moms-life

Diet Rendah Lemak Baik untuk Kesehatan?

Annisa Karnesyia Sabtu, 14 Sep 2019 09:33 WIB
Diet Rendah Lemak Baik untuk Kesehatan?
Jakarta - MenerapkanĀ diet rendah lemak bisa menjadi pilihan untuk menurunkan berat badan. Diet ini menyarankan pegiatnya mengonsumsi makanan seperti sayur, buah, dan beberapa jenis protein.

Melansir Medical News Today, sebuah studi baru menemukan kalau diet tinggi lemak bisa memicu perkembangan tumor dibanding diet rendah lemak. Studi juga menjelaskan menu makan diet rendah lemak bisa meningkatkan harapan hidup seseorang yang didiagnosis kanker payudara, Bun.

Studi ini meneliti hampir 50.000 wanita pascamenopause selama lebih dari 2 dekade. Mereka berupaya menemukan efek dan kaitan diet rendah lemak pada kanker payudara, kanker kolorektal (kanker usus besar), dan risiko penyakit jantung.


Beberapa temuan tentang manfaat diet rendah lemak, di antaranya:

1. Wanita yang pernah mengidap kanker payudara dan menerapkan diet rendah lemak (banyak makan sayuran, buah, dan biji-bijian) dengan sesuai, sebanyak 15 - 35 persen lebih kecil kemungkinan meninggal dari sebab atau sakit apapun.

2. 13 - 25 persen membuat pengidap diabetes kemungkinan kecil tidak tergantung dari insulin.

3. Wanita yang tidak memiliki tekanan darah tinggi atau riwayat penyakit kardiovaskular pada awal penelitian, 15 - 30 persen kecil kemungkinan terkena penyakit jantung koroner selama kurun waktu penelitian.

"Hasil terbaru mendukung kalau nutrisi dari diet rendah lemak dengan banyak makan sayuran, buah, dan biji-bijian, bermanfaat untuk kesehatan tanpa efek samping," kata tim peneliti.

Ilustrasi makan makanan rendah lemakIlustrasi makan makanan rendah lemak/ Foto: iStock

Sayangnya, penelitian ini masih terbatas, Bun. Termasuk soal fakta bahwa peneliti hanya mencoba mengurangi lemak total tapi tidak mengurangi lemak jenuh dan tidak jenuh. Peneliti juga tidak merekomendasikan jenis biji-bijian yang dimaksud diet rendah lemak ini.

Banyaknya jenis-jenis diet yang ada memang masih dipertanyakan efeknya. Kata dr.Merdina Manik, M.Gizi, dari RSUD Kramat Jati, diet-diet ini kurang efektif karena terjadi pengurangan nutrisi yang berlebihan pada tubuh.

"Tubuh kita membutuhkan makronutrien, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein," ujar Merdina kepada HaiBunda baru-baru ini.

Menurut Merdina, karbohidrat dibutuhkan sebanyak 60 - 75 persen dari kebutuhan kalori, lemak 10 - 25 persen, dan protein sebanyak 10 - 15 persen. Disarankan melakukan diet yang disesuaikan dengan kebutuhan makronutrien kita.

"Diet yang disarankan adalah dietĀ gizi seimbang dengan ketentuan jumlah kebutuhan makronutrien," pungkas Merdina.

Simak juga manfaat sayuran dalam menurunkan berat badan di video berikut, Bunda.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi