MENYUSUI
Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil
Amrikh Palupi | HaiBunda
Minggu, 28 Jun 2026 10:20 WIBMenyusui saat hamil masih menjadi pertanyaan bagi banyak ibu. Sebagian khawatir aktivitas menyusui saat hamil dapat memengaruhi kondisi janin, sementara yang lain memilih tetap memberikan ASI kepada anak yang lebih besar selama kehamilan berlangsung. Pengalaman inilah yang juga dibagikan oleh Indah Ningtyas istri komika Rigen Rakelna setelah melahirkan anak keempatnya.
Indah diketahui menjalani kehamilan anak keempat dengan jarak yang cukup dekat dari kelahiran anak sebelumnya. Putra ketiga Indah dan Rigen yakni Navarin Thufaila Rakelna lahir pada Maret 2025. Saat usianya baru sekitar 10 hingga 11 bulan, Indah diketahui telah hamil lagi.
Kabar kehamilan keempat tersebut diumumkan pada awal Februari 2026. Tak lama berselang, Indah melahirkan bayi perempuan bernama Sidrahanin Aoraki Rakelna melalui operasi caesar pada 11 Juni 2026.
Setelah persalinan, Indah memutuskan menjalani prosedur KB steril karena memiliki gangguan aritmia jantung yang membuat kehamilan di masa mendatang berisiko tinggi bagi kesehatannya.
Melalui akun Instagram @indhningtys, mengungkapkan bahwa dirinya tetap menyusui sang anak, Nava, saat sedang mengandung. Ia memutuskan melanjutkan pemberian ASI hingga produksi susunya berkurang dan akhirnya tidak keluar lagi.
"Kalau pas hamil apakah masih boleh menyusui atau berhenti dulu? Kemarin aku tetap susuin Nava sampai ASI ku udah ga keluar lagi. Selama ga ada kontraksi kata dokterku aman," kata Indah Ningtyas.
Amankah menyusui saat hamil?
Lynnette Hafken, seorang Konsultan Laktasi di Rockville, Maryland mengatakan tubuh bumil akan terus memproduksi ASI tapi rasanya tidak semanis di kehamilan kedua.
Saat kehamilan berlanjut, Bunda akan menghasilkan lebih sedikit ASI karena tubuh akan mencurahkan lebih banyak energi untuk janin yang sedang tumbuh. Selain itu, ada beberapa risiko yang terkait menyusui saat hamil. Oleh karena itu, selalu diskusikan pilihan tersebut dengan dokter, bidan ataupun konsultan laktasi.
"Tubuh akan memproduksi ASI saat hamil namun rasanya tidak semanis di paruh kedua kehamilan. Karena saat itulah Bunda mulai memproduksi zat yang disebut kolostrum, yang akan mengubah komposisi dan rasa susu," ujar Lynnette Hafken, seorang konsultan laktasi di Rockville, Maryland, seperti dikutip dari laman Insider.
Lynnette Hafken menjelaskan ketika usia kehamilan berlanjut, payudara mungkin akan lebih sedikit memproduksi ASI karena tubuh mencurahkan sumber dayanya untuk janin yang sedang bertumbuh.
Kemudian seberapa sedikit ASI yang akan dihasilkan bergantung pada banyak faktor seperti seberapa seringnya Bunda menyusui sebelumnya, kapasitas penyimpanan ASI, dan fungsi jaringan kelenjar.
Beberapa ibu mungkin merasa tidak nyaman saat menyusui saat hamil karena kadar estrogen dan progesteron yang lebih tinggi selama kehamilan dapat membuat puting sakit. Karena itu, menyusui saat hamil dimungkinkan tetapi ada baiknya mendiskusikannya dengan dokter karena ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan.
Risiko bila menyusui saat hamil
Risiko yang mungkin terjadi yakni anemia yang meningkatkan bayi lahir dengan berat badan kurang saat lahir. Meski begitu, Bunda dapat mengaturnya dengan diet kaya zat besi dan suplemen selama kehamilan.
Selain itu, menyusui tidak disarankan bagi mereka yang melahirkan prematur. Alasannya lantaran rangsangan pada puting menyebabkan pelepasan hormon oksitosin yang juga dapat menyebabkan kontraksi rahim pada perempuan melahirkan.
Jika seorang ibu berisiko mengalami persalinan perematur, Bunda tidak boleh menyusui saat hamil sampai bayi mencapai usia kehamilan setidaknya 37 minggu.
Tapi bila Bunda memiliki kehamilan yang sehat, menyusui saat hamil tidak menimbulkan risiko kelahiran prematur. Namun, begitu bayi baru lahir, sebaiknya Bunda memprioritaskan menyusui bayi baru lahir terlebih dahulu untuk memastikan asupan ASI yang cukup bagi bayi baru lahir.
Menyusui saat hamil dalam hukum Islam
Menyusui saat hamil sendiri dalam Islam dibolehkan ya, Bunda. Inilah yang disebut dengan nama Al-Ghiilah.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنِ الْغِيلَةِ حَتَّى ذَكَرْتُ أَنَّ الرُّومَ وَفَارِسَ يَصْنَعُونَ ذَلِكَ فَلاَ يَضُرُّ أَوْلاَدَهُمْ
“Sungguh, aku ingin melarang (kalian) dari perbuatan ghiilah. Lalu aku melihat bangsa Romawi dan Persia saat mereka melakukan ghiilah terhadap anak-anak mereka. Ternyata hal itu tidak membahayakan anak-anak mereka.”
Dalam kitab Mausuu’ah fiqhiyah Al-Kuwaitiyah dijelaskan,
ومن معاني الغيلة في اللّغة كذلك: وطء الرّجل زوجته وهي ترضع، وإرضاع المرأة ولدها وهي حامل. ولا يخرج المعنى الاصطلاحيّ عن المعنى اللّغويّ.
“Di antara makna Al-ghiilah secara bahasa Adalah seseorang laki-laki menyetubuhi istrinya yang sedang masa menyusui, atau seorang wanita yang sedang masa menyusui sedangkan ia dalam keadaan hamil, makna istilah tidak melenceng dari makna bahasanya.”
Semoga informasi tentang apakah menyusui saat hamil aman dan diperbolehkan bisa terjawab ya Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)