MOM'S LIFE

Saat Ibu Mertua Sering Mengkritik Apa yang Kita Lakukan ke Suami

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 10 Nov 2017 - 07.08 WIB
Ilustrasi menantu dan ibu mertua/ Foto: thinkstock Ilustrasi menantu dan ibu mertua/ Foto: thinkstock
Jakarta - Setelah menikah, sudah jadi kewajiban seorang istri melayani suami. Cuma, dalam beberapa kasus campur tangan ibu mertua masih kerap dirasakan saat seorang istri melakukan kewajibannya yakni melayani sang suami.

Misalnya kayak yang dialami bunda satu anak, Icha. Sampai saat ini dia tinggal terpisah dari mertuanya, si ibu mertua masih sering mengkritik apa yang dilakukan Icha. Nggak jarang, si ibu mertua menyalahkan apa yang dilakukan Icha dan berusaha memberi tahu apa yang semestinya dilakukan.

"Lebih parah lagi pas awal-awal menikah, saya masih tinggal di rumah mertua. Tiap pagi saya bikinin kopi buat suami, bikinin sarapan dan ada aja yang salah di mata mertua. Katanya kopi buat suami saya kurang begini begitu, sarapan yang saya bikin juga harusnya tuh begini," keluh Icha.



Untungnya, kata Icha saat ini dirinya sudah tinggal terpisah dengan sang mertua. Namun, ketika si ibu mertua berkunjung nggak jarang apa yang dilakukan Icha atau apa yang terjadi di rumah dikritik sang mertua. Hmm, pastinya nggak nyaman banget ya, Bun. Apa yang kita lakukan ke pasangan seperti salah semua di mata ibu mertua. Padahal, suami kita sendiri nggak mempermasalahkan itu. Kalau sudah kayak gitu, apa dong yang mesti kita lakukan?

Hmm, soal ibu mertua yang cenderung terlalu campur tangan untuk urusan rumah tangga kita termasuk gimana kita melayani suami memang bisa terjadi. Berdasarkan pengalaman psikolog keluarga dari Tiga Generasi, Anna Surti Ariani atau Nina, ada dua kasus ibu mertua yang terlalu ikut campur dan mengkritik apa yang dilakukan sang menantu pertemuan bahkan sampai menimbulkan masalah dalam kehidupan rumah tangga.

Sering kali nih, Bun, ini terjadi ketika suami kita adalah anak lelaki kesayangan. Sehingga, si ibu mertua sering membandingkan cara kita dalam mengurus suami dengan caranya mengurus si anak lelaku. Dalam situasi kayak gini, apa yang bisa dilakukan?

"Mau nggak mau kompakin suaminya. Tanyakan suami lebih suka kita memperlakukan dia seperti apa. Diperdetail aja. Misalnya lebih suka teh atau kopi, gulanya seberapa, lebih suka dikasih di pagi hari atau malam? Diperdetail aja," kata Nina waktu ngobrol sama HaiBunda.

Jadi, apa yang kita lakukan memang konkret dengan apa yang diharapkan suami, Bun. Sehingga, kalau nanti ibu mertua mengkritik atau ngomel-ngomel soal apa yang kita lakukan ke suami, kita bilang aja kalau kita sudah tanya ke suami dan dia maunya seperti itu. Nina menambahkan, kadang kala sebagai menantu pun kita perlu pendekatan, Bun, ke ibu mertua.



"Mau nggak mau karena itu bagian dari keluarga jadi juga perlu pendekatan. Gimana caranya? Ajak ngobrol dari hati ke hati. Coba lakukan bersama hal-hal yang dia sukai supaya kita lebih memahami dan mengenali dia," kata Nina.

Bunda sendiri gimana? Pernah atau bahkan sering dikritik sama ibu mertua perihal apa yang dilakukan ke suami? Biasanya soal apa sih, Bun, dan gimana menghadapinya? Yuk bagikan pengalaman Bunda di kolom komentar. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi