sign up SIGN UP search


moms-life

Bunda Sering Merasa Lapar Setelah Makan? Ini Penyebab dan Solusinya

Yuni Ayu Amida Minggu, 02 Aug 2020 11:30 WIB
Ilustrasi lapar tengah malam. caption
Jakarta -

Merasa lapar sebelum makan pastinya adalah hal wajar. Tapi, apakah Bunda pernah merasa tetap lapar setelah makan? Cari tahu penyebabnya serta bagaimana solusinya yuk!

Ternyata, ada beberapa alasan mengapa orang merasa lapar setelah makan lho. Apa saja? Berikut ini HaiBunda rangkum penyebab merasa lapar setelah makan dan solusinya, dilansir Healthline.

1. Komposisi makanan

Tetap merasa lapar setelah makan bisa jadi karena komposisi gizi makanan yang Bunda makan.


Dijelaskan ahli nutrisi Jillian Kubala, MS, RD, mengonsumsi makanan yang mengandung lebih banyak protein cenderung membuat kita merasa lebih kenyang, daripada makanan yang mengandung lebih banyak karbohidrat atau lemak, bahkan saat jumlah kalorinya sama.

"Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan protein yang lebih tinggi lebih baik dalam merangsang hormon kenyang, seperti peptida-1, di antaranya glukagon, cholecystokinin," kata Kubala.

Kalau merasa lapar setelah makan dan memperhatikan bahwa makanan Bunda cenderung kurang protein dan serat, cobalah konsumsi lebih banyak makanan kaya protein dan serat.

2. Regangan reseptor

Selain komposisi makanan, perut memiliki reseptor peregangan yang memainkan peran penting dalam meningkatkan perasaan kenyang selama dan setelah makan. Reseptor peregangan mendeteksi seberapa besar perut kita mengembang saat makan, juga mengirim sinyal langsung ke otak untuk memicu perasaan kenyang, dan mengurangi nafsu makan.

Reseptor peregangan ini tidak bergantung pada komposisi nutrisi makanan, melainkan pada total volume makanan. Tapi, perasaan kenyang yang ditimbulkan reseptor peregangan tidak bertahan lama. Jadi, ini hanya membantu Bunda makan lebih sedikit dan merasa kenyang sementara.

Kalau Bunda tidak merasa kenyang selama atau setelah makan, cobalah memasukkan makanan dengan jumlah besar tetapi rendah kalori.

Makanan-makanan seperti sayuran segar, buah-buahan, popcorn, udang, dada ayam, dan kalkun, cenderung memiliki kandungan udara atau air yang lebih banyak. Juga, minum air sebelum atau selama makan akan membantu meningkatkan rasa kenyang.

3. Resistensi leptin

Dalam beberapa kasus, masalah hormon menjadi penyebab mengapa beberapa orang merasa lapar setelah makan.

Leptin adalah hormon utama yang memberi sinyal perasaan kenyang pada otak. Ini dibuat oleh sel-sel lemak, sehingga tingkat darahnya lebih tinggi pada orang-orang yang memiliki banyak lemak.

Tapi masalahnya, kadang leptin tidak bekerja sebagaimana mestinya di otak, terutama pada beberapa orang dengan obesitas. Ini biasa disebut resistensi leptin. Ini berarti bahwa meskipun ada banyak leptin dalam darah, otak kita tidak mengenalinya dan terus berpikir bahwa kita lapar bahkan setelah makan.

Meskipun resistensi leptin adalah masalah yang kompleks, penelitian menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik secara teratur, mengurangi asupan gula, meningkatkan asupan serat, dan tidur yang cukup, bisa membantu mengurangi resistensi leptin.

Ilustrasi perempuan laparIlustrasi perempuan lapar/ Foto: Thinkstock

4. Perilaku dan gaya hidup

Selain faktor utama di atas, faktor perilaku dan gaya hidup juga bisa menjadi penyebab kita merasa lapar setelah makan, beberapa di antaranya:

a. Terganggu saat makan

Penelitian menunjukkan, orang yang terganggu saat makan biasanya merasa kurang kenyang, dan memiliki keinginan lebih besar untuk makan sepanjang hari. Kalau Bunda biasanya makan dengan gangguan, cobalah berlatih mindfulness untuk lebih mengenali sinyal tubuh sendiri.

b. Makan terlalu cepat

Menurut hasil penelitian, orang yang makan cepat cenderung merasa kurang kenyang daripada orang yang makan lambat. Hal ini karena kurangnya mengunyah dan kesadaran, yang terkait dengan perasaan kenyang. Kalau Bunda termasuk orang yang makan cepat, maka berlatihlah untuk mengunyah lebih lama.

c. Merasa stres

Stres meningkatkan hormon kortisol, yang bisa memicu rasa lapar dan ngidam. Kalau Bunda sering stres, cobalah menjadikan yoga atau meditasi dalam rutinitas mingguan.

d. Banyak berolahraga

Orang yang banyak berolahraga cenderung memiliki selera makan yang lebih besar dan metabolisme lebih cepat. Kalau sering berolahraga, Bunda mungkin perlu mengonsumsi lebih banyak makanan untuk mengimbangi olahraga.

e. Kurang tidur

Tidur yang cukup sangat penting untuk mengatur hormon, seperti ghrelin, yang kadarnya cenderung lebih tinggi di antara orang yang kurang tidur. Cobalah mengatur rutinitas tidur yang sehat, atau membatasi paparan cahaya biru saat malam hari untuk mendapatkan tidur yang cukup.

f. Kurang makan

Dalam beberapa situasi, Bunda mungkin merasa lapar setelah makan hanya karena makan sedikit di siang hari.

g. Gula darah tinggi dan resistensi insulin

Memiliki kadar gula darah tinggi dan resistensi insulin bisa secara signifikan meningkatkan rasa lapar.

Simak juga alasan sarapan harus lengkap dan sehat dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi