HaiBunda

MOM'S LIFE

Hukum Merayakan Halloween dalam Islam, Haramkah?

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 30 Oct 2026 14:30 WIB
Ilustrasi Halloween /Foto: Getty Images/kajakiki
Jakarta -

Menjelang akhir Oktober, suasana Halloween mulai terasa di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski bukan dari tradisi lokal, perayaan ini kerap hadir di pusat perbelanjaan, sekolah internasional, hingga restoran dengan beragam dekorasi.

Salah satu cara merayakannya adalah mengenakan kostum atau cosplay sebagai karakter favorit. Mulai dari penyihir dan vampir hingga tokoh terkenal, berbagai penampilan unik turut memeriahkan momen tersebut.

Namun, bagi umat Muslim, perayaan Halloween juga menimbulkan pertanyaan mengenai batasan dalam ajaran agama.


Lantas, bagaimana hukum merayakan Halloween dalam Islam? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Hukum merayakan Halloween dalam Islam

Meski Halloween lebih banyak dirayakan sebagai hiburan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan umat Islam agar tidak sembarangan mengikuti tradisi yang bertentangan dengan ajaran agama.

Dilansir detikcom, Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan bahwa Islam menghargai keberagaman budaya. Namun, setiap kebiasaan tetap perlu memperhatikan nilai moral dan batasan agama agar identitas Islam tetap terjaga, Bunda.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menjelaskan bahwa hukum meniru tradisi Halloween juga perlu ditinjau berdasarkan niat dan bentuk perbuatannya. Hal ini berkaitan dengan hadis riwayat Abu Dawud yang berbunyi sebagai berikut:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya:

“Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud)

Mengutip penjelasan dalam kitab Aunul Ma’bud, hadis tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak meniru perilaku, pakaian, maupun simbol yang menjadi ciri khas kelompok lain, terutama jika bertujuan mengikuti keyakinan mereka.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ: قَالَ الْمُنَاوِيُّ وَالْعَلْقَمِيّ : أَيْ تَزَيَّى فِي ظَاهِره بِزِيِّهِمْ ، وَسَارَ بِسِيرَتِهِمْ وَهَدْيهمْ فِي مَلْبَسهمْ وَبَعْض أَفْعَالهمْ اِنْتَهَى . وَقَالَ الْقَارِي : أَيْ مَنْ شَبَّهَ نَفْسه بِالْكُفَّارِ مَثَلًا مِنْ اللِّبَاس وَغَيْره ، أَوْ بِالْفُسَّاقِ أَوْ الْفُجَّار أَوْ بِأَهْلِ التَّصَوُّف وَالصُّلَحَاء الْأَبْرَار

Artinya:

“Maksud redaksi 'siapa yang menyerupai suatu kaum', menurut pendapat al-Munawi dan al-Alaqami, adalah berbusana seperti busana mereka, berjalan dan bertingkah seperti mereka. Sedangkan menurut Ali al-Qari, siapapun yang menyamakan dirinya dengan kaum kafir, misalnya dalam hal pakaian atau hal lain yang berkaitan dengan mereka, atau dengan kaum fasik, durjana, ahli tasawuf, maupun orang-orang saleh, maka ia termasuk menyerupai mereka.”

Imam Al-Munawi dan Al-Alaqami turut menjelaskan bahwa tindakan menyerupai suatu kaum dapat mencakup gaya hidup, cara berpakaian, serta kebiasaan yang mereka lakukan.

Adapun Imam Al-Qari menjelaskan bahwa meniru gaya hidup orang kafir atau fasik karena kekaguman dan keinginan untuk menyerupai mereka dapat mendatangkan dosa. Bahkan, hukumnya bisa mencapai kekufuran apabila disertai pembenaran terhadap akidah mereka.

Sementara itu, kitab Bughyah al-Mustarsyidin, menjelaskan bahwa para ulama merinci hukum menyerupai orang kafir menjadi tiga tingkatan. Berikut di antaranya:

  • Jika penyerupaan dilakukan dengan niat menyetujui atau mengikuti keyakinan mereka, hukumnya bisa menjatuhkan pelaku pada kekafiran.
  • Jika penyerupaan dilakukan tanpa niat mengikuti agama mereka, tetapi hanya meniru kebiasaan atau tradisinya, hukumnya berdosa.
  • Jika kemiripan terjadi secara tidak sengaja atau tanpa niat meniru, hukumnya makruh.

Dengan demikian, meskipun Halloween saat ini kerap dipandang sebagai kegiatan hiburan, umat Islam dianjurkan untuk tidak ikut merayakannya demi menjaga akidah.

Nah, itulah penjelasan tentang hukum merayakan Halloween dalam Islam. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenapa Orang Hamil Sebaiknya Tidak Melayat? Ini Pandangan Islam dan Medis

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi Dilihat dari Cara Balas Chat

Mom's Life Azhar Hanifah

7 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Cerdas dan Tangguh Menurut Psikolog Harvard

Parenting Dilla Atqia Rahmah

Alasan Zaskia Sungkar & Irwansyah Tergugah untuk Adopsi Humaira saat Berusia 6 Bulan

Mom's Life Amira Salsabila

Hukum Merayakan Halloween dalam Islam, Haramkah?

Mom's Life Amira Salsabila

Viral Beeru Stevia Dituding Pakai Pemanis Buatan, Kemenkes: Cermat Pilih Produk 'Zero Sugar'

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi Dilihat dari Cara Balas Chat

7 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Cerdas dan Tangguh Menurut Psikolog Harvard

Hukum Merayakan Halloween dalam Islam, Haramkah?

Viral Beeru Stevia Dituding Pakai Pemanis Buatan, Kemenkes: Cermat Pilih Produk 'Zero Sugar'

Alasan Zaskia Sungkar & Irwansyah Tergugah untuk Adopsi Humaira saat Berusia 6 Bulan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK