sign up SIGN UP search


moms-life

Kisah Putri Nabi Muhammad Nikah Beda Agama, Pisah lalu Rujuk Usai Suami Mualaf

Asri Ediyati Sabtu, 17 Apr 2021 23:18 WIB
Arab woman with veil against orange yellow sky caption
Jakarta -

Pernikahan beda agama rupanya pernah terjadi di zaman Rasulullah. Itu dialami oleh Zainab binti Muhammad bin Abdillah, putri tertua dari Rasulullah dan Khadijah. Ia lahir ketika Rasulullah SAW masih berumur 30 tahun, Bunda.

Saat Zainab memasuki usia yang layak untuk menikah, ia dilamar oleh Halah binti Khuwailid, bibi dari ibundanya, untuk dijodohkan dengan anaknya yang bernama Abu al As bin Rabi'. Pinangan itu diterima dan Zainab pun menikah dengan Abu al As.

Dari pernikahan tersebut, Zainab dikaruniai dua anak, Ali dan Umamah. Pernikahan Zainab ini terjadi sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul, Bunda. Ketika Rasulullah menerima wahyu Islam, Zainab termasuk orang yang pertama kali mengimaninya.


Sayangnya, suami Zainab tetap sulit meninggalkan agama nenek moyangnya. Hal ini membuat akhirnya pernikahan mereka sulit dipertahankan. Zainab memilih Islam, sedangkan Abu al As tetap pada agamanya.

Banner Muslimahpedia untuk Artikel

Abu al As kemudian bergabung dalam tentara kaum Quraisy yang memerangi Rasulullah SAW. Dalam perang Badar, Abu al As tertangkap dan menjadi tawanan umat Islam. Suasana menjadi tegang karena sesungguhnya Abu al As adalah menantu Rasulullah SAW yang menjadi tawanan perang.

Dalam suasana tegang seperti itu, kaum kafir Quraisy mengirimkan utusan untuk menukar Abu al As dengan tawanan yang lain. Dengan kesetiaannya, Zainab mengirimkan kalung hadiah pernikahan dari ibundanya, demi menebus Abu al As.

Ya, Abu al As adalah suami yang sangat dicintai Zainab. Ketika Rasulullah melihat kalung Zainab yang merupakan hadiah dari ibundanya, Khadijah, hatinya pun merasa iba.

"Wahai kaum Muslimin, jika kalian dapat melepaskan tawanan bernama Abu al As bin Rabi' serta mengembalikan tebusannya kepada Zainab, maka silakan kalian melakukannya," demikian Rasulullah bersabda, dikutip dari buku 25 Perempuan Teladan (Para Istri, Putri, & Sahabat Perempuan Nabi saw.), karya Hj. Umma Farida Lc., MA.

Mendengar sabda Rasulullah, umat Islam yang terlibat perang kemudian mau melepaskan tawanannya yang tak lain adalah Abu al As. Suami Zainab pun dilepaskan dan tebusan dikembalikan. Saat dilepaskan, Rasulullah memberi syarat pada Abu al Ash.

Syaratnya, jika dilepaskan, Abu al As mau bercerai dengan Zainab. Akan tetapi, ia boleh bersama Zainab apabila ia mau memeluk Islam. Sayangnya, Abu al As tetap memegang teguh agama nenek moyangnya.

Setelah dilepas, Abu al As kembali ke Makkah, ia merelakan Zainab untuk dikembalikan kepada ayahnya, Rasulullah, di Madinah. Ia diantar Kinanah bin Rabi' yang merupakan saudara kandung Abu al As.

Bunda, simak juga panduan keluarga Rasul mengajarkan anak berpuasa, dalam video Muslimahpedia di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

ABU AL AS MEMILIH CERAI DARI ZAINAB
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi