HaiBunda

MOM'S LIFE

Penilaian Kinerja PNS akan Diubah di 2022, Ada Reward & Punishment Bun

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 18 Nov 2021 14:25 WIB
ilustrasi/ Foto: iStock
Jakarta -

Kabar terbaru bagi Bunda dan keluarga yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengubah penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai tahun depan.

Penilaian yang awalnya dilakukan secara sistematis oleh pejabat penilai, saat ini akan diubah menjadi hasil dari kinerja pegawai tersebut. Perubahan ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 30 tahun 2019 yang kemudian diturunkan ke dalam PermenpanRB nomor 8 tahun 2021, Bunda.

"Manajemen kinerja yang berorientasi pada PP 30 tahun 2019 memuat satu rangkaian penilaian kinerja mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, tindak lanjut penilaian kinerja, sampai dengan penerapan reward and punishment sesuai kinerja," ujar Direktur Kinerja ASN BKN Achmad Slamet, baru-baru ini.


Dengan aturan tersebut, tahapan penilaian kinerja PNS pun akan berkaitan satu sama lain. Artinya, PNS tak bisa lagi bersantai lagi dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya.

Sementara, Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama BKN, Satya Pratama menjelaskan soal reward & punishment yang sesuai dengan PP tersebut. Penghargaan akan diberikan dengan syarat, PNS harus bisa mempertahankan penilaian kinerjanya dengan predikat baik dan sangat baik selama dua tahun berturut-turut.

Ada dua kategori penghargaan yang diberikan. Pertama, bagi PNS yang menunjukkan penilaian kinerja dengan predikat 'Sangat Baik' berturut-turut selama 2 tahun dapat diprioritaskan untuk diikutsertakan dalam program kelompok rencana suksesi (talent pool) pada instansi yang bersangkutan, Bunda.

Kedua, bagi PNS yang menunjukkan penilaian kinerja dengan predikat 'Baik' berturut-turut selama 2 tahun dapat diprioritaskan untuk pengembangan kompetensi lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Nah, bagi PNS yang nilai kinerjanya di bawah level 50, akan diberikan punishment. Bisa berupa turun jabatan hingga diberhentikan dari PNS, Bunda.

"Apabila yang bersangkutan tidak dapat meningkatkan kinerjanya, maka yang bersangkutan akan dikenai sanksi, berupa dipindahkan ke tempat lainnya, diturunkan jabatannya atau bahkan bisa diberhentikan dengan hormat," ujarnya.

Selain perubahan penilaian kinerja ini, BKN juga tengah menyiapkan aplikasi yang akan mengintegrasikan penilaian kinerja para PNS ini. Aplikasi ini diberi nama Sistem Informasi Kepegawaian Nasional (Simpegnas), Bunda.

Bagaimana cara kerjanya? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(aci/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Deretan Artis Lawas Indonesia Jadi PNS, Jabat Posisi Penting, Bun!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Berlliana Lovell Pernah Alami Malpraktek saat Berjuang Sembuh dari Kanker Payudara

Mom's Life Amira Salsabila

Studi Ungkap Pria Habiskan 7 Jam dalam Setahun di Kamar Mandi, Suami Bunda juga Begitu?

Mom's Life Arina Yulistara

7 Resep Makanan Rumahan Hemat, Budget Minim Tetap Lezat

Mom's Life Amira Salsabila

5 Vila Artis yang Nyaman Banget untuk Liburan, View Manjakan Mata

Mom's Life Amira Salsabila

Anak Tantrum Sulit Ditenangkan? Psikolog Sarankan Trik Bicara Ini

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anak Sering Pakai Skincare dan Produk Rambut? Waspadai Paparan Bahan Kimia Ini

Cerita Berlliana Lovell Pernah Alami Malpraktek saat Berjuang Sembuh dari Kanker Payudara

Studi Ungkap Pria Habiskan 7 Jam dalam Setahun di Kamar Mandi, Suami Bunda juga Begitu?

7 Resep Makanan Rumahan Hemat, Budget Minim Tetap Lezat

Anak Tantrum Sulit Ditenangkan? Psikolog Sarankan Trik Bicara Ini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK