MOM'S LIFE
10 Tanda Bunda Alami Parental Burnout, Stres Tidak Biasa saat Mengasuh Anak
Amira Salsabila | HaiBunda
Rabu, 06 Mar 2024 12:55 WIBPernahkah Bunda mengalami parental burnout? Ini adalah kondisi ketika orang tua mengalami kelelahan secara fisik, mental, dan emosional akibat tanggung jawab mereka untuk membesarkan anak.
Orang tua dengan kondisi ini mungkin mengalami beberapa masalah terhadap psikisnya. Mereka mungkin bisa merasa jauh atau putus hubungan dengan anak-anaknya, dan banyak juga yang mengalami depresi, stres kronis, dan rendahnya toleransi terhadap frustrasi.
Beberapa orang mungkin mengalami burnout karena merasa tidak mampu membesarkan anak-anak, sementara yang lain kesulitan mengelola pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak, dan kewajiban pekerjaan lainnya yang tak terhitung.
10 Tanda Bunda mengalami parental burnout
Melansir dari laman newport academy, wajar jika orang tua terkadang merasa burnout dan frustrasi. Akan tetapi, ketika orang tua tidak memiliki waktu untuk istirahat sejenak, energi yang rendah dapat berkembang menjadi burnout.
Berikut adalah beberapa tanda umum parental burnout yang bisa Bunda kenali:
- Memiliki pikiran untuk bunuh diri dan melarikan diri karena merasa terjebak
- Peningkatan perilaku adiktif seperti minum atau merokok
- Kelelahan secara fisik dan mental yang intens, merasa lelah sepanjang waktu
- Risiko lebih tinggi mengalami kecemasan dan depresi
- Tidak bisa mengendalikan emosi, merasa sendirian
- Iritabilitas dan frustrasi
- Memiliki gangguan tidur dan masalah kesehatan lainnya, seperti sakit kepala dan nyeri otot
- Meningkatnya frekuensi dan intensitas konflik antar orang tua
- Merasa tidak mampu, hilangnya rasa pencapaian terkait dengan mengasuh anak
- Hilangnya motivasi dan minat pada aktivitas yang biasanya disukai
Penyebab yang mendasari parental burnout
Melansir dari laman choosing therapy, mengasuh anak itu memang sangat melelahkan, ini disebabkan oleh beberapa faktor tertentu. Faktor-faktor ini ditambah dengan batasan yang buruk, kurangnya komunikasi, dan kecenderungan umum untuk menyenangkan orang lain, dapat menghabiskan energi dan sumber daya kognitif.
Berikut adalah beberapa penyebab orang tua mengalami parental burnout:
- Pekerjaan: Pekerjaan dengan tingkat stres yang tinggi bisa membuat orang tua merasa lelah karena menyita ruang kognitif dan emosional.
- Jumlah anak: Lebih banyak anak umumnya berarti lebih banyak tanggung jawab. Memiliki lebih dari satu anak dapat menguras sumber daya mental dan fisik.
- Tahap perkembangan anak: Tergantung pada tahap perkembangannya, seorang anak mungkin memerlukan tingkat keterlibatan orang tua yang berbeda. Misalnya, bayi baru lahir yang mengalami kesulitan tidur sepanjang malam dapat menyebabkan parental burnout.
- Akses terhadap dukungan: Dukungan sosial dapat memberikan perlindungan terhadap gejala parental burnout. Kurangnya dukungan dapat membuat orang tua merasa lelah.
- Kebutuhan anak: Anak-anak mungkin memiliki kebutuhan sehari-hari yang berbeda berdasarkan genetika, perkembangan, atau ekspektasi budaya.
- Tingkat perfeksionisme dan ekspektasi: Perfeksionisme dapat menyebabkan orang tua mempertanyakan seberapa banyak yang cukup untuk anak-anak mereka.
- Batasan yang buruk: Menetapkan batasan yang sehat dengan anak-anak membantu mereka mempelajari tingkat kemandirian dan kepercayaan diri yang tepat. Akan tetapi, terus-menerus melakukan tugas-tugas yang sebenarnya dapat mereka selesaikan tanpa pengawasan orang tua dapat menyebabkan burnout dalam mengasuh anak.
Cara mengatasi parental burnout
Bunda yang mengalami parental burnout mungkin bisa mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini:
1. Konsultasi dengan terapis
Berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental berlisensi dapat membantu Bunda mengatasi parental burnout dan mengembangkan keterampilan mengatasi masalah yang positif. Terapi ini bisa juga membantu Bunda menetapkan tujuan untuk mengurangi stres di rumah atau kantor.
Setiap orang membutuhkan sistem pendukung, dan terapis dapat menawarkan ruang yang nyaman untuk bertukar pikiran, mengidentifikasi, dan menerapkan solusi.
2. Menelpon teman
Meminta bantuan membutuhkan banyak keberanian. Banyak orang bergumul dengan kerentanan, terutama ketika menghadapi sesuatu yang intim seperti parental burnout.
Mengizinkan orang lain masuk ke dalam keluarga dan kehidupan rumah tangga bisa jadi menakutkan. Akan tetapi, mendapatkan dukungan mereka dapat memberikan wawasan tentang kemungkinan solusi atau perubahan positif.
3. Meningkatkan perawatan diri
Mulailah dari hal kecil jika Bunda tidak punya waktu untuk melakukan rutinitas perawatan diri. Luangkan waktu dua menit setiap pagi sebelum memeriksa ponsel atau mengajak anak-anak untuk bernapas dalam-dalam dan memikirkan kebutuhan Bunda.
Nah, itulah beberapa tanda-tanda Bunda mengalami parental burnout hingga cara mengatasinya yang bisa Bunda kenali. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
Simak juga perbincangan dengan pakar mengenai toxic marriage berikut ini, banyak insight yang bisa didapat, lho Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tak Hanya Fisik Bun, Kesehatan Mental Juga Penting Dijaga Saat Pandemi
4 Alasan Orang Tua Perlu Periksa Kesehatan Mentalnya, Bunda Perlu Tahu
Bunda Perlu Tahu, Ini Trik Sederhana Usir Stres Saat di Rumah
Anniversary Mommies Daily ke-10 Ajak Bunda Lebih Peduli Kesehatan Mental
TERPOPULER
Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
35 Pantun Penutup Acara Lengkap dari Kegiatan Resmi, Lamaran, Perpisahan hingga Lucu
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
35 Pantun Penutup Acara Lengkap dari Kegiatan Resmi, Lamaran, Perpisahan hingga Lucu
Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Catokan Motion-Responsive: Beneran Bikin Rambut Sehalus Klaimnya?
-
Beautynesia
4 Ciri Kepribadian Perempuan yang Hatinya Tangguh, Bikin Banyak Orang Kagum
-
Female Daily
Ini 4 Tips Memaksimalkan Setiap Sudut Rumah yang Bisa Kamu Tiru!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Setelah Jisoo, Rose BLACKPINK Minta Maaf ke Fans Soal Hari Anniversary
-
Mommies Daily
Saat Anak Mulai Remaja dan Punya Dunianya Sendiri, Ini 12 Hal yang Diam-diam Dirindukan Orang Tua