sign up SIGN UP search


moms-life

Pandangan Islam tentang Mencukur Bulu Kemaluan dan Ketiak

Kinan Jumat, 28 Feb 2020 17:31 WIB
Sebagian wanita kerap mencukur bulu kemaluan dan ketiak dalam waktu tertentu, Bunda. Bagaimana hukumnya dalam Islam melakukan hal tersebut? caption
Jakarta - Menjaga kebersihan dan kenyamanan menjadi salah satu hal penting bagi hidup wanita, di antaranya dengan rutin membersihkan diri. Salah satu kegiatan membersihkan diri yang biasa dilakukan misalnya mencukur bulu kemaluan dan ketiak.

Tetapi bagaimana ya pandangan agama Islam tentang kegiatan ini, Bun?


Dikutip dari buku Fiqih Wanita: Panduan Hidup Wanita dalam Perspektif Islam yang ditulis oleh Qomaruddin Awwam, S.Ag, MA, benar adanya bahwa umat muslim wajib memerhatikan kebersihan diri. Memerhatikan kebersihan dalam hal ini yaitu menjaga lima fitrah kesucian dalam dirinya, sebagaimana keterangan dalam hadis:


"Fitrah (kesucian) itu ada lima atau ada lima fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memotong kumis," (HR Bukhari dan Muslim)

"Anas bin Malik radhiallahu 'anhu berkata, "Kami meluangkan waktu dalam mencukur kumis, mencukur rambut kemaluan, mencabut rambut ketiak dan memotong kuku. Kami tidak membiarkannya lebih dari 40 malam," (HR Muslim)


Dilansir Healthline, bulu kemaluan sebenarnya memiliki manfaat bagi kesehatan lho, Bun. Di antaranya untuk menyaring kotoran dan mikroorganisme yang berpotensi berbahaya.

Hanya saja, jika kebersihannya tidak bisa terawat dengan baik juga bisa menjadi pemicu infeksi terutama di area organ intim.

Jika Bunda ingin mencukur bulu kemaluan serta ketiak, jangan lupa tetap utamakan kebersihan dan kenyamanan juga, ya.

Bunda, simak juga cara menghilangkan kutu rambut dengan sampo, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(Kinan/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi