moms-life
Hati-hati Bunda, Sering Bohong Soal Uang Bisa Merusak Pernikahan
Selasa, 29 Sep 2020 15:22 WIB
Keterbukaan dan kejujuran menjadi hal penting dalam hubungan pernikahan. Kebohongan pun bisa menjadi pemicu pertengkaran, bahkan merusak kepercayaan dalam pernikahan.
Menurut konsultan Carly Snyder, MD, salah satu hal yang perlu diwaspadai yakni kebiasaan berbohong tentang uang. "Kebohongan kecil tentang keuangan dapat menyebabkan perilaku yang lebih merusak dalam pernikahan," ujar Snyder, dikutip dari Very Well Mind.
Jika suami memiliki kebiasaan suka berbohong tentang uang, misalnya menutup-nutupi pengeluaran, berhutang tanpa diskusi atau tidak mau membicarakan soal tagihan rutin, cobalah untuk mengajaknya diskusi.
Meskipun terasa sulit, namun berdialog soal uang dengan pasangan bisa mengurangi kesalahpahaman lho, Bunda. Sampaikan tentang kekhawatiran soal kestabilan keuangan keluarga. Ingatlah bahwa dalam pernikahan, saling mendengarkan itu penting.
Semua akan jauh lebih baik jika diskusi soal keuangan dilakukan secara rutin. Tidak perlu terlalu lama, setidaknya luangkan waktu untuk bersama-sama membicarakan tentang tagihan, cicilan, rencana anggaran dan bujet yang ada.
Nah, jika yang sering berbohong soal uang adalah Bunda, maka segera hentikan kebiasaan ini, ya. Snyder menekankan pentingnya komitmen untuk saling jujur, terbuka dan komunikatif tentang kondisi keuangan keluarga.
"Sampaikan hal yang selama ini ditutup-tutupi, termasuk belanja dan cicilan yang dibuat tanpa sepengetahuan suami. Jangan sampai suami kecewa karena merasa dibohongi," tutur Snyder.
Baca Juga : 5 Tips Agar Bunda Tidak Bokek di Akhir Bulan |
Apabila memang terasa sulit untuk membicarakan soal uang bersama pasangan, ada baiknya Bunda mempertimbangkan untuk melibatkan konselor keuangan atau pernikahan.
"Berbohong, bersembunyi, atau merahasiakan tentang uang adalah hal yang harus dihindari dalam pernikahan. Jika terlanjur ada masalah seperti ini, jangan tunda lagi untuk memperbaikinya," pesan Snyder.
Simak juga video Hikmal Abrar jadi pengusaha kopi: