mom-life

Kezia Toemion, Pengusaha Kosmetik Menantu Baru Bambang Soeharto

Annisa Karnesyia Minggu, 10 Mar 2019 15:59 WIB
Kezia Toemion, Pengusaha Kosmetik Menantu Baru Bambang Soeharto
Jakarta - Kezia Toemion, salah satu pendiri brand kosmetik lokal Esqa resmi menikah dengan Bambang Aditya Trihatmanto, cucu Presiden ke-2 RI, Soeharto, Sabtu (9/3/2019).

Aditya merupakan anak bungsu Bambang Triatmojo dari istri pertamanya, Halimah. Kezia pun membagikan momen kebahagiaan pernikahannya dengan pria yang akrab disapa Adi, dalam akun Instagram miliknya, @keziatoemion.

"I have loved you since we were 16 until infinity baby. 3.19 #ADIctedtoKEI," tulis Kezia.

[Gambas:Instagram]

Kezia dan Adi diketahui telah menjalin hubungan sejak lama, tepatnya saat mereka berusia 16 tahun. Dikutip dari detikcom, keduanya sama-sama menyelesaikan gelar master di Universitas Loyola Marymount, Los Angeles, Amerika Serikat.


Mereka lulus pada 2015 dan Kezia kini sukses sebagai business woman muda. Sebelumnya, Kezia mengaku pernah bekerja di perusahaan keuangan di Los Angeles.


Menulusuri garis keturunannya, Kezia ternyata bukan datang dari keluarga biasa, Bun. Ayahnya adalah mantan Kepala Badan Koordinator Penanaman Moda (BKPM), Theo F. Toemion.

Ia memulai bisnis kosmetik bersama sahabatnya, Cindy Angelina, dengan menggolontorkan dana cukup fantastis, mencapai Rp 1 Miliar. Dana tersebut untuk membiayai segala sesuatunya mulai dari proses perencanaan, pra produksi, produksi, hingga pasca produksi yang cukup lama.

Kini, produk kosmetik Esqa sudah semakin berkembang. Baru-baru ini, brand lokal itu meluncurkan koleksi lipstik hasil kolaborasi dengan penyanyi Bunga Citra Lestari.

Lahir dari keluarga yang sukses, membuat Kezia dan Adi memang tumbuh jadi anak yang patut dibanggakan kedua orang tua. Salah satu penelitian dari Institute of Education, Universitas London, memaparkan bahwa orang tua yang memiliki kelas sosial tinggi dan sukses akan membuat kinerja anak lebih baik di sekolah, dibanding pola asuh 'baik' yang umum diberikan.

"Walaupun pengasuhan 'baik' pada anak itu penting, kebijakan yang difokuskan pada pola asuh anak tidak dapat mengatasi ketidaksetaraaan sosial yang berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang," kata salah satu peneliti, Alice Sulivan, dikutip dari The Guardian.

Penelitian juga menunjukkan, dari 11.000 anak berusia tujuh tahun yang memiliki orang tua sebagai pekerja profesional, akan memiliki keterampilan membaca dan menganalisis lebih cepat delapan bulan dari anak sebaya, yang berasal dari orang tua tidak bekerja. Hasilnya, keadaan ekonomi yang baik memang berpengaruh besar dalam pola asuh efektif pada anak.

Tapi, meskipun sisi ekonomi itu penting, perhatian dan dukungan orang tua juga enggak boleh dilupakan ya, Bun.

"Orang tua memegang peranan penting pada anak-anak dengan tanggung jawab atas potensi si anak. Jika orang tua memberi perhatian dan dukungan pada potensi anak sejak dini, mereka akan merasakan manfaatnya saat memasuki dunia kerja," ujar Nick Clegg, politisi dan mantan Perdana Menteri Inggris.
(ank/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi