Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ini Jam Sahur untuk Diet agar Efektif Turunkan BB

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 19 Feb 2026 10:40 WIB

Ilustrasi Muslim
Ilustrasi Diet saat Bulan Puasa/ Foto: Getty Images/iStockphoto/rachasuk
Daftar Isi
Jakarta -

Bulan Ramadan dapat menjadi momen terbaik untuk memulai gaya hidup sehat. Di bulan Ramadan, Bunda bisa mengatur jam sahur untuk diet agar efektif menurunkan berat badan (BB).

Seperti diketahui, makan sahur adalah kebiasaan yang penting dalam pelaksanaan puasa. Menurut Mustopa, M. Ag. dalam buku Sejarah Puasa di Bulan Ramadhan, sahur adalah makanan yang dikonsumsi sebelum fajar atau saat dimulainya waktu puasa.

Hukum makan sahur adalah sunah yang sangat dianjurkan. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur.

"Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur itu ada berkah." (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Sesuai hadis, makan sayur penting dilakukan selama bulan puasa. Meski sahur hanya dapat dilakukan dengan sedikit makan, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk tidak meninggalkan. Dalam sahur terdapat berkah, Bunda.

"Sahur juga membatu memberikan energi selama berpuasa di siang hari, serta menegaskan perbedaan puasa umat Islam dengan puasa-puasa dalam agama lain yang mungkin tidak melaksanakan sahur," tulis Mustopa, M. Ag.

Jam sahur untuk diet

Waktu berakhirnya sahur sudah ditentukan. Tapi, waktu mulai makan sahur bisa Bunda atur untuk menyesuaikan pola diet.

Dilansir laman CNN Indonesia, jam sahur untuk diet yang ideal adalah menjelang imsak atau sekitar pukul 3 pagi. Jika waktu sahur dimulai saat tengah malam, Bunda bisa lebih cepat lapar saat menjalani ibadah puasa. Selain itu, sistem metabolisme tubuh akan terganggu, konsentrasi menurun, dan risiko maag dapat meningkat.

Selain memikirkan jam makan sahur, diet saat puasa akan lebih efektif bila kita memerhatikan kebiasaan setelah makan. Untuk menghindari kegagalan dalam diet, Bunda disarankan tidak langsung tidur setelah santap sahur. Pasalnya, langsung tidur setelah sahur justru akan memicu naiknya asam lambung dan rentan menyebabkan sakit maag.

Ketentuan untuk tidak tidur setelah sahur juga ada dalam sejumlah riwayat. Menurut riwayat, Rasulullah SAW bergegas untuk melaksanakan salat subuh setelah sahur. Beliau lalu melakukan zikir dan istighfar. Saat matahari terbit, Rasulullah SAW lalu berjalan keluar untuk mencari rezeki.

Dalam riwayat dari sahabat Ibnu Abbas yang diriwayatkan Imam Thabrani, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Ketika kalian sudah selesai melakukan salat Subuh, janganlah tidur yang menjadi penyebab hilangnya rezekimu."

Bahaya langsung tidur setelah makan

Secara medis, tidur setelah makan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Tak hanya itu, kebiasaan tersebut juga dapat mengganggu program diet.

Tidur langsung setelah makan berarti tubuh tidak punya kesempatan untuk membakar kalori yang masuk. Pada akhirnya, banyak pakar percaya bahwa kebiasaan tersebut bisa membuat berat badan naik.

"Bukti saat ini menunjukkan tidak ada alasan fisiologis pasti mengapa makan sebelum tidur menyebabkan kenaikan berat badan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan sebelum tidur lebih cenderung mengalami kenaikan berat badan," kata pakar Grant Tinsley, Ph.D., CSCS, melansir dari Healthline.

Selain bisa menyebabkan kenaikan berat badan, tidur setelah makan juga dapat menyebabkan asam lambung naik. Dikutip dari Livestrong, pencernaan makanan secara anatomi seharusnya dilakukan saat tubuh dalam kondisi tegak. Saat langsung tidur setelah makan, asam lambung yang meningkat dapat naik melalui kerongkongan dan menimbulkan refluks.

Bunda yang mengalami refluks bisa merasakan mulas dan rasa terbakar di dada dan di belakang tulang dada. Gejala tersebut tak hanya bisa bikin tubuh tak nyaman, tapi juga dapat membatalkan puasa.

Ilustrasi MuslimIlustrasi Diet/ Foto: Getty Images/iStockphoto/

Pada dasarnya, diet yang tepat mencakup konsumsi makanan sehat dan membatasi makanan olahan. Diet sehat juga mencakup pola makan gizi seimbang.

"Pola makan seimbang memberi tubuh nutrisi yang dibutuhkan agar berfungsi dengan baik. Untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, sebagian besar kalori harian harus berasal dari buah dan sayuran segar, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan protein rendah lemak," kata ahli diet klinis Marie Lorraine Johnson MS, RD, CPT.

"Kalori adalah ukuran energi yang disediakan oleh makanan. Jumlah kalori yang dibutuhkan seseorang bergantung pada jenis kelamin, usia, dan tingkat aktivitasnya," sambungnya.

Diet dengan pola makan seimbang sangat penting agar tubuh dapat bekerja secara efektif, Bunda. Tanpa nutrisi yang seimbang, tubuh juga akan lebih rentan terhadap penyakit, infeksi, kelelahan, dan kinerja yang rendah.

Sama seperti di luar bulan Ramadan, menu sahur saat puasa juga perlu mencakup makanan sehat dan bernutrisi, Bunda. Melansir dari beberapa sumber, berikut tiga jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat sahur agar tubuh tetap berenergi, perut kenyang, dan mendapatkan vitamin yang dibutuhkan.

1. Karbohidrat gandum utuh

Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Mengganti karbohidrat olahan dengan karbohidrat gandum utuh di waktu sahur dapat membantu Bunda merasa kenyang dan berenergi lebih lama.

Karbohidrat gandum utuh dipecah menjadi glukosa dalam darah lebih lambat, sehingga melepaskan energi dalam jangka waktu yang lebih lama. Karbohidrat gandum utuh juga mengandung sumber serat larut dan tidak larut yang baik untuk tubuh, terutama sistem pencernaan.

2. Makanan kaya protein

Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dan memperbaiki otot dan organ, serta mengatur metabolisme. Mencukupi kebutuhan protein di waktu sahur juga bisa membuat perut kenyang sepanjang hari.

Penting untuk memilih sumber protein tanpa lemak atau rendah lemak yang baik, termasuk memilih protein nabati saat sahur untuk mengurangi asupan lemak jenuh yang berlebihan. Sumber protein yang baik meliputi daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan seperti buncis dan lentil, tahu, tempe, produk susu rendah lemak, serta biji-bijian.

3. Buah dan sayuran

Buah dan sayuran kaya akan serat dan mikronutrien penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi optimal. Sayuran dan buah-buahan umumnya rendah kalori dan tinggi kandungan air, sehingga Bunda bisa merasa kenyang lebih lama saat menjalani diet di bulan Ramadan.

Ada beberapa buah dan sayuran yang dapat dikonsumsi saat sahur antara lain pisang, jeruk, kurma, mentimun, selada, dan tomat. Mengonsumsi buah dan sayuran dengan beragam warna juga dapat membantu Bunda mendapatkan banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan, serta membantu mengurangi peradangan.

4. Minum cukup air putih

Selama puasa Ramadan, Bunda perlu memenuhi kebutuhan mineral agar terhindar dari dehidrasi. Untuk memenuhinya, Bunda dapat minum dua gelas air putih setelah berbuka puasa, empat gelas di malam hari sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur.

Ketika perut merasakan bahwa ia sudah penuh, ia akan mengirimkan sinyal ke otak untuk berhenti makan. Air dapat mengisi ruang di perut, sehingga menimbulkan perasaan kenyang dan mengurangi rasa lapar.

Demikian jam sahur untuk diet agar efektif menurunkan berat badan, dan diet tepat selama bulan Ramadan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda