sign up SIGN UP search


moms-life

Idul Adha Sebentar Lagi, Begini Doa & Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban

Annisa Karnesyia Rabu, 29 Jul 2020 12:08 WIB
Sapi kurban dari Jokowi-JK di Masjid Istiqlal caption
Jakarta -

Hari Raya Idul Fitri 1441 H telah ditetapkan jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020. Bicara soal Hari Raya ini, tentu erat kaitannya dengan qurban ya, Bunda.

Ya, qurban merupakan amalan yang bisa dilakukan di Hari Raya Idul Adha. Dilansir laman Badan Amal Nasional (BAZNAS), Aisyah radhiyallahu'anha menceritakan bahwa Nabi SAWA bersabda:

"Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam, IV/450).


Sebelum melakukan qurban, ada syarat yang harus dipenuhi dalam memilih hewan qurban. Jenis hewan qurban haruslah binatang ternak, di antaranya unta, sapi, kambing, dan domba.

Hewan juga harus dipastikan dulu kesehatannya ya. Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh sahabat Al-Bara bin Azib radhiyallahu anhu, ada empat larangan yang menyebabkan hewan tak sah digunakan berqurban, yaitu:

- Hewan yang buta, buta sebelah, atau jelas butanya.
- Hewan yang sakit, dan nampak jelas sakitnya.
- Hewan yang pincang, dan sangat jelas pincangnya.
- Hewan yang sangat kurus, bahkan seperti tidak terlihat dagingnya.

Hewan qurban juga harus memenuhi syarat usia, Bunda. Sapi dan kambing umurnya adalah 2 tahun memasuki umur ke 3. Domba memasuki tahun ke 2, sementara Unta telah genap 5 tahun dan memasuki tahun ke 6.

Girls wearing protective masks to help curb the spread of the coronavirus while they take selfie at a cattle market set up for the upcoming Muslim festival of Eid al-Adha on the outskirts of Karachi, Pakistan, Sunday, July 19, 2020. Eid al-Adha, or Feast of Sacrifice, most important Islamic holiday marks the willingness of the Prophet Ibrahim (Abraham to Christians and Jews) to sacrifice his son. (AP Photo/Fareed Khan)Ilustrasi hewan qurban/ Foto: AP/Fareed Khan

Doa dan niat sebelum menyembelih qurban

Dilansir CNN, hukum berqurban adalah sunah muakkad, artinya sunah yang kuat atau sangat dianjurkan. Menurut Ustaz ahli fiqih Muhammad Ajib, sebelum menyembelih hewan qurban, ada niat yang harus diucapkan.

"Niat qurban bisa kita lakukan dalam hati sejak tanggal 1 Dzulhijjah. Jadi, ketika kita sudah memiliki hewan qurban maka ketika itu juga kita sudah bisa berniat untuk qurban dalam hati. Sehingga ketika nanti menyembelih hewan qurban, kita tidak perlu niat lagi," kata ustaz Ajib dalam buku Fiqih Qurban Perspektif Madzhab Syaafi'iy.

"Cukup mengucapkan Basmallah, takbir dan langsung sembelih saja," sambungnya.

Sebelum mulai menyembelih hewan qurban, disunahkan untuk membaca bismillah, takbir, salawat, dan doa. Berikut doa yang bisa dilantunkan:

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

(Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim).

Artinya: Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.

Ketentuan menyembelih hewan qurban

Ustaz Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya mengatakan bahwa waktu menyembelih hewan qurban adalah setelah salat Idul Adha dilakukan. Namun, tidak boleh dikerjakan saat malam hari.

"Kalau soal disembelih malam harinya itu jadi tidak sah, khianat namanya," ujar Buya Yahya, dalam Youtube Channel Al Bahjah TV, dikutip Selasa (27/7/2020).

Penyembelihan hewan qurban bisa dilakukan sampai tanggal 13 Dzulhijjah, sebelum magrib. Jadi, bila Bunda ingin berqurban di tanggal setelah 10 Dzulhijjah, masih dibolehkan.

"Artinya, Anda bisa beli kambing di tanggal 12, tanggal 13 juga boleh, yang penting menyembelih dan membaginya sebelum terbenam matahari di hari ke-13," ucap Buya Yahya.

Puang Tedong, calon sapi kurban warga Polman, Sulbar, yang akan dibeli Presiden Jokowi untuk Idul Adha 1441 H (Abdy Febriadi/detikcom)Ilustrasi hewan qurban/ Foto: Puang Tedong, calon sapi kurban warga Polman, Sulbar, yang akan dibeli Presiden Jokowi untuk Idul Adha 1441 H (Abdy Febriadi/detikcom)

Tata laksana penyembelihan hewan qurban

Tahun ini, penyembelihan hewan qurban dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan bahwa protokol ini harus dipatuhi untuk mencegah dan meminimalkan potensi penularan virus Corona atau COVID-19.

Berikut 6 panduan penyembelihan hewan qurban tahun ini:

1. Pihak yang terlibat dalam proses penyembelihan saling menjaga jarak fisik (physical distancing) dan meminimalisir terjadinya kerumunan.

2. Selama kegiatan berlangsung, pihak pelaksana harus menjaga jarak fisik, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun selama di area penyembelihan, setiap akan mengantarkan daging kepada penerima, dan sebelum pulang ke rumah.

3. Penyembelihan qurban dapat dilaksanakan bekerja sama dengan rumah potong hewan dengan menjalankan ketentuan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal.

4. Dalam hal ketentuan yang tidak dapat dilakukan, maka penyembelihan dilakukan di area khusus dengan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, aspek kebersihan, dan sanitasi serta kebersihan lingkungan.

5. Pelaksanaan penyembelihan qurban bisa mengoptimalkan keluasan waktu selama 4 (empat) hari, mulai setelah pelaksanaan shalat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah hingga sebelum Maghrib tanggal 13 Zulhijah.

6. Pendistribusian daging qurban dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Simak juga cara mengajarkan anak mengaji, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi