sign up SIGN UP search


moms-life

Tips Single Mother Atur Keuangan & Hasilkan Rp208 Juta Setahun di Usia 19

Yuni Ayu Amida Selasa, 19 May 2020 07:03 WIB
Tasha Cochran caption
Jakarta -

Kesuksesan memang tak datang secara tiba-tiba, Bunda. Seperti yang dialami seorang pakar keuangan, Tasha Cochran.

Dikutip dari Parents, saat berusia 19 tahun, Cochran sudah jadi ibu tunggal yang menghasilkan uang senilai 14.000 dolar setahun, atau setara Rp208 juta. Kini, ia adalah seorang pengacara dan pakar keuangan, yang juga punya saluran YouTube terkenal dan blog keuangan pribadi, One Big Happy Life, dengan penghasilan miliaran rupiah.


Saat muda, Cochran ingin kuliah, tapi tidak cukup uang untuk membayar biayanya. Jadi, asosiasi G.I. Bill yang membantu menutupi biaya kuliah untuk para veteran, membawanya bergabung dengan militer.

Saat berada di tempat pelatihan marinir, Cochran hamil putri pertamanya, Alexis. Ia pun mulai fokus pada keuangan terkait anggaran untuk bayi. Sebelum Alexis lahir, Cochran menyewa apartemen kecil dekat dari pangkalan militer di Quantico, Virginia, dengan harga Rp4 juta sebulan.

Setelah menyelesaikan kuliah di Community College, Cochran membuat pilihan sulit dengan meninggalkan militer. Dia memutuskan pergi ke Yale Law School setelah mengetahui ada program bantuan pembayaran pinjaman.

Ia kemudian bekerja di perbankan dan jadi pengacara keuangan. Ia sempat menikah, kemudian bercerai, lalu bertemu pasangannya, Joseph, dan punya anak lagi. Kehidupan keluarga, keuangan, dan karier ibu dua anak ini berubah, tak terhitung sejak dia jadi ibu tunggal di usia 19 tahun.

Di waktu senggang, Cochran bisa jadi pengacara sekaligus ibu, bekerja lewat saluran YouTube dan blog miliknya, dengan berbagi pelajaran hidup yang telah dia dan Joseph lalui. One Big Happy Life saat ini membantu orang lain mencapai kemandirian finansial.

Tasha CochranTasha Cochran/ Foto: istimewa



Nah, rupanya ini rahasia Cochran membangun kekayaannya tersebut:

1. Pahami apa yang diinginkan dari kehidupan

"Meskipun menggoda untuk mendapat sedikit saran atau rencana, semua itu tidak akan menjadi cara terbaik bagi Anda untuk menciptakan kehidupan yang ingin Anda jalani," kata Cochran.

"Kita hanya punya satu kesempatan hidup, dan uang menyentuh semuanya."

Itulah mengapa sangat penting untuk mencari tahu seperti apa hidup yang kita inginkan. Kemudian, pertimbangkan berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk menciptakan kehidupan tersebut. Setelah mengetahuinya, kita bisa membuat rencana keuangan yang dirancang khusus untuk kita.

Kata Cochran, nasihat ini berlaku juga untuk tabungan pensiun, Bunda. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang kita inginkan dari hidup ketika kita tidak bekerja lagi.

"Berapa banyak yang ingin Anda belanjakan saat pensiun? Sekarang Anda tahu berapa banyak simpanan yang perlu Anda miliki, dan kemudian Anda dapat kembali ke tingkat tabungan minimum," jelasnya.

2. Selalu punya rencana satu tahun

Ketika Cochran memutuskan untuk meninggalkan militer dan melanjutkan pendidikan, situasi keuangannya mungkin akan membuat orang lain takut untuk bertindak. Setelah meninggalkan perumahan militer, ia menghasilkan sekitar $25.000 per tahun atau setara Rp370 juta, dan ia memiliki anak kecil.

Di masa tersebut, ia punya cara mengatur keuangan yang unik, sesuatu yang ia sarankan untuk diikuti orang-orang saat ini.

"Ketika Anda merencanakan perubahan finansial besar, hidup juga akan berubah. Hanya melihat pengeluaran bulan pertama tidak akan berpengaruh," kata Cochran.

Sebagai gantinya, dia memikirkan pengeluaran selama satu tahun. Serta menanamkan 'tanya' pada diri sendiri, bagaimana saya bisa bertahan selama satu tahun penuh?

"Proses ini akan terasa seperti sesuatu yang bisa Anda lakukan dan pertahankan tahun demi tahun. Karena jika Anda bisa melakukannya selama satu tahun, Anda bisa melakukannya selama beberapa tahun. Dan itulah yang saya lakukan," tuturnya.

3. Pelajari sebanyak mungkin tentang keuangan

Sebagai pengacara, Cochran bekerja untuk Komisi Perdagangan Federal (FTC) dengan bank-bank kecil dan Biro Perlindungan Keuangan Konsumen, yang mengatur bank-bank besar. Lewat pekerjaan-pekerjaan inilah dia mengembangkan keahlian di bidang keuangan. Di situlah dia menyadari, banyak orang takut menggunakan instrumen keuangan seperti kartu kredit.

"Semua pengalaman itu mempersiapkan saya untuk One Big Happy Life. Saya mengajar orang bagaimana benar-benar mengendalikan nasib finansial mereka, dengan membantu mereka memahami keuangan pribadi, bukannya takut pada semua instrumen keuangan ini," jelasnya.

Cochran yakin, memahami bagaimana instrumen keuangan bekerja dan bukannya mengintimidasi memungkinkan orang untuk mengoptimalkan penggunaannya. Dari sana, orang-orang bisa mulai membangun kekayaan dan juga menciptakan kehidupan yang mereka inginkan.

4. Jangan takut utang yang besar

"Banyak orang berpikir bahwa utang itu buruk," kata Cochran.

Tentu saja, penting untuk membuat keputusan yang berpendidikan dan tepat tentang mengambil utang. Namun bukan artinya utang jadi sesuatu yang otomatis dilarang. Dan ketika datang waktu untuk melunasi pinjaman atau utang lainnya, Cochran menyarankan agar memprioritaskan untuk membangun stabilitas keuangan.

"Jangan prioritaskan melunasi utang sebelum membangun stabilitas keuangan Anda. Ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan utang dan ketidakpastian keuangan Anda, tetapi Anda harus punya uang untuk bertahan hidup," tegasnya.

5. Pastikan anggaran sejalan dengan visi hidup

Kebanyakan orang menggerutu dan merasa kesal ketika terpaku pada anggaran. Tetapi Cochran memiliki perspektif baru.

"Sangat mungkin untuk menjalani kehidupan yang Anda inginkan saat Anda membuat bujet," tuturnya.

Cochran menekankan bahwa kuncinya adalah kejelasan tentang apa yang kita inginkan. Kemudian pastikan anggaran sesuai dengan hal tersebut.



Simak juga tips mengelola keuangan ala Astrid Tiar dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi