moms-life

Ketika Suami dan Istri Berbeda Pandangan Politik

Radian Nyi Sukmasari Senin, 13 Aug 2018 07:05 WIB
Ketika Suami dan Istri Berbeda Pandangan Politik
Jakarta - Beda pandangan politik bisa terjadi di mana saja, termasuk di keluarga, Bun. Bahkan pasangan suami istri pun bisa saja punya pandangan politik yang berbeda.

Misalnya seperti bunda dua anak, Sasha. Dia dan suaminya memang punya pandangan politik berbeda tapi keduanya menjaga supaya hal ini nggak sampai mengganggu hubungan rumah tangganya.

"Dari zaman pilpres sampai pilkada pilihan saya sama suami memang beda. Tapi ya udah itu kan masalah politik ya. Kalau di rumah saya tetap suami-istri. Misal suami lagi ngobrol sama keluarga lain semacam debat-debat gitu karena pilihan kita nggak sama saya sering menjauh aja," kata Sasha.


Terkait hal ini, psikolog klinis dewasa dari Psychological Service Centre and Laboratory Bina Nusantara University, Pingkan Rumondor, bilang beda pilihan politik adalah hal yang mungkin banget terjadi dalam hubungan suami istri. Berdasarkan sebuah survei di Amerika, setidaknya ada 30 persen partisipan dari lebih dari 18 juta pasangan menikah memiliki pandangan politik yang berbeda dengan pasangannya. Data di Indonesia tahun 2013 menyebutkan ada 2.094 pasangan yang cerai karena perbedaan pandangan politik.



Bagaimana menyikapi perbedaan ini agar tidak mengganggu hubungan rumah tangga? Kata Pingkan, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, Bun, yaitu:

1. Terima Perbedaan

Coba deh kita terima perbedaan pandangan politik ini sebagai hal yang wajar. Kemudian, pisahkan figur partai politik, calon presiden, atau caleg dengan figur pasangan. Ingat, Bun, perbedaan pandangan politik nggak serta merta bikin pasangan kita jadi sama persis dengar figur yang kita dukung.

Ketika Suami dan Istri Berbeda Pandangan PolitikKetika Suami dan Istri Berbeda Pandangan Politik /Foto: Thinkstock


2. Tentukan Zona Bebas Diskusi Politik

"Tentukan zona bebas diskusi politik. Sepakati waktu-waktu untuk tidak membicarakan soal politik misalnya saat sedang berdua di kamar, menjelang tidur atau sebelum san sesudah berhubungan seks, atau saat sedang menghabiskan waktu dengan anak," kata Pingkan waktu ngobrol dengan HaiBunda.

Nah, saat diskusi mengenai figur pilihan masing-masing, Pingkan berpesan ungkapkan fakta aja dan hindari membicarakan gosip, Bun. Nggak kalah penting, tetap hargai pasangan, hindari mencela dia karena kita merasa nggak cocok dengan figur yang dia pilih. Kata Pingkan, ingat bahwa pasangan nggak sama persis dengan figur yang dia pilih. Jadi, kita tetap perlu menghargainya dan menghindari mengejek atau mencela dirinya.

Ketika Suami dan Istri Berbeda Pandangan PolitikKetika Suami dan Istri Berbeda Pandangan Politik/ Foto: thinkstock


3. Cari Nilai yang Sama

Kata Pingkan, cari nilai-nilai yang sama antara kita dan pasangan. Meskipun aspirasi politik berbeda, bisa jadi kita punya nilai yang sama. Misalnya nih, Bunda dan suami sama-sama menginginkan pemimpin yang peduli pada rakyat, menghargai pendidikan yang murah, atau menghargai pemimpin yang bisa bekerja dengan cepat.

"Meskipun pilihan berbeda, pasti ada nilai yang sama antara kita dan pasangan. Lalu sepakati nilai-nilai yang kita yakini tentang keluarga. Misalnya kita menghargai kebebasan tapi juga menghargai komitmen pernikahan. Nah, kalau ada sakit hati terkait perbedaan pandangan politik, ingat kembali nilai keluarga yang disepakati berdua," tambah Pingkan yang praktik di Tiga Generasi ini.

Ketika Suami dan Istri Berbeda Pandangan PolitikKetika Suami dan Istri Berbeda Pandangan Politik /Foto: Hasan Al Habsy


4. Utamakan Keterbukaan Komunikasi

Pingkan bilang, sama seperti masalah hubungan lainnya jaga keterbukaan komunikasi dengan memakai 'I message' saat mengungkapkan perasaan ke suami lalu fokus pada fakta dan hindari generalisasi. Misalnya, perkataan suami menyakiti hati kita karena mencela calon pilihan.

Nah, kita bisa ungkapkan, "Aku kesal kalau kamu mencela calon pilihanku tanpa dasar yang jelas. Aku harap kita bisa berdikusi tentang fakta dan tidak debat kusir atau saling mencela."


Ketika Suami dan Istri Berbeda Pandangan PolitikKetika Suami dan Istri Berbeda Pandangan Politik/ Foto: thinkstock


5. Budayakan Komunikasi Sehat

Cari waktu untuk mendiskusikan pandangan politik masing-masing, jadilah pendengar yang baik dan tanggapi secara dewasa. Hal ini dapat membantu kita memahami mengapa suami memilih calon tersebut, dan sebaliknya, ia juga bisa lebih memahami kita.

"Aturannya jadi pendengar yang baik, hargai suami, gunakan 'I message' untuk menyampaikan perasaan," pungkas Pingkan.

(rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi