HaiBunda

MOM'S LIFE

Ketahui Jenis-jenis Nyeri dan Trauma Beserta Layanan Pengobatannya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 22 Jan 2025 17:21 WIB
Ketahui Jenis-jenis Nyeri dan Trauma Beserta Layanan Pengobatannya/Foto: Getty Images/Doucefleur
Jakarta -

Nyeri dan trauma merupakan masalah kesehatan yang pernah dialami sebagian besar orang. Ada banyak perawatan non-medis dan medis yang tersedia untuk membantu Bunda menyembuhkannya.

Masalah kesehatan itu sering kali membuat seseorang tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional. Rasa sakit itu disebabkan oleh banyak hal, dan orang-orang mengobatinya dengan berbagai cara.

Dalam rangka memperingati perjalanan tujuh tahun, Brawijaya Hospital Depok meluncurkan Klinik Nyeri & Trauma Center.


Klinik ini hadir untuk memberikan solusi komprehensif dalam pengelolaan nyeri dan trauma dengan pendekatan modern yang berpusat pada keselamatan dan kenyamanan pasien (patient centered services).

“Brawijaya Hospital Depok senantiasa berupaya untuk selalu menghadirkan layanan-layanan kesehatan yang komprehensif, yang akan menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah Jabodetabek, khususnya masyarakat Depok,” ujar Direktur Utama Brawijaya Hospital Depok, dr. Budiman Kharma, MSc, PhD, SpPK, dikutip dari press release yang diterima HaiBunda, Rabu (22/1/2025).

Jenis-jenis nyeri dan trauma beserta layanan pengobatannya

Adapun beberapa jenis nyeri dan trauma lengkap dengan layanan pengobatan yang dapat pasien terima:

1. Manajemen Nyeri Akut dan Kronis

  • Konsultasi dan penanganan nyeri kronis akibat degeneratif, seperti hernia nucieus pulposus (HNP), spondylosis, stenosis spinal, dan nyeri neuropatik.
  • Pengelolaan nyeri akut pasca-operasi atau cedera.

2. Trauma Orthopedi

  • Penanganan trauma tulang dan sendi, seperti fraktur, dislokasi, dan cedera jaringan lunak.
  • Reposisi tulang dan operasi ortopedi darurat.

3. Spinal Pain Management

  • Pengobatan non-bedah untuk nyeri tulang belakang, seperti injeksi epidural, blok saraf, dan radiofrequency ablation.
  • Operasi minimal invasif tulang belakang untuk herniasi diskus atau kompresi saraf.

4. Rehabilitas Pasca Trauma

  • Fisioterapi dan rehabilitas untuk memulihkan fungsi setelah trauma atau operasi.
  • Program pemulihan pasien dengan pendekatan personal.

5. Penanganan Gangguan Muskuloskeletal lainnya

  • Terapi untuk gangguan postur, nyeri lutut, nyeri bahu, atau osteoarthritis.
  • Terapi injeksi intra-artikular dan platelet-rich plasma (PRP).

6. Layanan Dukungan Psikologis

  • Konseling untuk trauma psikologis yang sering menyertai cedera fisik.

Dokter ahli di Klinik Nyeri & Trauma Center, dr. Ajiantoro Sp.OT(K) Spine, mengatakan klinik ini dirancang untuk menjadi solusi bagi pasien yang mengalami nyeri akut maupun kronis, dan trauma yang memengaruhi kualitas hidup mereka.

“Dengan teknologi terkini dan tim medis yang berpengalaman, kami berkomitmen untuk memberikan perawatan yang terbaik agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan tanpa rasa sakit,” ungkapnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/asa)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Cara untuk Sembuh dari Trauma Setelah Diselingkuhi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Batas Toleransi Makanan Kedaluwarsa, Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Terlanjur Dikonsumsi?

Mom's Life Natasha Ardiah

Bukan Bunga, Tomat Mini di Meja Makan Jadi Tren Tanaman Rumah 2026

Mom's Life Arina Yulistara

Bunda yang Rajin Olahraga Sebelum & saat Hamil Cenderung Lahirkan Bayi dengan Perkembangan Lebih Pesat

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Ikut Tren Unggah Foto 90-an, Sophia Latjuba Dipuji Berwajah seperti 'Vampir'

Mom's Life Amira Salsabila

Mengenal Diet Ular yang Diklaim Efektif Turunkan BB, Amankah?

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Gaya Berpakaian Menurut Psikologi

Bukan Bunga, Tomat Mini di Meja Makan Jadi Tren Tanaman Rumah 2026

Bunda yang Rajin Olahraga Sebelum & saat Hamil Cenderung Lahirkan Bayi dengan Perkembangan Lebih Pesat

5 Tips Mempersiapkan Anak Kembali Sekolah Setelah Libur Lebaran

Batas Toleransi Makanan Kedaluwarsa, Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Terlanjur Dikonsumsi?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK