HaiBunda

MOM'S LIFE

Dinkes DKI Bersiap Sebar Nyamuk Wolbachia untuk Cegah DBD, Ini Lokasi Pertamanya

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Senin, 10 Jun 2024 19:15 WIB
Ilustrasi Nyamuk DBD/Foto: Getty Images/iStockphoto/auimeesri
Jakarta -

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang bisa menyerang orang dewasa dan anak-anak. Meski begitu, penyakit ini disebut bisa dicegah dengan penyebaran nyamuk wolbachia, Bunda.

DBD adalah penyakit yang diakibatkan infeksi virus dengue, melalui gigitan nyamuk. DBD biasanya endemik di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Di Tanah Air, kasus DBD di beberapa wilayah Indonesia sendiri diketahui semakin meningkat.

Gejala demam berdarah dengue biasanya berlangsung selama 2-7 hari. Kebanyakan orang akan pulih setelah sekitar satu minggu. Namun, beberapa orang mungkin terkena demam berdarah parah, yang dapat mengancam nyawa.


Penyebaran nyamuk wolbachia

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengatakan masih bersiap untuk mengimplementasikan pelepasan nyamuk wolbachia. Ini merupakan inovasi teknologi wolbachia yang diharapkan bisa membantu sebagai pelengkap upaya program pemerintah untuk menekan angka DBD.

"Daftar pertama ada di Jakarta Barat, kita mulai dari Kecamatan Kembangan. Saat ini, belum kita mulai, masih persiapan. Jika semuanya siap, termasuk masyarakat, baru kita akan melepaskan nyamuk," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati dikutip dari ANTARA, Senin (10/6/2024).

Nyamuk wolbachia sendiri merupakan nyamuk Aedes aegypti pembawa virus demam berdarah dengue yang di dalamnya dimasukkan bakteri wolbachia. Dari hasil penelitian, nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia mampu menurunkan kasus dengue sebesar 77,1 persen.

Lebih lanjut, Ani mengatakan pelepasan nyamuk Aedes aegypti mengandung wolbachia menjadi salah satu upaya untuk mengendalikan angka kasus DBD, selain pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan lainnya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia turut mengimbau seluruh masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan sekitar salah satunya dengan memeriksa secara berkala jentik nyamuk atau perkembangbiakan nyamuk.

Seperti apa berita lengkapnya? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/mua)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenali Gejala hingga Fase Penyakit DBD pada Anak, Waspada Bun!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Anak Usia 5 Tahun Masih Ngompol di Malam Hari, Normalkah?

Parenting Asri Ediyati

4 Zodiak Ini Paling Menikmati Gaya Hidup Slow Living, Bunda Termasuk?

Mom's Life Amira Salsabila

Studi Temukan Mikroplastik di Plasenta dan Bayi Belum Lahir, Waspadai Dampaknya Bun

Kehamilan Annisa Karnesyia

Haru & Prestasi, Kelulusan Siswa SD Islam Al Azhar 8 Kembangan Jadi Momen Tak Terlupakan

Parenting Pritadanes

Menu Hemat Keluarga yang Lezat dan Mengenyangkan, Bantu Pangkas Pengeluaran

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jadwal & Tekstur MPASI Bayi 7-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu

5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali

Anak Usia 5 Tahun Masih Ngompol di Malam Hari, Normalkah?

Studi Temukan Mikroplastik di Plasenta dan Bayi Belum Lahir, Waspadai Dampaknya Bun

4 Zodiak Ini Paling Menikmati Gaya Hidup Slow Living, Bunda Termasuk?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK