HaiBunda

MOM'S LIFE

Jangan Ikut Emosi, Begini Tips Membujuk Suami Marah

Kinan   |   HaiBunda

Minggu, 15 Nov 2020 17:14 WIB
Suami marah/Foto: iStock
Jakarta -

Keseimbangan menjadi kunci penting dalam menghindari perselisihan dalam pernikahan. Termasuk saat suami sedang marah. Upayakan Bunda bisa tetap tenang dan tak ikut emosi, ya.

Menjaga emosi penting guna membantu menenangkan suami. Jika Bunda ikut terbawa marah, masalah pun tak bisa dengan cepat diselesaikan.

Menurut konsultan Steven Stosny, PhD, respons istri berupa mengatur sikap dan ucapan sangat berpengaruh.


"Ingatlah bahwa emosi suami perlu ditenangkan, bukan justru ditambah hingga memicu masalah baru," ujar Stosny.

Dilansir Psychology Today, penulis buku How to Improve your Marriage without Talking about It and Love Without Hurt itu juga menyebutkan sikap tenang akan membuat suami lebih mudah introspeksi diri.

Berikut 5 tips membujuk suami marah yang bisa coba Bunda lakukan:

1. Tunggu sampai suami tenang

Menjawab marah atau ikut berteriak justru akan memicu emosinya lebih parah lagi. Pahami bahwa akan jauh lebih baik jika menunggu suami tenang terlebih dahulu. Biasanya, dibutuhkan setidaknya 20 menit agar efek adrenalin yang memicu emosi bisa reda.

2. Minta maaf jika diperlukan

Apa sebenarnya yang membuat suami marah? Jika memang berkaitan dengan kesalahan yang Bunda lakukan, jangan ragu untuk segera minta maaf. Dikutip dari Paired Life, tidak ada yang bisa meluluhkan emosi lebih cepat seperti permintaan maaf yang tulus.

Namun, pastikan ucapan maaf dilakukan jika memang ada kesalahan dari Bunda dan tidak diikuti dengan kata 'tetapi'. Misalnya, 'Maaf membuatmu kesal, tapi kamu yang pertama membuatku kesal'.

3. Jangan balas marah

Seperti disebutkan sebelumnya, penting bagi Bunda untuk tetap tenang saat membujuk suami yang marah. Bersikap tenang kemungkinan besar akan membuatnya merenung dan introspeksi diri.

Sebaliknya, jika Bunda ikut marah dan berteriak, ini justru bisa memancing emosi suami menjadi lebih besar. Jadi penting sekali untuk tetap tenang, Bunda.

4. Ketahui kapan harus memberi waktu sendiri pada suami

Saat suami marah, ada kalanya ia butuh waktu sendiri terlebih dahulu. Terutama untuk menenangkan diri. Di waktu inilah masing-masing bisa memikirkan kembali situasinya dan saling mencari solusi.

5. Tetapkan batasan dan cari bantuan jika diperlukan

Jika emosi suami marah semakin tidak terkendali, Bunda tetap perlu tahu batasan untuk memaklumi. Cari bantuan dari pihak lain apabila sudah melewati batas, misalnya suami melakukan kekerasan fisik atau melukai batin. Jangan sampai ini dibiarkan berlarut-larut karena bisa membahayakan pernikahan.

Simak juga video hikmah perceraian di mata Kirana Larasati:



(Kinan/kuy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Negara Termiskin di Dunia 2026, Alami Kesulitan Pangan

Mom's Life Annisa Karnesyia

Hukum Suami Jatuhkan Talak pada Istri saat Emosi, Apakah Sah?

Mom's Life Arina Yulistara

Lama Tak Terlihat, Intip Potret Nathania Purnama Anak Veronica Tan yang Terlihat Manglingi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Doa setelah Berhubungan Intim dan Tata Cara untuk Suami Istri Menurut Islam

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Potret Rafif, Putra Sulung Uut Permatasari yang Berprestasi, Baru Rayakan Ultah

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

5 Negara Termiskin di Dunia 2026, Alami Kesulitan Pangan

Doa setelah Berhubungan Intim dan Tata Cara untuk Suami Istri Menurut Islam

Potret Rafif, Putra Sulung Uut Permatasari yang Berprestasi, Baru Rayakan Ultah

Mengenal Breast Lifting, Prosedur untuk Bantu Membentuk Kembali Payudara setelah Menyusui

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK