mom-life

Cerita Penyanyi Astrid Lebih Nyaman dengan Satu Anak Saja

Muhayati Faridatun Sabtu, 13 Apr 2019 11:01 WIB
Cerita Penyanyi Astrid Lebih Nyaman dengan Satu Anak Saja
Jakarta - "Bintang menyala terang. Di tengah lautan malam. Begitu singkat mata dan hati. Mampu resapi kilaunya," demikian lirik Ratu Cahaya yang populer pada 2003. Lagu tersebut menjadi soundtrack film horor Tusuk Jelangkung.

Masih ingatkah Bunda dengan penyanyi yang membawakan lagu Ratu Cahaya? Ya, Astrid Sartiasari, atau lebih dikenal dengan nama panggung Astrid.

Hingga kini, perempuan kelahiran Surabaya tersebut masih aktif di dunia hiburan. Selain mengisi soundtrack film, Astrid juga mulai menjajal akting di film layar lebar, Rumput Tetangga.



Di tengah kesibukan menjalani karier, Astrid adalah seorang ibu rumah tangga dengan satu anak. Astrid yang menikah dengan Arlan Jumarwan Djoewarsa pada 2011 telah dikaruniai anak laki-laki bernama Alec Djuara Djoewarsa.

Di usia Alec yang menginjak enam tahun, Astrid kerap mendapat pertanyaan dari teman dan keluarga mengenai rencana memberikan adik untuk si sulung. Sebagai pribadi yang perfeksionis, Astrid menyadari bahwa dia bakal kerepotan jika harus mengurus lebih dari satu anak.

"Enggak bisa multitask karena aku perfeksionis. Jadi kalau yang ini enggak benar, nanti yang satunya bagaimana. Ini jadi kayak pusing sendiri," ujar Astrid, saat intimate interview bersama HaiBunda, belum lama ini.

[Gambas:Instagram]


Saat ini, Astrid pun memilih untuk tidak menambah anak lagi. Alasannya bukan karena akan sulit menerima pekerjaan lagi, Bunda. Melainkan Astrid ingin lebih mencurahkan semuanya untuk anak semata wayang.

"Satu saja. Tapi kita maksimalkan anak ini," ucapnya.

Meski demikian, Astrid tak menutup kemungkinan memiliki anak lagi di masa depan. Harapannya, dia bisa memperoleh anak perempuan karena cucu dari keluarga Astrid dan sang suami hampir semua berjenis kelamin laki-laki.

"Jadi, kayaknya lucu kalau satu perempuan. Wah, jadi princess banget nih kayaknya. Sempat ada terbesit itu," tuturnya tersenyum.

Apa yang dirasakan Astrid barangkali juga dialami oleh bunda-bunda lain ya. Menurut Edward Christophersen, Ph.D, seorang psikolog di Children's Mercy Hospital di Kansas City, Missouri, dan profesor pediatri di Kansas City School of Medicine, bagi sebagian orang, bagian tersulit dari memiliki anak kedua adalah 'menyerahkan diri' menjadi orang tua seutuhnya.

Edward mengatakan, saat seseorang baru memiliki satu anak, orang tua masih bisa menjalani gaya hidup seperti sebelum punya bayi. Bunda masih bisa pergi berlibur atau keluar sekadar makan malam. Terkadang, Bunda masih bisa bersantai ketika anak tidur siang dan bermain.


Tapi, ketika bayi nomor dua lahir, semua berubah. Rasanya sulit meninggalkan dua anak di rumah ketimbang meninggalkan satu anak. Selain itu, saat tidur siang nih, saat satu anak tidur, yang lain melek. Bahkan sering kali anak-anak menangis karena berebut sesuatu atau diusili.

Bunda, simak juga ya cerita Astrid selengkapnya di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(som/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi