mom-life

Demi Dampingi Istri Melahirkan, Ruben Onsu Batalkan Kontrak Kerja

Annisa Karnesyia Minggu, 14 Jul 2019 17:00 WIB
Demi Dampingi Istri Melahirkan, Ruben Onsu Batalkan Kontrak Kerja Demi Dampingi Istri Melahirkan, Ruben Onsu Batalkan Kontrak Kerja/ Foto: Instagram
Jakarta - Ruben Onsu baru dikaruniai anak kedua, Thania Putri Onsu. Kelahiran Thania menyisakan cerita bagi suami Sarwendah itu.

Dikutip dari detikcom, demi menemani sang istri melahirkan di Singapura, Ruben sampai membatalkan pekerjaannya. Tidak sampai di situ, pria 35 tahun itu juga harus membayar denda.

"Iya kan waktu Wendah hamil anak kedua, jadwal MC dari setahun sebelum sudah ada. Bahkan, ada yang belum nemu gedung, kita sudah dibayar. Nah, akhirnya aku sadar pas beberapa hari sebelum lahiran, ada jadwal MC," kata Ruben.


Setelah menyadari, Ruben langsung membatalkan kontrak dan membayar denda. Tindakan ini adalah bentuk tanggung jawabnya pada pekerjaan.

"Karena aku ngebatalin satu bulan sebelumnya, jadi penggantinya tiga kali lipat sesuai dengan kontrak yang berlaku. Karena saya enggak mau ada yang merasa dirugikan dan tersakiti, jadi saya lebih baik sama keluarga," ujarnya.

Untuk urusan keluarga, Ruben merasa enggak rugi harus membayar denda sebesar 300 juta. Apalagi untuk mendampingi istrinya melahirkan.

"Kalau mau dihitung-hitung uangnya tentu sayang, tapi kan itu komitmen. Karena pembatalannya dari pihak saya dan semua juga tahu, saya membatalkan karena istri melahirkan. Pasti istri juga enggak butuh apa-apa kan, dia cuma butuh saya ada di sampingnya," papar Ruben.

Demi Dampingi Istri Melahirkan, Ruben Onsu Batalkan Kontrak KerjaDemi Dampingi Istri Melahirkan, Ruben Onsu Batalkan Kontrak Kerja/ Foto: instagram

Memang, saat melahirkan, kehadiran dan dukungan dari suami sangat dibutuhkan istri, Bun. Dilansir Motherly, studi menunjukkan kalau dukungan langsung dari orang terdekat selama proses melahirkan, bisa mengurangi sakit, waktu persalinan, dan penanganan medis yang dibutuhkan.

Jika pasangan enggak tahu apa yang harus dilakukan saat persalinan, paling tidak kehadirannya sudah cukup. Selain itu, jangan lupa persiapan sebelum persalinan, Bun.

Kata penulis buku The Everything New Mother's First Year, Robin Elise Weiss, PhD, memasuki ruang persalinan tanpa persiapan adalah hal yang buruk. Selain dukungan, pasangan paling tidak tahu informasi seputar persalinan.

"Pasangan bisa menjadi pengambil keputusan medis saat istri melahirkan. Itulah pentingnya mengetahui informasi dari proses kehamilan sampai persalinan," kata Weiss, mengutip Very Well Family.

Simak juga informasi seputar proses kehamilan dengan cara bayi tabung di video berikut ya, Bun.

[Gambas:Video Haibunda]





(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi