sign up SIGN UP search


moms-life

Pria RI Pikat Wanita China Mualaf, Berawal Salah Paham Kini Sukses Buka Resto di Tangsel

ANNISAAFANI   |   Haibunda Minggu, 12 Jun 2022 09:30 WIB
BANGUN BISNIS RESTORAN
Restoran milik Yuda dan Fatimah caption

Setelah menikah, Yuda dan Fatimah melanjutkan kehidupan di Jerman selama 2 tahun. Ketika itu, Fatimah sudah hamil dan keduanya mulai dilanda kebingungan.

"Karena waktu itu lagi hamil di Jerman kita bingung kan makanan yang cocok dari makanan. Terus enggak tahu apa-apa soal kelahiran anak. Ngobrol sama istri mau melahirkan di China saja atau Indonesia," kata Yuda.

Keduanya lantas memutuskan untuk pulang ke Indonesia, Bunda. Yuda dan Fatimah berpikir bahwa nanti akan sulit jika anak mereka lahir di Jerman. Keluarga mereka yang sudah berasal dari negara berbeda bisa membuat anaknya sulit jika akan ke mana-mana nantinya.


Setelah di Indonesia, Yuda kemudian bekerja seperti biasa. Sedangkan Fatimah, ia menghabiskan waktu di rumah dan kebingungan karena tidak ada aktifitas.

Dari kebingungan itu, ia kemudian semakin sering melihat minuman boba ramai dijual oleh masyarakat Indonesia. Fatimah awalnya bingung, ini karena minuman bob biasa ia temukan di Taiwan.

"Dulu waktu 2020 kita memang enggak ngapa-ngapain, karena saya masih kerja, istri itu di rumah nggak ngapa-ngapain sampai bingung mikirin kegiatan. Lalu dia sering melihat banyak minuman boba di Indonesia. Bingung, karena ini minuman dari Taiwan, 'Orang Indonesia suka minum boba, ya?, nanya gitu," kenangnya.

Nah, Fatimah kemudian mulai berjualan melihat minat masyarakat tersebut, Bunda. Lama-kelamaan, mereka juga menjual makanan yang berasal dari kampung halaman Fatimah di China Utara.

Bisnis tersebut awalnya layu, dalam seminggu pertama tak ada yang beli. Namun untungnya, mereka tak menyerah dan terus berusaha. Sampai akhirnya, ada yang mau mencoba dan bisnis restoran Chinnes mereka maju dan terkenal, yang dikenal dengan nama  Long Feng Tang yang berlokasi di Bintaro, Tangerang Selatan.

"Satu minggu enggak ada yang beli. Satu bulanan lah, akhinya ada yang nyoba. Dari satu mulut ke mulut lainnya (disebar), satu orang terus besoknya bawa temannya yang lainnya, keluarganya," papar Yuda.

Usaha mereka awalnya juga dari kios, Bunda. Fatimah sendiri tak yakin untuk membuka restoran jika Yuda tak optimis untuk terus mengajakknya menjadi tempat yang lebih besar.

Soal kehalalan masakan Fatimah juga pernah diragukan, Bunda. Walau begitu, keduanya mengikuti proses tersebut secara perlahan. Walau pernah ditinggal karena tak jadi beli, kini pengunjung restoran mereka semakin banyak dan terus terkenal.

"Cukup susah. Orang mau tahu ini pakai daging apa, ini apa, cara bikinnya gimana, harus kasih tahu semua baru mau coba," kenang Fatimah.

(AFN/AFN)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Artikel Terkait
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!