sign up SIGN UP search


moms-life

Remehkan Corona, 5 Orang Ini Terinfeksi hingga Ada yang Mati

Asri Ediyati Sabtu, 01 Aug 2020 21:30 WIB
Positive blood test result for the new rapidly spreading Coronavirus, originating in Wuhan, China caption
Jakarta -

Sebagian orang ada hingga kini masih ada yang tak percaya dan tak patuh terhadap protokol kesehatan. Padahal, terlepas dari rumor-rumor yang beredar, virus Corona adalah ancaman nyata ya, Bunda.

Hal ini terbukti dari jumlah suspek yang terus bertambah, meninggalnya anggota keluarga. Belum lagi kerugian ekonomi yang menimpa banyak negara.

Namanya penyesalan selalu datang belakangan. Ada beberapa orang yang menceritakan pengalamannya mengidap Corona dan mengaku menyesalinya. Lalu, ada pula yang berujung tragis setelah tak percaya dan malah terinfeksi Corona.


Berikut HaiBunda rangkum dari berbagai sumber, cerita dari deretan orang-orang yang menjadi suspek Corona dan menyesal akibat tak percaya dan tak patuhi protokol kesehatan:

1. Menyesal ikuti pesta barbekyu tanpa patuhi protokol

Seorang pria California Selatan yang dites positif terkena virus korona setelah menghadiri pesta mengungkapkan ketakutan dan penyesalannya sehari sebelum dia meninggal.

Thomas Macias, 51, pergi ke acara barbekyu bulan lalu di dekat komunitasnya di Danau Elsinore, California. Tak lama setelah pesta, dia mulai merasa sakit. Pada 20 Juni, dia memposting pesan pedih di Facebook untuk memperingatkan orang yang dicintainya tentang risiko virus.

"Saya pergi beberapa minggu yang lalu... karena kebodohan saya, saya membahayakan kesehatan ibu dan saudara perempuan saya," tulisnya.

"Ini pengalaman yang sangat menyakitkan. Ini bukan lelucon. Jika Anda harus keluar, pakai topeng, dan latih jarak sosial. ... Semoga dengan bantuan Tuhan, saya akan bisa selamat dari ini," lanjut Macias, dikutip dari Mercury News.

Sayangnya, dia meninggal sehari setelah mengunggah postingan itu, Bunda.

2. Menyesal tak pakai masker

Seorang warga AS bernama Dan Garber sepenuhnya menyangkal saat mengalami gejala Corona. Tidak mungkin COVID-19, ia meyakinkan dirinya sendiri. Tidak ada yang dia kenal mengidap penyakit itu, jadi itu pasti sesuatu yang lain.

Garber diuji untuk COVID-19, dan tiga hari kemudian ia mengetahui hasilnya positif. Dia menggambarkan berita itu seperti kecelakaan besar. "Ini seperti kecelakaan mobil," katanya kepada The Post-Crescent.

Pada saat itu, Garber telah menyesali, bertanya pada dirinya sendiri mengapa dia tidak mengindahkan saran dari tenaga kesehatan masyarakat yang merekomendasikan memakai masker wajah setiap kali di depan umum, selain jarak sosial dan sering mencuci tangan.

"Seharusnya aku lebih sering memakai topeng. Aku seharusnya lebih berhati-hati," katanya.

closeup of a caucasian doctor man holding a world globe with a protective mask with the word coronavirus written in itilustrasi corona/ Foto: iStock

3. Positif setelah tantangan menjilat WC

Mengutip dari detikcom, seorang influencer dari California, AS mengaku tengah dirawat di rumah sakit karena positif terinfeksi virus Corona COVID-19. Hal ini terjadi setelah beberapa hari ia mengunggah video dirinya menjilati kloset sebagai bentuk 'tantangan virus Corona' di media sosial. Duh, jangan sampai hal ini terjadi pada lingkungan keluarga kita ya, Bunda.

4. Pesta dengan pasien Corona

Seorang dokter dari Methodist Hospital dan Methodist Children's Hospital di San Antonio, Texas, membagikan kisah seorang pasien yang meninggal karena sengaja berpesta dengan pasien lain yang dinyatakan positif COVID-19.

Dr. Jane Appleby menceritakan bahwa pesta tersebut diadakan oleh sekelompok orang yang ingin membuktikan virus Corona benar-benar ada.

"Saya pikir saya telah membuat kesalahan. Saya pikir ini hoax, ternyata tidak," kata Jane meniru kalimat pasiennya dikutip dari ABC News.

5. Politikus Hermain Cain terinfeksi usai tak pakai masker di rapat umum

Pebisnis dan politikus Amerika Serikat Hermain Cain muncul tanpa masker pada rapat umum yang diadakan oleh Presiden Donald Trump di Tulsa, Oklahoma, pada 20 Juni. Namun, pada 1 Juli ia dirawat di rumah sakit dengan corona, meskipun tidak jelas kapan atau di mana dia terkena infeksi Corona.

Dilansir BBC, presiden Trump memberikan tribut pada Cain di Gedung Putih, dengan mengatakan, "Dia adalah orang yang sangat istimewa dan sayangnya dia meninggal karena sesuatu yang disebut virus China."

Simak juga video soal APD pintar:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi