mom-life

Nostalgia Meisya Siregar Atur Keuangan di Awal Pernikahan

Amelia Sewaka Kamis, 31 Jan 2019 16:31 WIB
Nostalgia Meisya Siregar Atur Keuangan di Awal Pernikahan
Jakarta - Perjalanan kehidupan dengan pasangan yang sebenarnya baru dimulai setelah menikah, inilah yang dirasakan presenter sekaligus aktris, Meisya Siregar, Bun. Dirasa harus mempunyai rencana kehidupan yang matang, sejak awal menikah Mompreneur ini pun sudah 'melek' investasi.

"Jadi waktu baru awal menikah, aku dan suami udah mulai mikir nanti sekolah anak-anak gimana, kesehatannya, masa depannya. Belum lagi uang liburan, uang semacam dana pensiun, dana darurat dan lain sebagainya sudah kita pikirin tuh," kata Meisya di sela acara Launching Tokopedia Emas, Didukung oleh Pegadaian Tabungan Emas' di Tokopedia Tower Ciputra World 2, Jakarta Selatan, pada Rabu (30/1/2019).

Karena itu, untuk mematangkan rencana ekonomi keluarganya, Meisya pun sempat menyewa personal financial planner. Tugas financial planner tersebut untuk membantu perencanaan keuangan dan goals lain yang ingin dituju keluarganya.


"Financial planner ini yang membuat perencanaan keuangan untuk goals atau tujuan kita kedepannya. Misal, mulai dari sekolah anakku nanti mau di mana sejak TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah. Perencanaan lahiranku juga mau di mana, berapa biaya persalinan sampai termasuk cita-cita lainnya seperti ingin punya rumah, naik haji, ganti mobil atau rencana lain apapun itu kita breakdown tuh sampai si financial planner itu yang memposting penghasilan kita tiap bulannya," tambah ibu tiga anak ini.
Nostalgia Meisya Siregar Atur Keuangan di Awal PernikahanFoto: Instagram @meisya_siregar



Setelah itu, financial planner tersebut menyarankan Meisya dan sang suami untuk menyisihkan 30 hingga 35 persen dari penghasilan untuk langsung diinvestasikan. Di awal-awal, Meisya dan sang suami Bebi Romeo pun merasakan kok yang namanya bingung mau investasi apa dan di mana.

"Kita kan awam ya, bingung tuh mau investasi di mana, mau deposito atau emas atau reksadana atau malah bisnis. Nah, itulah tujuanku hire financial planner yaitu kita minta diedukasi tentang masalah seperti ini. Baru deh tuh, dibagi-bagi sama dia, dana ini dimasukkan ke asuransi proteksi, dana sekian dimasukkan ke tabungan, dana sekian dijadikan emas. Nanti dana-dana ini bisa digunakan begitu anak masuk sekolah, jadi emang udah kita siapin dari awal tuh dana anak-anak," imbuh Meisya.

Seterusnya, Meisya dan Bebi pun mulai rajin riset dan mencari informasi tentang investasi. Seperti, apa sih baik buruknya jika investasi emas? Apa baik buruknya investasi reksadana dan baik buruk investasi lainnya.
Nostalgia Meisya Siregar Atur Keuangan di Awal PernikahanFoto: Istimewa
"Jadi ya kita pelan-pelan sambil menyelam minum air. Jadi memang harus 'melek' investasi sekarang-sekarang sih," tutur Meisya Siregar.

Alasan ibu dari Lyrics Syabila Mu Saqeena, Song Louisa Mu'Khadijah, dan Muhammad Bambang Arr Reybach ini memakai jasa financial planner karena ia adalah orang yang cukup well planned sedangkan sang suami adalah tipe cenderung 'lihat nanti'. Merasa sang suami bukan seorang pegawai yang mendapat tunjangan, dana pensiun dan segala macam, mereka pun sadar bahwa segala sesuatu memang harus dipersiapkan secara matang.

"Biaya sekolah aja sekarang udah berapa, ditambah inflasi. Nah, yang seperti ini tuh nggak bisa disepelein apalagi suamiku bukan pegawai yang bisa dapat tunjangan atau uang pensiun. Makanya aku sadar, semua harus dipersiapkan secara matang," tutur Meisya Siregar.


Nostalgia Meisya Siregar Atur Keuangan di Awal PernikahanFoto: iStock

Akhirnya Meisya pun memakai jasa financial planner selama kurang lebih tiga tahun. Dengan dirinya yang semakin banyak tahu dan belajar, jasa tersebut sudah kurang diperlukan, ditambah biayanya yang semakin mahal.

"Karena fee-nya udah mahal banget jadi ya sekarang udah nggak pakai jasa financial planner lagi. Karena kalau aku pikir-pikir dananya malah bisa aku jadiin investasi," tutur Meisya Siregar.

Nah, bicara soal investasi, sebenarnya itu bisa dilakukan di berbagai instrumen, mulai dari obligasi, saham, emas, dan lain-lain, Bun. Coba cari investasi yang kira-kira memberikan yield (imbal hasil) lebih tinggi dari tingkat inflasi tahunan.

Jangan sampai nih, uang lebih yang kita miliki hanya disimpan di bank karena makin lama akan semakin habis tergerus inflasi. Apalagi, di zaman sekarang seluruh bank memberikan bunga tabungan yang sangat 'irit', jauh di bawah inflasi.

Nah, berikut 5 tips dilansir detikcom, yang bisa berguna untuk Ayah dan Bunda yang ingin atau baru memulai berinvestasi. Simak bersama ya Bunda.

1. Selalu memperhatikan tujuan berinvestasi sebelum memulai investasi. Beda tujuan, akan beda lho aset investasi yang sesuai.

2. Kenali dan pahami risiko investasi yang menyertai setiap produk.

3. Rajin membaca literatur keuangan dan selalu up to date dengan kondisi pasar.

4. Tahu batas teratas dari imbal hasil yang diharapkan. Maksudnya, setiap aset investasi punya perkiraan hasil keuntungan yang wajar, misalnya 5 persen per tahun untuk deposito atau 10 persen per tahun untuk reksa dana pendapatan tetap. Ingat, Bun, jangan serakah dan tergoda untuk menginvestasikan seluruh uang ke satu produk karena teriming-iming imbal hasil tinggi.

5. Tenang dan bijak dalam mengambil keputusan. Tidak menggunakan emosi dalam mengambil keputusan investasi merupakan salah satu kunci sukses banyak investor dalam berinvestasi.


(aml/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi