MENYUSUI
Ilmuwan Temukan Calon Obat Baru untuk Memperlambat Penyebaran Kanker Payudara Lobular
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Selasa, 14 Jul 2026 08:55 WIBAda kabar menggembirakan dari dunia penelitian kanker payudara nih Bunda. Para ilmuwan menemukan calon obat baru yang berpotensi membantu memperlambat penyebaran kanker payudara lobular, salah satu jenis kanker payudara yang sering kali lebih sulit dikenali dibandingkan jenis lainnya.
Kanker payudara lobular atau invasive lobular carcinoma (ILC) bermula di kelenjar penghasil ASI. Berbeda dengan kanker payudara yang biasanya membentuk benjolan jelas, kanker lobular sering tumbuh menyebar seperti lembaran tipis di jaringan payudara. Karena itu, gejalanya kadang tidak langsung terasa dan baru diketahui ketika penyakit sudah berkembang.
Kenapa temuan ini menarik?
Penelitian yang menjadi dasar temuan ini dilakukan oleh ilmuwan dari Institute of Cancer Research London dan dipublikasikan dalam jurnal Cancer Research.
Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa obat penghambat enzim LOX (LOX inhibitor) dapat memperlambat pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara lobular pada model tikus. Obat ini sebenarnya sedang diuji untuk pengobatan kanker darah langka, namun hasil penelitian menunjukkan potensi baru untuk digunakan pada kanker payudara lobular (invasive lobular carcinoma/ILC).
Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Cathrin Brisken menjelaskan bahwa enzim LOX berperan dalam membantu sel kanker menyebar ke jaringan lain. Ketika aktivitas LOX dihambat, kemampuan sel kanker untuk bermigrasi dan membentuk metastasis ikut menurun.
Selain memperlambat penyebaran, penelitian juga menunjukkan bahwa LOX inhibitor berpotensi meningkatkan efektivitas terapi yang sudah ada, sehingga membuka peluang pengobatan yang lebih tepat sasaran untuk pasien kanker payudara lobular di masa depan.
Meski masih dalam tahap penelitian awal, hasilnya dianggap cukup menjanjikan untuk dilanjutkan ke tahap pengujian berikutnya.
Mengapa penyebaran kanker jadi perhatian utama?
Pada banyak kasus kanker payudara, tantangan terbesar bukan hanya tumor di payudara, tetapi juga ketika sel kanker menyebar ke organ lain seperti tulang, hati, atau paru-paru.
Menurut para peneliti, kanker payudara lobular memiliki karakteristik yang berbeda dari kanker payudara duktal yang lebih umum. Karena itu, terapi yang efektif pada satu jenis kanker belum tentu memberikan hasil yang sama pada kanker lobular.
Sejumlah studi sebelumnya memang menunjukkan bahwa kanker payudara lobular memiliki pola penyebaran yang unik. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Reviews Clinical Oncology menyebutkan bahwa ILC lebih sering menyebar ke tulang, saluran cerna, dan ovarium dibandingkan kanker payudara duktal.
Peneliti dari University of Pittsburgh juga menemukan bahwa perubahan pada protein E-cadherin berperan penting dalam kemampuan sel kanker lobular untuk menyebar ke jaringan lain.
Penelitian terbaru yang menjadi sorotan menemukan adanya target molekuler yang berpotensi membantu menghambat penyebaran sel kanker payudara. Salah satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Signaling menunjukkan bahwa aktivasi reseptor protein EphA2 dapat 'menjebak' sel kanker sehingga lebih sulit menyebar ke organ lain. Temuan ini membuka peluang pengembangan obat baru yang fokus pada pencegahan metastasis.
Selain itu, para peneliti dari Institute of Cancer Research London menjelaskan bahwa langkah berikutnya adalah mencari cara agar reseptor tersebut tetap aktif dalam tubuh pasien. Jika berhasil, pendekatan ini berpotensi membantu memperlambat penyebaran kanker payudara dan membuat pengobatan lebih efektif.
Penelitian lain yang dipublikasikan melalui FIP Pharmacy Education juga menemukan beberapa senyawa turunan 5-O-acetylpinostrobin yang memiliki kemampuan kuat menghambat reseptor hormon estrogen dan progesteron pada sel kanker payudara. Hasil awal penelitian menunjukkan senyawa tersebut berpotensi menjadi kandidat obat kanker payudara yang lebih efektif dan aman.
Apakah obat ini sudah bisa digunakan?
Untuk saat ini, jawabannya belum, Bunda. Calon obat tersebut masih berada pada tahap praklinis, sehingga belum tersedia untuk pasien secara umum.
Peneliti masih perlu memastikan:
- Keamanannya pada manusia
- Dosis yang paling efektif
- Efek samping jangka pendek dan panjang
- Seberapa baik obat bekerja pada berbagai stadium kanker
Walaupun belum menjadi terapi resmi, temuan ini memberi harapan baru bagi pasien kanker payudara lobular. Semakin banyak ilmuwan yang memahami cara kerja kanker ini, semakin besar peluang munculnya pengobatan yang lebih tepat sasaran.
Bagi Bunda yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara atau merasakan perubahan pada payudara seperti area yang menebal, bentuk yang berubah, atau puting yang tertarik ke dalam, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini tetap menjadi langkah penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)