moms-life

Pesan Menyentuh Celine Dion untuk Mendiang Suami

Amelia Sewaka Rabu, 16 Jan 2019 07:27 WIB
Pesan Menyentuh Celine Dion untuk Mendiang Suami
Jakarta - Penyanyi lawas Celine Dion menuliskan pesan menyentuh kepada mendiang suaminya, Rene Angelil, tepat di tahun ketiga kematian sang suami, Rene Angelil yang jatuh pada Senin (14/1/2019). Singkat, namun terlihat jelas kalau diva cantik ini begitu merindukan sang suami.

"Rene tersayang, selalu bersamaku dan akan selalu begitu. Dalam ingatan yang penuh kasih," tulis ibu tiga anak ini, dalam bahasa Prancis dan Inggris.

[Gambas:Instagram]




Rene diketahui meninggal karena serangan jantung di usia 73 tahun, pada 14 Januari 2016. Celine sendiri mengenal Rene sejak usia 12 tahun, ketika Rene menjadi manajernya. Mereka terlibat asmara saat usia Celine 20 tahun dan menikah pada Desember 1994.

Celine Dion dan Rene dikaruniai tiga putra yaitu, Charles (17) dan si kembar Eddy dan Nelson yang berusia 8 tahun. Celine makin dekat dengan anak-anak apalagi sejak kepergian Rene, yang sangatlah berat baginya.




"Ini sebuah perjalanan yang berat. Melihat orang yang dicintai harus menderita selama tiga tahun terakhir sangatlah sulit, tapi semua orang mengalaminya. Aku merasa sangat kuat bukan hanya karena Rene mencintaiku, tapi dia juga memberikanku tiga anak yang begitu luar biasa, pintar, stabil dan percaya diri," kata Celine kepada Today.

Setahun setelah kepergian sang suami, Celine Dion mengaku bahwa dia dan anak-anak kembarnya, yang pada saat itu berusia 6 tahun, masih tidur di ranjang yang sama. Ini dilakukan karena rasa duka yang yang mendalam setelah kehilangan sosok ayah dan suami.

"Mereka banyak menghiburku. Aku butuh mereka dan sangat ingin mereka dekat," imbuh Celine Dion.

[Gambas:Instagram]



Ditinggalkan orang terkasih untuk selamanya, pasti bukanlah hal yang mudah. Psikolog anak, remaja, dan keluarga dari Tiga Generasi, Samanta Ananta, mengatakan bahwa shock bisa jadi reaksi pertama yang muncul ketika seseorang yang kita sayangi meninggal dunia lebih dulu. Terutama kalau peristiwanya mendadak atau nggak terprediksi sebelumnya.

Samanta menjelaskan, menurut hasil penelitian di The Journal of Gerontology: Series B, Volume 55, seseorang yang sangat bergantung pada pasangan yang meninggal dunia akan lebih sulit untuk melewati fase berduka dibandingkan pasangan yang lebih mandiri. Apalagi, nggak sedikit wanita yang fokus berperan jadi ibu rumah tangga setelah menikah dan mengandalkan sumber pendapatan utama dari suami.

"Namun, si wanita sering kali dituntut untuk lekas pulih dari periode berdukanya agar terlihat tegar dan kuat di depan anak-anak, serta mencari sumber penghasilan baru untuk memenuhi kebutuhan hidup selanjutnya pasca suami meninggal dunia," kata Samanta.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang istri untuk melewati periode berduka, kata Samanta nggak bisa diperkirakan, Bun. Sebab, setiap orang akan memiliki periodenya masing-masing yang berbeda.


(aml/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi