HaiBunda

MOM'S LIFE

Cara Tepat Kombinasikan Keju dengan Masakan Khas Indonesia

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 03 Sep 2019 09:34 WIB
ilustrasi keju/ Foto: iStock
Jakarta - Keju digemari banyak orang di dunia karena rasanya yang gurih. Menurut Chef Degan Saptoadji, keju bila ditambahkan ke masakan apa pun menjadi lebih istimewa. Jadi sesuatu yang beda dari biasanya, itu yang membuat keju digemari banyak orang.

"Keju kalau dilihat sangat fleksibel, bisa menjadi topping sebuah makanan, bisa jadi isian, bisa dicampur dengan adonan, bisa membuat makanan pembuka, dessert," kata Degan di acara Press Conference Pre-Event Festival Kuliner KRAFT, di bilangan Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).

Nah, mungkin beberapa dari kita suka menambahkan keju ke masakan rumah. Namun, seringkali kita main aman, Bun, entah omelet atau makaroni. Lalu, bagaimana dengan masakan lainnya?


Chef Degan pun memberikan tipsnya. Jadi, di masakan nusantara cocok tapi keju itu harus dipilih yang sesuai. Artinya cocok adalah supaya rasanya tidak dominan pada makanan tersebut, Bun.

"Tidak mengubah cita rasa khas dari sebuah makanan. Harus ada balanced-nya di antara keju dan makanannya," ujarnya.

Jelasnya, kita harus memilih bahan-bahannya yang kita mau pakai. Misalnya pakai sayuran, harus menggunakan sayuran yang rasanya netral artinya keju tersebut bisa dikombinasikan.

"Sayuran yang netral antara lain brokoli, labu siam. Kalau kita ngomong misalnya pare enggak bisa karena pahit. Buat saya pribadi kurang cocok, tapi ada juga yang suka," kata Degan.
ilustrasi keju sebagai topping makanan/ / Foto: Istimewa
Menurut Degan, kita harus hati-hati karena kalau kita mencampur keju dengan masakan rumah khas Indonesia. Ini karena kita ingin mendapatkan gurih dari keju tapi kita ingin tetap mempertahankan rasa masakan nusantaranya.

"Kita harus memilih kombinasi yang cocok misalnya jangan mengombinasikan masakan yang sudah strong, contohnya sambal matah Bali. Mungkin kejunya nanti akan kalah rasanya, jadi kurang pas," tutur Degan.

Kita bisa kreasikan dengan masakan lain yang tidak strong rasanya, contohnya lumpia. Tidak mengubah rasa tapi hanya menambahkan keju.

"Saya selalu bilang gini, dari segi masakan memang enggak ada peraturan. Kalau ada peraturan kita mungkin akan terus makan masakan dahulu. Misalnya dahulu di masakan nusantara enggak ada keju, sekarang sekian banyak orang suka keju. Zaman sekarang ini setidaknya kita bisa memilah, mana yang pas ditambah keju mana yang tidak," kata Degan.

Namun, semuanya kembali lagi ke selera masing-masing. Jika Bunda dan si kecil suka sekali dengan keju enggak ada salahnya membuat rasa keju lebih dominan dibanding bahan masakan lainnya.

Simak juga resep perkedel isi ikan dan keju melalui video berikut.

(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Hukum Berhubungan Suami Istri di Malam Takbiran Idul Fitri Menurut Islam

Kehamilan Azhar Hanifah

5 Tips untuk Orang Introvert saat Acara Kumpul Keluarga

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Ciri Kepribadian Orang yang Gemar Mengambil Foto Langit

Mom's Life Annisa Karnesyia

Aira Yudhoyono Anak Annisa Pohan & AHY Lulus Masuk UI, Ikuti Jejak Sang Bunda

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Potret Anak Artis Lebaran Pertama di 2026, Bayi Zaskia Sungkar hingga Aaliyah Massaid

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

105 Ucapan Idul Fitri 2026 Lengkap Islami Bahasa Arab, Jawa, Sunda, Inggris untuk Teman & Keluarga

5 Tips untuk Orang Introvert saat Acara Kumpul Keluarga

Ciri Kepribadian Orang yang Gemar Mengambil Foto Langit

5 Potret Anak Artis Lebaran Pertama di 2026, Bayi Zaskia Sungkar hingga Aaliyah Massaid

Aira Yudhoyono Anak Annisa Pohan & AHY Lulus Masuk UI, Ikuti Jejak Sang Bunda

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK