sign up SIGN UP search


moms-life

Trik Menyimpan Jahe di Kulkas Agar Awet Sampai Berbulan-bulan

Hilda Irach Rabu, 06 Jan 2021 10:00 WIB
A Chinese Peranakan dessert of glutinous rice balls in warm ginger soup. Served in vintage ceramic bowls with extra peanuts, also in vintage saucer. A few teaspoons are placed on a folded batik napkin. The meal is arranged on a rustic wooden table. caption

Jakarta - Jahe merupakan salah satu rempah yang sering digunakan dalam setiap masakan Indonesia. Mulai dari sajian menu rendang, ayam kecap, hingga semur, jahe tak pernah absen untuk melengkapi rasa masakan jadi lebih sedap.

Tak hanya masakan, jahe juga umum dijadikan sebagai bahan penting dalam pembuatan minuman tradisional. Misalnya, wedang jahe atau susu jahe.

Minuman ini akan memberikan sensasi hangat yang melegakan tenggorokan dan menyegarkan tubuh. Maka tak heran, minuman hangat ini disukai oleh banyak orang.


Selain itu, jahe mengandung banyak senyawa bioaktif dan nutrisi yang bermanfaat untuk otak dan tubuh. Seperti diantaranya mengandung magnesium, vitamin C, vitamin B6, fosfor, tembaga, besi, kalsium, dan zinc.

Manfaat mengonsumsi jahe untuk kesehatan juga menjadi rahasia umum ya, Bunda. Jahe kerap kali dijadikan obat herbal untuk meredakan mual, mengurangi nyeri otot, mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan kolesterol, hingga mampu mengobati batuk dan pilek.

Bila ingin menggunakan jahe sebagai obat herbal batuk dan pilek, Bunda bisa membuat jus jahe dengan campuran daun kemangi dan madu.

Meski banyak manfaat, sayangnya jahe mudah mengering atau layu. Jahe yang kering ini ditandai dengan rimpang yang lunak dan menyusut. Ketika dibiarkan berada di dapur dalam waktu yang lama pun bisa tumbuh tunas baru atau bahkan berjamur, Bunda.

Jika sudah demikian, jahe tersebut tentu tak layak dikonsumsi ya.  Jahe tersebut sudah tidak berfungsi maksimal untuk digunakan dalam setiap bumbu-bumbu masakan.

Oleh sebab itu, jahe harus disimpan dengan benar agar awet dan tahan lama nih, Bunda. Cara menyimpan jahe juga mudah kok. Hanya saja, Bunda pun perlu memperhatikan kualitas jahe saat membelinya di pasar.

Pastikan bahwa jahe yang dibeli masih segar dan memiliki kualitas yang bagus. Jahe yang segar dapat dilihat dari tampilannya yang fresh dan warnanya yang kekuning-kuningan dan merah muda. Jahe yang segar ini juga ditandai oleh teksturnya yang masih keras.

Perhatikan juga bagian kulitnya, Bunda. Pilihlah jahe yang kulitnya tak terlalu tebal, berserat dan terlihat halus. Kulit jahe yang segar biasanya mudah dikupas meski dengan menggunakan kuku. Aromanya pun masih tercium harum, Bunda.

Selain itu, hindari membeli jahe yang permukaannya terlihat bintik-bintik dan terasa lembek. Sebab, hal ini menandakan jahe tersebut sudah tak segar lagi nih, Bunda.

Nah, bila kualitas dan kesegaran jahe sudah dipastikan, Bunda bisa langsung menyimpannya di kulkas.

Dikutip dari The Kitchn, berikut ini trik menyimpan jahe di kulkas agar awet berbulan-bulan. Klik BACA HALAMAN BERIKUTNYA ya, Bunda.

Simak juga video cara menyimpan sayuran:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Maia Estianty Sembuh Covid-19

 

Trik Menyimpan Jahe di Kulkas Agar Awet Sampai Berbulan-bulan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi