HaiBunda

MOM'S LIFE

Dampak Buruk COVID-19 Lainnya, Dokter Sebut Pengaruhi Saraf dan Mental

Annisa A   |   HaiBunda

Rabu, 16 Feb 2022 19:00 WIB
Ilustrasi Pasien COVID-19 / Foto: Getty Images/iStockphoto/LucaLorenzelli
Jakarta -

Virus Corona SARS-CoV-2 atau yang disebut COVID-19 dapat menginfeksi saluran pernapasan. Meski begitu, COVID-19 juga bisa menyerang organ tubuh lainnya, seperti otak yang menyebabkan gangguan saraf dan mental.

Para dokter dan pakar medis telah meneliti hubungan COVID-19 dengan gangguan mental yang terjadi akibat kerusakan saraf otak. Ternyata, penyakit ini juga memberi pengaruh terhadap kondisi kesehatan saraf otak, Bunda.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam, beberapa pasien mengalami gejala lain yang berkembang setelah didiagnosa terinfeksi COVID-19. Selain demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, pasien dan penyintas juga mengeluhkan gangguan tidur. Kondisi tersebut dialami oleh mereka yang bergejala sedang dan berat.


"Kalau untuk dampak COVID-19 ke sistem saraf dan gangguan mental itu juga sudah cukup banyak penelitian yang menyoroti. Namun saya lebih banyak melihat yang terjadi pada pasien saya, dan sekitar setengah dari pasien yang dirawat, terutama mereka yang bergejala sedang dan berat mengalami gangguan susah tidur atau insomnia," tutur dr Andi Khomeini Takdir, Dokter Spesialis Penyakit Dalam kepada HaiBunda, belum lama ini.

Banner Jojo Keong Racun/ Foto: HaiBunda

Tidak hanya kesulitan tidur, beberapa pasien juga mengalami kualitas tidur yang buruk. Mereka kerap mudah terbangun dari tidur sehingga mempengaruhi waktu istirahat. Sementara itu, sebagian kecil pasien juga dilaporkan mengalami mimpi buruk dan halusinasi.

Pada kasus yang lebih serius, pasien dan penyintas COVID-19 dapat menunjukkan gejala gangguan mental lainnya. Beberapa gejala tersebut antara lain mood swing atau perubahan suasana hati yang cepat, gangguan kecemasan, hingga depresi.

"Ada gejala yang ditunjukkan juga seperti mengalami mood swing. Jadi ada yang lebih ke tanda-tandanya anxiety atau cemas, serta ada yang tanda-tanda depresi, ada pasien yang terlihat lebih murung," ungkapnya.

Dr Andi memaparkan, gejala tersebut dapat terjadi pada siapa saja yang pernah terkena COVID-19 jenis manapun. Pasien varian Omicron juga tak luput dari dampak ini, Bunda. Meski datanya masih sedikit dan angka kejadian juga lebih kecil, tapi gejala tersebut tetap perlu disikapi dengan hati-hati.

"Memang, gejala Omciron itu dinyatakan oleh para ahli sekitar 40 persen lebih ringan dibandingkan Delta. Namun tetap saja, gejala itu teramati ada pada pasien Omcicron. Jadi meski 40 persen lebih ringan, tetap saja berdampak," tuturnya.

Lantas, bagaimana COVID-19 dapat berdampak pada saraf otak dan mengakibatkan gangguan mental? Baca di halaman berikutnya, Bunda.

Saksikan juga video tentang fakta mengenai varian baru Omicron.

(anm/fir)
PENYEBAB GANGGUAN SARAF DAN MENTAL PASIEN

PENYEBAB GANGGUAN SARAF DAN MENTAL PASIEN

Halaman Selanjutnya

Simak video di bawah ini, Bun:

Varian JN.1 Picu Kenaikan COVID-19 di Indonesia, ini Gejalanya, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kaitan Antara Berat Badan dan Pil KB Darurat, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Langsing?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Ciri Kepribadian Menarik Orang yang Lahir di Tanggal 26

Mom's Life Melly Febrida

Cara Mengenali Anak yang Sedang Mengalami Masalah Emosional & Mungkin Butuh Bantuan

Parenting Azhar Hanifah

Tips Makeup 5 Menit buat Antar Anak Sekolah

Mom's Life Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

Vote Pilihan Bunda Awards 2026 Yuk? Bunda Bisa Hadiah Menarik

Haibunda Squad Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

3 Resep Peyek Kacang Renyah Tahan Lama, Anti Gagal dan Kriuk Sepanjang Hari

Kaitan Antara Berat Badan dan Pil KB Darurat, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Langsing?

4 Ciri Kepribadian Menarik Orang yang Lahir di Tanggal 26

Tips Makeup 5 Menit buat Antar Anak Sekolah

Vote Pilihan Bunda Awards 2026 Yuk? Bunda Bisa Hadiah Menarik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK