HaiBunda

MOM'S LIFE

3 Persiapan agar Program Diet Bunda Sukses

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 03 Feb 2019 09:10 WIB
3 Persiapan agar Program Diet Bunda Sukses/ Foto: iStock
Jakarta - Terkadang orang salah kaprah dengan istilah diet yang sesungguhnya. Hingga akhirnya diet merupakan suatu paksaan akibat stres karena melihat bentuk tubuh yang nggak diinginkan. Padahal, menurut ahli gizi Pafitri S.K.M. RD, diet nggak boleh dalam kondisi stres.

Sebelum kita diet, kata Pafitri, baiknya cari tahu dulu apa pengertian diet, Bun. Jika sudah paham betul dari riset kecil atau hasil mempelajari buku, barulah merencanakannya.

Pafitri berbagi tiga persiapan penting agar diet Bunda sukses, yaitu:


1. Kenali status gizi

Langkah pertama, kita harus mengenal status gizi, Bun, apakah proprosional atau nggak.

"Harus lihat proposional tubuh kita, lihat indeks BMI. Caranya berat badan dibagi tinggi badan dalam meter dikuadratkan,"kata Pafitri dalam acara WRP & Shopee '3 Steps to Reach Your Body Goals' di Kantor Shopee Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (2/1/2019).

Kata Pafitri, orang Indonesia memiliki BMI normal di kisaran 18,5 - 24,9. Kalau kurang dari 18,5, masuk kategori underweight atau di bawah rata-rata. Jika di atas 24,9, masuk kategori overweight. Nah, keduanya memiliki permasalahan yang sama yakni pola makan.

"Kalau punya masalah pola makan harus diatur dulu," ujar Pafitri.
3 Persiapan agar Program Diet Bunda Sukses/ Foto: iStock

2. Kenali kebutuhan kalori

Kalau mau menghitung kebutuhan kalori tubuh caranya gampang, Bun. Pafitri menyebutkan 25 kalori per kilogram berat badan adalah kebutuhan tubuh kita.

"Kalori jangan dikurangi atau ditambah. Jangan kelebihan. Kalau pun mau dilakukan pengurangan nanti saat diet harus bertahap 300 - 500 kalori per hari. Jadi dalam satu bulan, berat badan akan turun 2 - 4 kg dan itu normal," ujar Pafitri.

3. Atur jadwal dan porsi makan

Dalam satu hari, kita diwajibkan konsumsi tiga kali makanan utama dan dua kali makan selingan. Jangan lupa untuk mengatur proporsinya, Bun, yaitu 25 persen sarapan, 30 persen makan siang, 25 persen makan malam, dan 10 persen selingan dua kali. Jadi totalnya 100 persen.

"Tidak ada yang namanya skip sarapan, mulai dari yang praktis kalau nggak sempat. Zat gizi itu zat pemelihara hormon, jangan pernah lepas juga makan sayur dan buah. Kalau makan nggak seimbang akan berisiko kena sindrom metabolik," kata Pafitri.

Menurut Pafitri, hingga kini masih banyak orang yang pola makannya salah. Untuk itu, dia menyarankan porsi makan seseorang harus disesuaikan dengan kebutuhan.

"Tiap orang beda jadi jangan lirik piring suami karena lebih banyak, karena jelas kebutuhan di tubuhnya berbeda," tutup Pafitri.

(aci/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Mom's Life Arina Yulistara

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK