MOM'S LIFE
Cara Pakai BPJS untuk Periksa Kesehatan Mental & Kejiwaan, Bisa Berobat Gratis
Alicia Salsabila | HaiBunda
Kamis, 26 Jan 2023 17:20 WIBPasien dengan keluhan kesehatan mental bisa berobat gratis dengan menggunakan BPJS. Jika Bunda sudah terdaftar sebagai peserta aktif, tidak ada salahnya manfaatkan layanan ini untuk menjaga kesehatan mental, Bunda.
Bunda dapat mengakses layanan kesehatan mental dengan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Dilansir laman BPJS, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengungkapkan pelaksanaan Program JKN-KIS dapat menjamin pelayanan kesehatan masyarakat, salah satunya yaitu pelayanan bagi peserta JKN-KIS yang termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
"Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan kesehatan perorangan mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif," ungkap Ali.
Ini artinya, seluruh peserta JKN-KIS bisa memperoleh manfaat dari program ini sesuai indikasi medis, Bunda.
Pengobatan bagi peserta penyandang disabilitas jiwa dapat diakses secara gratis. Namun, hal tersebut tentunya harus sesuai dengan diagnosis dan indikasi medis yang diberikan oleh dokter.
Bunda dapat melakukan konseling dengan psikolog secara gratis karena merupakan bagian dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Syarat Penggunaan BPJS untuk Pengobatan Gangguan Kesehatan Mental
Terdapat beberapa persyaratan yang harus Bunda jalankan jika ingin berobat gangguan mental dengan fasilitas BPJS, yaitu;
- Siapkan kartu BPJS kesehatan atau KIS beserta fotokopinya,
- Fotokopi KTP,
- Fotokopi Kartu Keluarga, dan
- Hasil diagnosis dokter.
Cara Pakai BPJS untuk Pasien Gangguan Kesehatan Mental
Begitu juga dengan cara pengobatan kesehatan mental dengan BPJS, Bunda dapat mengikuti langkah-langkah berikut.
1. Datangi fakses pertama
Faskes tingkat pertama bisa berupa puskesmas, klinik kesehatan, maupun rumah sakit yang satu daerah dengan domisili tempat Bunda terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Bunda bisa cek terlebih dahulu daftar faskes tingkat pertama yang berada di sekitar domisili Bunda sebelum mendatanginya, ya.
2. Konsultasi di faskes tingkat pertama
Saat konsultasi di faskes tingkat pertama, jangan lupa siapkan berkas berupa KTP, KK, dan Kartu BPJS Kesehatan untuk berjaga-jaga jika diminta di bagian administrasi.
Jika di faskes tingkat satu tidak ada poli Kejiwaan, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter umum yang praktik terlebih dahulu untuk pemeriksaan awal. Jika dirasa perlu, dokter akan merujuk ke rumah sakit yang memiliki layanan yang dibutuhkan dan memberikan surat rujukan.
3. Pemeriksaan di faskes rujukan
Tentunya, rumah sakit yang menjadi rujukan adalah rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS sehingga Bunda tak perlu khawatir lagi soal biaya.
Bunda bisa langsung berkonsultasi dengan psikolog dan mengikuti instruksi yang diberikan. Kalau Bunda disarankan untuk berkonsultasi dalam beberapa sesi, Bunda bisa langsung datang ke RS rujukan dan mengulangi tahap yang sama.
Biasanya, satu surat rujukan bisa berlaku selama beberapa bulan, sehingga Bunda tidak perlu ke faskes tingkat pertama lagi selama surat rujukan masih berlaku.
Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.
Pahami ciri Bunda mengalami gangguan kesehatan mental, simak di video ini penjelasannya yuk:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Jenis Terapi Kesehatan Mental dan Manfaatnya, Disesuaikan dengan Kebutuhan Bun
Tak Hanya Fisik Bun, Kesehatan Mental Juga Penting Dijaga Saat Pandemi
4 Alasan Orang Tua Perlu Periksa Kesehatan Mentalnya, Bunda Perlu Tahu
Anniversary Mommies Daily ke-10 Ajak Bunda Lebih Peduli Kesehatan Mental
TERPOPULER
Potret Keseruan Shireen Sungkar & Teuku Wisnu Liburan Bareng Anak-anak di Shanghai
Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4
Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Otoriter dari Ucapan Sehari-hari
Suami Memukul Istri, Apa yang Harus Dilakukan?
Cara Mengenali Orang EQ Tinggi dari Cara Berbicara Menurut Peneliti Harvard
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curl Cream untuk Rambut Keriting agar Lebih Mudah Diatur
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Cushion yang Bagus untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Spatula Silikon yang Bagus Tahan Lama & Aman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas
Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4
Potret Keseruan Shireen Sungkar & Teuku Wisnu Liburan Bareng Anak-anak di Shanghai
Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Cumi? Ini Faktanya
Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Otoriter dari Ucapan Sehari-hari
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sarung Selimut Kebesaran dan Isinya Menggumpal? Ini Cara Memilih Ukuran Quilt Cover
-
Beautynesia
Dibintangi Cinta Laura, Serial Sleeping with the Enemy' Siap Tayang 13 November 2026
-
Female Daily
4 Penyebab Kulit Kepala Bau yang Perlu Kamu Ketahui, Bukan Cuma karena Jarang Keramas!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Bukan Cuma Susu, Sayur Hijau Ini Ternyata Kaya Nutrisi untuk Kesehatan Tulang
-
Mommies Daily
Musim Hujan Bukan Halangan untuk Liburan: 8 Tempat Wisata Indoor di Jabodetabek