sign up SIGN UP search


moms-life

Tips Rawat Vagina Usai Melahirkan agar Seks Kembali Menggairahkan

Arina Yulistara   |   Haibunda Kamis, 23 Jun 2022 22:55 WIB
KAPAN SEKS YANG TEPAT SETELAH MELAHIRKAN?
Melahirkan bisa membuat Bunda merasa takut untuk berhubungan seks setelahnya. Simak tips merawat vagina usai melahirkan agar seks kembali menggairahkan. caption

4. Squat

Selain latihan Kegel, cobalah squat yang bisa membantu merapatkan vagina usai melahirkan. Squat akan membantu memperoleh kembali elastisitas vagina setelah melahirkan. 

Squat juga membantu mengencangkan otot-otot vagina sehingga membuatnya lebih rapat. Tentu akan meningkatkan gairah seksual dan membuat seks kembali memuaskan.

5. Pakai pelumas

Jangan ragu untuk memakai pelumas jika ingin berhubungan seks setelah melahirkan. Ingat, Bunda kekurangan estrogen setelah melahirkan dan saat sedang menyusui.


Hal tersebut menyebabkan penipisan mukosa vagina yang dapat menyebabkan kekeringan. Semua ini dapat membuat seks sedikit kurang nyaman sehingga gairah juga menurun. 

Untuk itu, jangan ragu berhubungan seks menggunakan pelumas setelah melahirkan. Demi membantu meningkatkan libido agar seks tetap nyaman dan kembali menggairahkan.

Kapan bisa berhubungan seks setelah melahirkan?

Vagina memang butuh pemulihan setelah hamil dan melahirkan, disarankan minimal 40 hari baru bisa berhubungan seks usai persalinan. Setelah 40 hari, Bunda bisa melakukan aktivitas seks seperti biasa dengan suami jika tak ada masalah kesehatan lainnya.

Mengutip detikHealth, dokter Noviyanti, SpOG, menambahkan, normalnya pembuluh ibu hamil melebar yang kemudian membutuhkan waktu minimal 3 minggu setelah melahirkan untuk kembali ke ukuran dan kondisi normal. 

Itu lah sebabnya secara medis juga tak disarankan untuk berhubungan saat masa nifas (kurang lebih 40 hari setelah melahirkan). Hal ini juga dikatakan oleh seksolog Dr. Andri Wanananda MS.

“Dikhawatirkan masih ada pembuluh darah yang terbuka sehingga bisa memicu gelembung udara (emboli) saat gerakan-gerakan penis ketika penetrasi ke dalam vagina. Emboli ini bisa terbawa arus aliran darah yang bila menyumbat pembuluh darah jantung (arteri coronaria) akan fatal akibatnya,” jelas Dr. Andri.

(fia/fia)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!