sign up SIGN UP search

moms-life

Waspadai Kolesterol Tinggi, Ternyata Banyak yang Tidak Bergejala

dr. Muhammad Syah Abdaly, Sp.PD   |   Haibunda Kamis, 30 Dec 2021 16:40 WIB
Kolesterol caption
Jakarta -

Bunda, tentu sudah enggak asing lagi dengan kolesterol? Saat tubuh terasa pegal, kaku, dan mudah kesemutan, banyak orang mengasumsikan rasa tidak nyaman tersebut dengan penyakit kolesterol.

Sebenarnya, kolesterol bukan hanya soal penyakit lho. Perlu Bunda pahami, kolesterol pada faktanya adalah lemak yang dapat ditemukan di dalam tubuh kita. Kolesterol bahkan dibutuhkan dalam tubuh, asalkan kadarnya masih dalam batas normal.

Selain dari makanan, kolesterol juga diproduksi di tubuh tepatnya dalam organ liver atau hati. Kolesterol akan dibantu untuk beredar dalam tubuh melalui protein transport (lipoprotein), yakni high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik dan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat.


Fungsi kolesterol

Tubuh kita membutuhkan kolesterol untuk beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pelindung sel-sel dalam tubuh. Salah satu lapisan luar sel tubuh manusia dibuat oleh kolesterol untuk melindungi sel-sel tubuh kita.
  2. Pembentuk hormon, seperti hormon steroid dan kortisol.
  3. Membantu produksi vitamin D, karena cadangan vitamin D di kulit mengandung kolesterol. Nantinya, vitamin ini akan diaktifkan oleh paparan sinar matahari menjadi vitamin D aktif.
  4. Komponen pembentuk asam empedu dalam tubuh.
  5. Komponen yang dibutuhkan untuk transfer atau sambungan koneksi antar sel saraf di otak.

Kadar kolesterol dalam tubuh

Umumnya, semakin tinggi kadar HDL, semakin bagus untuk tubuh. Sebaliknya, semakin tinggi kadar LDL, semakin tidak bagus untuk tubuh. Kadar kolestrol normal yang dibutuhkan tubuh sebagai berikut:

  • Kadar kolesterol total yang normal: < 200 mg/dL.
  • Kadar optimal LDL: < 100 mg/dL.
  • Kadar optimal HDL: > 60 mg/dL.
  • Kadar trigliserida normal: < 150 mg/dL.

Sementara itu, apabila kadar LDL dan trigliserida tinggi dapat menimbulkan bahaya kesehatan, seperti penyempitan pembuluh darah yang berisiko menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah lainnya.

Gejala kolesterol tinggi

Pada umumnya, gejala khas kolesterol itu tidak ada. Namun, gejala muncul dari manifestasi klinis yang merupakan komplikasi kolesterol tinggi, seperti penyakit jantung atau stroke.

Sedangkan pada kondisi trigliserida yang sangat tinggi, seseorang bisa mengalami:

  • Pankreatitis akut atau peradangan pankreas
  • Kesemutan
  • Gangguan kesadaran
  • Pembuluh darah di retina berubah warna (Lipemia retinalis)
  • Plasma darah berubah menjadi seperti susu.

Sedangkan pada kondisi LDL tinggi, seseorang dapat mengalami Xanthelasma atau timbunan lemak di area

  • Kelopak mata
  • Siku
  • Lutut
  • Tendon achilles.

Faktor risiko kolesterol tinggi

Faktor risiko orang yang mengalami gangguan kolesterol (Dislipidemia), termasuk kolesterol tinggi dapat disebabkan karena beberapa hal berikut:

  1. Perokok
  2. Diabetes
  3. Hipertensi
  4. Riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner, atau kolesterol tinggi
  5. Penyakit ginjal kronik
  6. Peradangan kronik
  7. Obesitas
  8. Usia (laki-laki di atas 40 tahun atau wanita di atas 50 tahun atau sudah menopause).

Untuk Bunda yang memiliki faktor risiko di atas, perlu segera melakukan skrining pemeriksaan kolesterol. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi perlu atau tidaknya tindakan pengobatan lanjutan.

Jenis gangguan kolesterol

Jenis gangguan kolesterol dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Primer: kelainan kolesterol akibat kelainan genetic.
  2. Sekunder: kelainan kolesterol yang disebabkan oleh penyakit lain, seperti hipotiroid, sindrom nefrotik, diabetes, sindrom metabolik, atau penggunaan obat-obatan, misalnya obat HIV, kontrasepsi oral estrogen, steroid, atau beta bloker.

Diagnosis gangguan kolesterol

Diagnosis gangguan kolesterol dapat diketahui melalui pemeriksaan darah. Pemeriksaan kolesterol lengkap dapat dilakukan dengan syarat puasa 12 jam.

Apabila kolesterol total >240 mg/dL, maka dikatakan kolesterol tinggi. Sedangkan, LDL tinggi bernilai >160 mg/dL dan trigliserida tinggi adalah >200 mg/dL.

Kondisi yang perlu penanganan dokter

Bunda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami beberapa kondisi di bawah ini:

1. Muncul keluhan

Bunda perlu ke dokter bila muncul keluhan apa pun terkait dengan jantung atau kemungkinan sakit stroke. Keluhan sakit jantung dapat ditandai dengan nyeri dada, sementara pada stroke akan muncul tanda kelemahan di sisi sebelah tubuh atau bicara pelo yang muncul secara tiba-tiba.

2. Hasil pemeriksaan kolesterol tinggi

Bila hasil pemeriksaan kolesterol tinggi dan tak ada keluhan, Bunda tetap perlu konsultasi ke dokter. Intervensi atau penanganan yang tepat diperlukan untuk mencari faktor risiko dan mencegah komplikasi, seperti penyakit jantung atau stroke.

Dokter biasanya akan melakukan evaluasi untuk mencegah komplikasi tersebut. Salah satunya dengan mengubah gaya hidup.

Untuk informasi mengenai pengobatan kolseterol, Bunda simak di halaman selanjutnya ya!

Simak juga yuk menu sarapan yang disarankan dokter Reisa untuk penderita kolesterol dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



PENANGANAN KOLESTEROL TINGGI, SALAH SATUNYA AKTIF BERGERAK
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Artikel Terkait
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!