sign up SIGN UP search


parenting

Pengalaman Sedih Bule Prancis yang Nikahi Wanita Dayak saat Kehilangan Anak Kembar

ANNISAAFANI   |   Haibunda Kamis, 09 Jun 2022 07:30 WIB
Kisah cinta pasangan beda negara, Prada dan Chanee Kalaweit. caption
Jakarta -

Selalu ada kisah yang menarik untuk dibahas saat berbicara soal bule ya, Bunda? Misalnya saja yang terjadi pada Chanee Kalaweit, pria asal Prancis yang sudah lama menetap di hutan belantara Kalimantan.

Bagi pembaca setia HaiBunda, nama sosok bule ini mungkin tak asing. Karena sebelumnya, ia pernah membagikan cerita pertemuannya dengan sang istri, wanita asli Dayak bernama Nur Pradawati atau sering disapa Prada.

Beberapa waktu yang lalu, Chanee kembali bagikan kisah berdasarkan pertanyaan netizen. Pertanyaan itu meminta dirinya membagikan pengalaman horor selama tinggal di Kalimantan.


Dalam kesempatan tersebut, Chanee mengatakan bahwa ada pengalaman misterius yang terjadi pada hidupnya. Namun bukannya ngeri, cerita yang ia sampaikan justru membuat siapa pun yang mendengarkan turut merasakan kesedihan dari dirinya. HaiBunda sudah menghubungi Chanee dan diizinkan untuk mengutip kisah pilunya tersebut.

Cerita berawal saat Chanee menjelaskan bahwa dahulu, anak keduanya lahir kembar. Namun, tak lama setelah lahir, salah satu anak kembarnya tersebut meninggal dunia.

Banner Bumil dan Janin LaparBanner Bumil dan Janin Lapar/ Foto: HaiBunda/ Novita Rizki


"Anak saya (yang) kedua, Enzo, pada saat lahir punya kembaran. Kembaran Enzo meninggal, jadi saya kehilangan anak dan saya harus menguburkan anak saya di tanah Kalimantan," bukanya, dikutip dari Chanee Kalaweit.

Kehilangan anak tentunya membuat semua orang tua merasa duka mendalam. Pengalaman tersebut membuat Chanee dan keluarganya dirundung kesedihan yang luar biasa.

"Pasti, ya. Bagi keluarga saya, sesuatu yang menyakitkan. Semua orang pun tahu rasanya karena kehilangan anak walau baru lahir, pasti sangat menyakitkan, sangat sedih," katanya.

Kemudian, Chanee melanjutkan kisahnya. Di momen sedih itu, pada suatu hari ia pernah memilih untuk menyendiri di rumah dan melawan gejolak dalam hati maupun pikiran yang menyelimuti dirinya kala itu.

Chanee mengungkapkan bahwa beragam perasaan berkecamuk. Beberapa di antaranya seperti penyesalan hingga rasa tanggung jawab sebagai ayah dan suami yang terasa hilang dari dirinya.

"Saya ingat, suatu hari saya sendiri di rumah Palangkaraya. Benar-benar sendiri, tidak lama dari kejadian itu (anak meninggal), saya pusing, sedih banget, bete mikirin hal itu, mikirin tanggung jawab saya sebagai seorang ayah."

"Semuanya terasa berat, karena ada rasa tanggung jawab. Merasa tanggung jawab atas kematian anakku sendiri. Jadi sangat berat untuk mengatasi perasaan," sambungnya.

Namun, di tengah-tengah kekalutan itu, ada kejadian di luar nalar terjadi. Chanee mengingat dengan betul, salah satu mainan anaknya tiba-tiba berbunyi.

"Di saat saya paling sedih, paling kacau rasanya itu, tiba-tiba ada mainan anak (kembar) saya yang pertama, tiba-tiba berbunyi sendiri. Tung-tung-tung," katanya.

Simak kelanjutannya di halaman berikut ya, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen. 

Simak juga cerita pasangan beda negara yang bekerja kerja di Pesta pernikahan orang lain dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

MAINAN ANAK BERBUNYI SENDIRI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!