MOM'S LIFE
Mengenal Tanaman Bunga Desember, Si Cantik yang Hanya Mekar Setahun Sekali
Amira Salsabila | HaiBunda
Kamis, 07 Dec 2023 03:00 WIBBlood lily atau tanaman dengan nama latin Haemanthus multiflorus ini sering disebut juga sebagai tanaman bunga Desember. Bukan tanpa alasan, hal ini karena bunga cantik tersebut hanya mekar setahun sekali dan hanya di musim hujan, terutama di bulan Desember.
Tanaman unik ini menghasilkan mahkota bunga besar berbentuk bulat yang terlihat seperti kembang api atau bola api berwarna merah.
Terdiri dari kuntum merah berbentuk bintang dengan benang sari berujung kuning, bunga ini mekar dari lanskap dan menarik perhatian serangga penyerbuk seperti lebah, kupu-kupu, hingga burung.
Setiap batang bunga teksturnya halus dan tidak memiliki dedaunan. Daun semi sukulen berwarna hijau cerah mungkin akan muncul saat tanaman sedang mekar, tetapi daun tersebut juga dapat muncul kemudian.
Cara Merawat Tanaman Bunga Desember atau Blood Lily
Meski terlihat liar, perawatan blood lily cukup mudah dan tidak menuntut banyak perhatian. Baik di taman atau dalam wadah, tanaman ini tumbuh subur di tanah liat berpasir yang lembap dan memiliki drainase yang baik.
Jadwal penyiraman yang konsisten penting selama musim tanamnya. Cahaya terang, tidak langsung, atau sinar matahari parsial lebih mereka sukai. Bunga blood lily ini membutuhkan waktu istirahat agar dapat mekar dari tahun ke tahun.
1. Cahaya
Melansir dari laman The Spruce, paparan cahaya terang dan tidak langsung atau sinar matahari sebagian adalah yang terbaik. Sebab, bunga ini tidak tahan terhadap sinar matahari yang terik. Naungan sore hari sangat bermanfaat untuk melindungi tanaman ini dari pengaruh terik matahari sore.
2. Tanah
Tanah liat atau berpasir yang kaya nutrisi sangat ideal untuk tanaman teratai. Jenis tanah ini menawarkan drainase yang baik, yang penting karena tanaman ini tidak tumbuh subur di tanah yang basah.
Jika ditanam dalam pot, campurkan tanah pot yang subur dengan pasir. Campuran ini akan membuat tanah tetap lembap sekaligus memberikan drainase yang baik, yang penting untuk kesehatan tanaman.
3. Air
Hindari penyiraman tanaman blood lily yang berlebihan. Jadwal penyiraman tanaman ini akan bervariasi berdasarkan tahap pertumbuhannya. Saat tanaman aktif tumbuh, sirami secara teratur agar tanah sedikit lembap.
Akan tetapi, saat tanaman mulai tidak aktif, hentikan penyiraman secara teratur dan biarkan tanaman mati. Siram hanya untuk mencegah tanah dan tanaman yang tidak aktif mengering sepenuhnya. Tingkatkan penyiraman saat tanaman mulai tumbuh kembali.
4. Suhu dan Kelembapan
Tanaman ini lebih menyukai kondisi iklim yang hangat. Kelembapan sedang hingga tinggi adalah yang terbaik untuk blood lily. Jika disimpan di dalam ruangan, menyemprot tanaman atau meletakkannya di atas wadah kerikil dan air, akan membantu meningkatkan kelembapan.
Bunda juga perlu menjauhkan tanaman ini dari angin kencang di dekat ventilasi atau jendela di rumah.
5. Pupuk
Berikan blood lily pupuk setiap dua minggu selama musim tanam untuk mendorong pertumbuhan yang sehat.
Pupuk yang tinggi fosfor bekerja dengan baik untuk tanaman ini dan mendukung mekarnya bunga yang cantik. Saat blood lily mulai mati, hentikan pemupukan. Beri pupuk lagi setelah masa dormannya selesai.
6. Repotting
Blood lily tidak perlu sering direpoting. Faktanya, bunga tersebut tumbuh paling baik apabila tidak diganggu. Jika benar-benar harus mengganti pot tanaman, keluarkan tanaman dari wadahnya dengan hati-hati agar tidak mengganggu sistem akarnya.
Kemudian, pindahkan tanaman ke wadah baru dengan campuran tanah pot dan pasir. Siram secukupnya dan biarkan kelembapan berlebih mengalir dari pot.
Nah, itulah beberapa hal yang bisa Bunda ketahui terkait tanaman bunga bulan Desember atau blood lily. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(asa/fia)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tanaman yang Bisa Menekan Polusi di Rumah; Lidah Buaya & Sirih Gading Juaranya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tanaman yang Cocok untuk Sistem Akuaponik, Bisa Dipanen untuk Masak
5 Tanaman Hias Tahan Panas & Mudah Dirawat, Bikin Rumah Bunda Makin Cantik
Istri Wali Kota Bogor Suka Siram Tanaman dengan Air Cucian Beras, Biar Apa?
5 Tanaman yang Cocok Menghiasi Taman Minimalis di Rumah
TERPOPULER
Psikolog Ungkap Momen Anak Paling Sering Meniru Orang Tua
Kisah Ratu Wilhelmina dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
7 Penyebab Munculnya Benjolan di Payudara Ibu Menyusui, Baik Kiri Maupun Kanan
Terpopuler: Transformasi Tissa Biani Turun Hampir 10 Kg
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
Psikolog Ungkap Momen Anak Paling Sering Meniru Orang Tua
7 Penyebab Munculnya Benjolan di Payudara Ibu Menyusui, Baik Kiri Maupun Kanan
Posting Proses Persalinan di Sosial Media, Sharing Sesama Bunda atau Malah Bikin Takut?
7 Drama Korea Choo Young Woo Terbaik Rating Tertinggi, Romantis hingga soal Kedokteran
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Heboh Pemain Timnas Indonesia Diduga Lakukan Kekerasan ke Pacar
-
Beautynesia
5 Jenis Ikan Tinggi Purin yang Pantang Dikonsumsi Penderita Asam Urat
-
Female Daily
6 Cheongsam dari Brand Lokal untuk Rayakan Imlek Tahun Ini
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 12 Februari: Leo Lagi Mujur, Cancer Jangan Emosi
-
Mommies Daily
Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog