HaiBunda

MOM'S LIFE

Bunda, Waspadai Nyeri Perut Mirip Gejala PMS yang Kerap Dialami Wanita

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 18 Jul 2020 15:33 WIB
Waspadai Nyeri Perut Mirip Gejala PMS yang Kerap Dialami Wanita/ Foto: shutterstock
Jakarta -

Nyeri perut disertai kram dan kembung sering dialami wanita saat menstruasi. Namun, pada kondisi tertentu hal ini bisa disebabkan irritable bowel syndrome (IBS), Bunda.

IBS merupakan gangguan pencernaan kronis yang memengaruhi usus besar. Dikutip dari Healthline, kondisi ini menyebabkan rasa tidak nyaman, seperti sakit perut, kram, kembung, diare, atau sembelit.

IBS sendiri banyak dialami wanita. Sindrom ini mempengaruhi 1,5 sampai 3 kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria.


Gejala IBS pada wanita umumnya sama dengan pria. Tetapi, beberapa wanita melaporkan bahwa gejala bertambah buruk selama fase tertentu dari siklus menstruasi.

Menurut direktur klinis di bagian gastroenterologi dan hepatologi Johns Hopkins Medicine, Linda A. Lee, M.D., tidak ada tes yang sempurna untuk mendiagnosis IBS. Sebagai gantinya, dokter akan mencari gejala untuk memenuhi kriteria diagnosis.

"IBS adalah salah satu dari sekitar 30 penyakit gastrointestinal (GI) yang berbeda. Kami anggap fungsional, artinya tidak ada tes atau penanda, dan diagnosis didasarkan pada gejala," kata Lee, dilandir Self.

Gejala IBS biasanya muncul di masa kanak-kanak dan sebelum usia 40 tahun. Ada beberapa faktor pemicu IBD yang menimbulkan gejala-gejalanya, Bunda.

"Beberapa pemicu terbesar adalah pemanis buatan, minuman berkarbonasi, bawang putih, merokok, dan alkohol," ujar Christine Frissora, M.D., ahli gastroenterologi di Weill Cornell Medicine dan NewYork-Presbyterian.

Sedangkan menurut Lee, makanan berminyak bisa meningkatkan kontraksi kolon, sehingga membuatnya sensitif dalam merespons. Makanan apapun yang menyebabkan gas juga bisa menyebabkan gejala IBS.

Ilustrasi nyeri perut/ Foto: iStock

Penyebab IBS

Penyebab pasti IBS memang belum diketahui. Selain faktor pemicu, berikut beberapa hal yang tampaknya berperan, seperti mengutip laman Mayo Clinic:

- Kontraksi otot di usus
- Kelainan sistem saraf di pencernaan
- Peradangan di usus
- Infeksi berat seperti diare parah yang disebabkan bakteri atau virus
- Perubahan bakteri dalam usus

Pencegahan

Salah satu upaya mencegah IBS adalah mengendalikan stres untuk mengurangi gejala. Bunda bisa mencoba 4 hal berikut ini ya:

1. Bertemu konselor untuk belajar mengubah respons terhadap stres. Penelitian menunjukkan, psikoterapi dapat mengurangi gejala yang signifikan dan berlangsung lama.

2. Biofeedback untuk membantu Bunda menerima informasi tentang fungsi tubuh. Cara ini bisa membuat otot-otot mengendur dan meredakan gejala.

3. Latihan relaksasi progresif untuk membantu mengendurkan otot-otot tubuh dan melepaskan semua ketegangan. Caranya, kencangkan otot-otot kaki, konsentrasi, dan lepaskan atau rileks. Lakukan hal ini pada otot-otot tubuh yang lainnya.

4. Latihan teknik fokus untuk mengurangi stres dan melepaskan kekhawatiran serta gangguan di sekitar.

Simak juga dampak kurang tidur pada mentruasi, di video berikut:

(ank/kuy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tak Ikuti Jejak Ortu, 5 Anak Artis Ini Pilih Berkarier sebagai Dokter

Mom's Life Amira Salsabila

Mengenal Dirty Talks dan Artinya dalam Hubungan Intim Suami Istri

Kehamilan Melly Febrida

6 Cara Menanam Alpukat dari Biji yang Mudah Dilakukan di Rumah

Mom's Life Arina Yulistara

5 Resep Capcay Kuah Kental Rumahan ala Restoran Mahal

Mom's Life Amira Salsabila

6 Doa Terhindar dari Ain yang Bisa Diamalkan ke Anak Perempuan & Laki-laki

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Deretan Artis Bershio Kuda & Ramalan Peruntungannya, Waspadai Kerugian Besar!

Mengenal Dirty Talks dan Artinya dalam Hubungan Intim Suami Istri

6 Cara Menanam Alpukat dari Biji yang Mudah Dilakukan di Rumah

Tak Ikuti Jejak Ortu, 5 Anak Artis Ini Pilih Berkarier sebagai Dokter

6 Doa Terhindar dari Ain yang Bisa Diamalkan ke Anak Perempuan & Laki-laki

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK