sign up SIGN UP search


moms-life

Harusnya Melindungi, 5 Oknum TNI & Polisi Malah Siksa Istri

Yuni Ayu Amida Selasa, 15 Oct 2019 20:29 WIB
Berikut ini deretan kasus KDRT yang melibatkan oknum TNI dan polisi. caption
Jakarta - Setiap wanita tentu menginginkan hubungan rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Namun tak jarang, ada wanita yang mengalami nasib kurang baik, bahkan jadi korbanĀ Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh suaminya sendiri.

Komisioner Komnas Perempuan Riri Khariroh pun angkat bicara. Menurut catatan Komnas Perempuan, kasus KDRT tidak mengenal status sosial. Wanita dari kalangan manapun bisa mengalami KDRT.




"Itu bisa terjadi pada wanita di desa, kota, istrinya pejabat, well educated, istrinya profesor, dan enggak kenal kelas. Bahkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) malah mengatakan, justru wanita yang tinggal di wilayah urban yang rentan terhadap kekerasan," jelas Riri, dilansir detikcom.

Melihat keprihatinan ini, Riri pun memberikan saran agar korban KDRT berani melaporkan kasusnya ke Komnas Perempuan atau pihak kepolisian. Sayangnya, keberanian untuk melaporkan kasus KDRT ini belum banyak yang melakukan. Karena itu, jika wanita belum memiliki keberanian untuk melapor, datanglah ke lembaga layanan atau Komnas Perempuan, setidaknya untuk meminta solusi.

Dari sekian banyak kasus KDRT, nampaknya kasus KDRT yang melibatkan oknum polisi maupun TNI tentu jadi sorotan ya, Bunda. Melansir detikcom, berikut ini beberapa kasus KDRT yang melibatkan oknum polisi dan TNI.

1. Oknum polisi di Situbondo menganiaya istri hingga lebam

Kasus yang terjadi pada 2015 ini melibatkan oknum polisi di Situbondo, yang berpangkat Brigadir dengan inisial D. Ia dilaporkan ke SPKT Polres Situbondo oleh istrinya sendiri karena melakukan penganiayaan dengan tangan kosong dan benda tumpul.

Penganiayaan tersebut terjadi di tepi jalan wilayah Situbondo. Selain menderita luka lebam dan luka cakar di bagian pipi, sang istri yang berprofesi bidan juga mengalami luka cakar.

Ternyata, ia tak hanya membogem dan mencakar istrinya hingga menderita luka lebam dan luka cakar di pipi sebelah kiri. Pelaku juga menghantamkan sebuah kayu yang membuat bagian leher istrinya terluka. Tentunya kasus ini membuat karier D sebagai polisi terancam.

2. Oknum polisi di Bojonegoro menendang dan mencakar istri

Harusnya Melindungi, 5 Oknum TNI & Polisi Malah Siksa IstriFoto: Dok. iStock


Bripka M. Megaton Setya Putra, anggota polisi yang berdinas di Polsek Sugihawaras, dilaporkan ke Polres Bojonegoro oleh istrinya, Sandra Daesy. Laporan tersebut lantaran KDRT yang dilakukan Megaton pada sang istri.

Semua bermula dari cekcok mulut saat rebutan anak. Sang istri yang mengaku sudah tidak dinafkahi selama dua tahun merasa tidak tahan. Bahkan ia dipisahkan dari tiga anaknya. Karena hal tersebut, ia pun mendatangi rumah Megaton dengan maksud mengambil ketiga anaknya yang ikut sang suami. Namun, permintaannya ditolak dan terjadilah cekcok mulut.

Ujung-ujungnya, Sandra mendapat perlakuan kasar dari suaminya dengan cara ditendang dan dipukul. Dalam laporan tersebut pun ternyata tak hanya sang suami yang dilaporkan, namun juga mertuanya, ibu dari Megaton yang juga ikut menganiayanya.

3. Oknum polisi di Sulteng menganiaya istri siri hingga tewas

Seorang anggota Polres Parimo Sulawesi Tengah (Sulteng) bernama Irwan Lapalo tega menganiaya istri sirinya hingga tewas. Tindakan pelaku terungkap setelah saudara istri sirinya, yang berinisial AL mengadu ke Polda Sulteng.

Menurut AL, sebelum meninggal, korban sempat bercerita perihal penganiayaan tersebut padanya. Korban mengaku dipukuli sang suami, kemudian dicekik lehernya dan diinjak kemaluannya menggunakan kaki. Sang suami juga memasukkan tangannya ke mulut korban.

Korban mengembuskan napas terakhir di rumahnya. Ia dipulangkan dari rumah sakit karena minimnya biaya. Selain terancam sanksi internal, Irwan Lapalo terancam sanksi pidana.

4. Oknum polisi Sumut menembak istri lalu bunuh diri

Seorang Personel Polres Serdang Bedagai (Sergai) Aiptu Pariadi ditemukan meninggal di rumahnya, Dusun VI Desa Lidah Tanah Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Minggu (6/10/2019) dini hari. Sang istri, Fitri juga ditemukan tewas di rumah tersebut.

Menurut keterangan polisi, ditemukan luka tembakan dari tubuh kedua jenazah. Polisi menduga, Aiptu Pariadi yang sehari-hari bertugas di Sat Narkoba Polres Serdang Bedagai itu menembak istrinya sebelum melakukan bunuh diri.

Melalui informasi yang diperoleh, suami istri ini memang sempat terlibat pertengkaran, sebelum mereka ditemukan tewas. Selain itu, dari keterangan sejumlah saksi, pasangan suami istri ini memang kerap bertengkar.

5. Mayat dalam karung diduga dibunuh suami yang anggota TNI

Baru-baru ini, warga Desa Segerang, Mapilli, Polewali Mandar dihebohkan dengan penemuan jasad wanita dalam karung. Jasad tersebut diketahui bernama Jayanti, warga Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli.

Berdasarkan keterangan adik korban, Rahman, ia mengaku melihat Jayanti terakhir kali bersama suaminya. Sebelum meninggalkan rumah, Jayanti terlibat cekcok dengan sang suami.

Terkait cekcok ini, ibu Jayanti, Upe membenarkan bahwa anaknya memang kerap mendapatkan kekerasan dari sang suami. Suaminya diduga sering memukul Jayanti. Keluarga bahkan sudah menyarankan Jayanti untuk bercerai, namun ia menolak karena takut dengan ancaman.

Kabar terbaru saat ini, setelah sempat menghilang, suami Jayanti yang berinisial N, yang juga ternyata anggota TNI namun desersi sejak 2018, akhirnya menyerahkan diri ke pihak TNI. Serda N lalu menjalani pemeriksaan tertutup di Markas Komando Distrik Militer (Makodim).

Hingga saat ini, kasus masih dalam tahap penyelidikan. Meski belum ditetapkan sebagai terdakwa, Serda N dianggap penting dalam mengungkap kematian istrinya. Ia diduga mengetahui penyebab kematian Jayanti karena terakhir kali terlihat meninggalkan rumah bersama korban, hingga akhirnya korban dikabarkan hilang.

Tonton video terkait kasus Jayanti ini, Bunda.

[Gambas:Video 20detik]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi