HaiBunda

MOM'S LIFE

Dear Ayah, Lakukan Hal Ini Jika Bunda Alami Stres Pasca Melahirkan

Jihaan Khoirunnisaa   |   HaiBunda

Minggu, 03 Apr 2022 12:06 WIB
Ilustrasi depresi pasca melahirkan/ Foto: iStock
Jakarta -

Tidak sedikit Bunda yang mengalami stres pasca melahirkan atau yang disebut dengan baby blues syndrome. Ini wajar terjadi, mengingat banyaknya perubahan yang terjadi di dalam hidup para Bunda, seperti kurang tidur serta kelelahan karena harus merawat bayi.

Belum lagi ditambah dengan adanya perubahan hormon setelah melahirkan, sehingga membuat perubahan emosi jadi tidak menentu. Akan tetapi, apabila kondisi tersebut berlangsung lebih dari satu atau dua minggu, bisa menjadi indikasi adanya postpartum depression.

Depresi postpartum bisa terlihat seperti baby blues. Namun, pada depresi postpartum timbul gejala yang lebih berat serta bertahan lebih lama. Jika ini terjadi, para Ayah sebaiknya jangan diam saja, melainkan turut membantu meredakan stres pasca melahirkan yang dialami Bunda.


Merangkum dari berbagai sumber, berikut langkah yang bisa dilakukan saat pasangan mengalami depresi postpartum.

1. Bantu Kenali Tanda Awal

Gejala depresi postpartum biasanya muncul dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Akan tetapi ada juga yang baru menunjukkan gejala depresi setelah beberapa bulan. Penting bagi para Ayah untuk mengenali gejala yang dialami. Salah satunya perubahan mood yang cukup drastis dan tidak terkendali. Misalnya Bunda jadi cepat murung, sedih, atau marah.

Bunda juga menjadi cepat lelah dan tidak memiliki hasrat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, bisa timbul rasa bersalah, tidak berharga dan bahkan merasa tidak pantas menjadi ibu.

2. Gantian Mengurus Anak

Pergantian peran menjadi seorang ibu tentu tidak mudah. Apalagi di samping mengurus anak, Bunda masih memiliki segudang pekerjaan, seperti beberes rumah dan lainnya. Di sinilah peran Ayah diperlukan.

Karena sejatinya, membesarkan anak bukan hanya tanggung jawab Bunda saja. Saat Bunda kelelahan, Ayah bisa mengambil alih untuk mengurus Si Kecil yang baru lahir, misalnya dengan mengganti popok. Dengan begitu Bunda bisa memiliki waktu untuk beristirahat. Dan yang terpenting, pasangan tidak terbebani karena harus memikul semuanya seorang diri.

3. Beri Bunda Waktu Sendiri

Sama seperti Ayah, para Bunda juga perlu waktu sendiri di tengah rutinitasnya menjadi ibu baru dan mengurus bayi. Jadi, biarkan pasangan memiliki 'me time' sejenak dan melakukan kegiatan yang membuat ia happy.

Apalagi, me time ternyata penting, lho karena dapat mencegah gejala depresi setelah melahirkan. Sebuah studi menemukan, ibu yang secara teratur memiliki me time di enam bulan pertama setelah melahirkan memiliki risiko depresi pasca melahirkan yang lebih rendah.

4. Menjadi Teman Cerita yang Baik

Seperti diketahui, saat mengalami depresi postpartum, Bunda bisa merasakan gejolak emosi yang luar biasa. Untuk itu, Ayah bisa mencoba menjadi pendengar serta teman cerita yang baik jika pasangan ingin mengutarakan perasaannya.

Usahakan untuk mendengar keluh kesahnya tanpa menghakimi, ya. Karena percaya deh, kehadiran serta dukungan dari Ayah sangat berarti untuk Bunda.

5. Perhatikan Asupan Gizi Pasangan

Ayah, jangan lupa perhatikan kondisi kesehatan pasangan, ya. Pastikan Bunda mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Karena makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan bisa membuat mood-nya menjadi lebih baik.

Tidak lupa, ingatkan Bunda untuk minum air mineral yang cukup setiap harinya untuk menjaga tubuh tetap fit terhindar dari dehidrasi. Tubuh yang sehat setidaknya membantu mood Bunda tetap stabil untuk berpikir lebih positif menjalani peran sebagai orang tua.

Berbicara mengenai hal ini, Bunda bisa memilih air mineral yang sehat dan aman, serta mengandung mineral esensial yang penting untuk tubuh seperti Le Minerale. Kemasannya terjamin lebih higienis karena menggunakan galon yang selalu baru, bukan galon bekas yang dicuci ulang.

Nah, selain kebersihan air mineral yang terjamin, tutup Galon Le Minerale juga rapat dan kedap udara lho! Ini artinya air mineral di dalamnya terjamin dari kontaminasi debu dan kotoran. Apalagi kemasan galonnya juga bebas BPA, jadi dijamin aman untuk dikonsumsi Bunda, anak-anak dan seluruh anggota keluarga.

Seperti kita ketahui, BPA atau Bisphenol-A adalah zat kimia yang banyak digunakan untuk membuat kemasan plastik keras dan tidak mudah hancur. Penggunaan zat kimia BPA ini sangat berbahaya, karena BPA dapat menyebabkan kanker, diabetes, gangguan otak serta perilaku pada anak, hingga peningkatan risiko penyakit jantung.

Mulai sekarang, yuk jaga kesehatan Bunda dan keluarga dengan mengonsumsi air mineral berkualitas yang terjamin lebih bersih dan lebih aman!

Simak juga yuk perubahan tubuh pasca melahirkan dan penyebab susah kembalikan berat badan seperti semula seperti dalam video di bawah ini:



(fas)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Awal Mula Lionel Abraham Jadi Model Cilik hingga Juarai Ajang Modeling di Korea

Parenting Nadhifa Fitrina

Daftar UMP 2026 di 38 Provinsi Indonesia & Sanksi Bila Upah di Bawah Standar Minimum

Mom's Life Amira Salsabila

7 Kebiasaan Orang yang Kurang Mandiri Sejak Kecil

Mom's Life Natasha Ardiah

Darah Menstruasi Encer Apakah Tanda Hamil? Simak Faktanya

Kehamilan Annisa Karnesyia

Kate Middleton Ultah ke-44, Unggah Video Menyentuh hingga Dapat Penghormatan Istimewa

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kisah Awal Mula Lionel Abraham Jadi Model Cilik hingga Juarai Ajang Modeling di Korea

Daftar UMP 2026 di 38 Provinsi Indonesia & Sanksi Bila Upah di Bawah Standar Minimum

Darah Menstruasi Encer Apakah Tanda Hamil? Simak Faktanya

9 Tanda Masalah Kesehatan Anak Lewat Bentuk dan Warna Kuku

Kate Middleton Ultah ke-44, Unggah Video Menyentuh hingga Dapat Penghormatan Istimewa

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK