pada tampilan satu payudara, yang terjadi dalam kurun waktu beberapa minggu
  • Penebalan, rasa berat, atau pembengkakan pada salah satu payudara
  • Perubahan warna kulit, yang membuat payudara tampak merah, ungu, merah muda, atau seperti memar
  • Rasa hangat yang tidak biasa pada payudara
  • Terdapat cekungan atau kerutan pada kulit payudara yang menyerupai kulit jeruk
  • Sensitivitas berlebih, nyeri, sakit, dan linu
  • Pembesaran kelenjar getah bening di bawah lengan atau ketiak, di atas tulang selangka, atau di bawah tulang selangka
  • Puting payudara mendatar atau masuk ke dalam

Demikian informasi mengenai kanker payudara agresif yang kerap dialami oleh perempuan di bawah usia 40 tahun. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda