sign up SIGN UP search

moms-life

Menerapkan Pola Diet Sehat dengan Mengonsumsi Kedelai

Haikal Luthfi Selasa, 24 Mar 2020 05:40 WIB
Berat badan yang ideal adalah dambaan bagi setiap orang. Salah satu alternatif menu makanan sehat untuk program diet Bunda, yakni kedelai. caption
Jakarta -

Memiliki berat badan yang ideal merupakan dambaan bagi setiap orang. Pola makan yang teratur serta pemilihan gizi makanan yang tepat akan berdampak signifikan pada berat badan yang sehat dan juga ideal. Salah satu makanan yang mudah diperoleh untuk program diet sehat Bunda, yakni kedelai.

Kedelai merupakan tanaman subtropis jenis kacang-kacangan yang biasa diolah masyarakat menjadi aneka bentuk pangan olahan. Produk olahan yang dihasilkan dari bahan kedelai, meliputi tahu, tempe, susu kedelai, kecap dan berbagai inovasi produk lainnya. Kedelai merupakan komoditas yang sarat akan manfaat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi.


Mengutip dari laman Stylecraze, dalam satu cangkir kedelai (per 186 gram) mengandung 830 kalori dan 56 gram karbohidrat. Berikut ini adalah nutrisi pokok yang terdapat pada kacang kedelai:


  • 67 gram protein
  • 37 gram lemak
  • 17 gram serat
  • 515 miligram (mg) kalsium
  • 29 mg zat besi
  • 521 mg magnesium
  • 3 gram fosfor
  • 3 gram kalium
  • 698 mikrogram folat
  • 41 IU vitamin A

Kandungan protein pada kedelai merupakan yang tertinggi di antara berbagai bahan protein lain. Tingginya kandungan protein pada kedelai menjadikannya sebagai sumber nutrisi berharga bagi mereka yang ingin melakukan diet, lho Bun. Sementara itu, fungsi protein yang dikandung kedelai adalah untuk membantu mengatur kadar insulin dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi kegemukan.

Manfaat Kedelai Untuk DietManfaat Kedelai Untuk Diet/ Foto: iStock

Berdasarkan penelitian yang berjudul "Role of Dietary Soy Protein in Obesity" disebutkan bahwa protein kedelai merupakan kandungan yang penting. Di antara protein makanan lain, protein kedelai dianggap sebagai protein yang lengkap karena mengandung banyak asam amino esensial, ditambah beberapa nutrisi makro lainnya dengan nilai gizi yang kira-kira setara dengan protein hewani.  

Lebih lanjut protein kedelai ini unik karena terdapat isoflavon yang merupakan senyawa bioaktif yang memungkinkannya bermanfaat bagi kesehatan. Isoflavon terdapat pada banyak spesies tanaman, terutama kedelai yang mempunyai kandungan isoflavon tertinggi. Berbagai literatur menunjukkan bahwa protein kedelai dan isoflavonnya memiliki peran penting dalam mengurangi obesitas atau kegemukan yang juga dapat memicu penyakit seperti jantung koroner dan diabetes.

Selain itu, kedelai juga mengandung lemak yang cukup tinggi. Berbeda dengan lemak kolesterol, lemak dalam kedelai merupakan lemak yang tidak jenuh.

Justru lemak kedelai mengandung lesitin dan fitosterol yang bermanfaat bagi tubuh sebagai antioksidan dan menekan produksi kolesterol dalam tubuh manusia. Lesitin kedelai merupakan senyawa campuran fosfatida dengan senyawa lemak.

Salah satu jenis lesitin dalam kedelai adalah lesitin HPF (Highly Purified Fraction) yang berperan dalam pembentukan HDL (High Density Lipoprotein). HDL dikenal sebagai kolesterol baik, yang berfungsi membersihkan LDL (Low Density Lipoprotein) atau dikenal sebagai kolesterol jahat.


Selain protein dan lemak, serat dalam kedelai juga memiliki manfaat yang sama baiknya, yang mencegah Bunda dari rasa lapar. Serat pada kedelai akan mengisi perut dan membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga dapat mencegah terjadinya gangguan pada gula darah yang bisa memicu rasa lapar. Jadi, apabila Bunda ingin mempertahankan berat badan agar tetap ideal, nutrisi yang terkandung dalam kedelai secara keseluruhan dapat mengurangi asupan kalori dengan menunda rasa lapar.

Dengan demikian, nutrisi pada kedelai tidak perlu diragukan lagi manfaatnya. Apalagi segala bentuk olahannya bisa menjadi alternatif menu diet yang menyehatkan. Bukan begitu kan, Bun?

Yuk Bunda, simak juga cara bikin camilan anak dari susu kedelai pada video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi