nutrisi

Begini Pola Makan Seimbang yang Dianjurkan untuk Anak

Amelia Sewaka 19 Jul 2018
Begini Pola Makan Seimbang yang Dianjurkan untuk Anak/ Foto: dok HaiBunda Begini Pola Makan Seimbang yang Dianjurkan untuk Anak/ Foto: dok HaiBunda
Jakarta - Kalau bicara soal makanan anak, tentunya tiap generasi akan berevolusi dalam mencari 'rumusan' yang tepat tentang apa aja dan bagaimana sebenarnya gizi seimbang untuk anak. Sekarang, ada prinsip pola makan dengan gizi seimbang sebagai pengganti '4 sehat 5 sempurna', Bun.

Dikatakan Dr dr Damayanti Sjarif SpA(K) ada 3 unsur terpenting yang perlu masuk ke tubuh anak yaitu karbohidrat, lemak dan protein. dr Damayanti bilang dirinya selalu mengajari ibu-ibu bahwa gampang kok memberi makan anak sesuai gizi yang seimbang .

"Contoh, kalau ibunya kasih karbohidrat berupa roti, lemaknya bisa berupa mentega nanti proteinnya bisa kasih telur atau semacamnya. Bukan meses, selai karena bahan ini juga karbohidrat untuk anak," kata dr Damayanti dalam acara 'Habibie dan Anak Indonesia: Tumbuh Sehat Melalui Makan Sehat' di Perpustakan Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.



Kenapa anak butuh lemak, karena otak terdiri dari 85 persen lemak dan lemak sangat dibutuhkan selama anak tumbuh dan berkembang. Kalau Bunda mau kasih anak mi juga boleh kok selama itu nggak sering karena mi adalah unsur karbohidrat, nanti bisa ditambahkan ayam, ikan atau telur. Nah, ketiga unsur ini harus ada di piring si kecil, Bun. Lalu bisa ditambahkan buah untuk menjadi snack yang posisinya bisa dimakan anak saat jam 10 pagi dan jam 4 sore.

"Sederhananya, minta anak untuk belajar sendiri dengan apa yang dalam piringnya. Mana karbohidrat, protein dan mana lemak. Karbohidrat, rotein dan lemak untuk anak ya terutama, anak di bawah 2 tahun penting banget diberi sayur dan buah jg," kata dr Damayanti.

Nah, kalau Bunda mau memvariasikan asupan protein untuk si kecil boleh juga kok. Apalagi Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber laut. Kalau bosan dengan telur kita bisa kasih anak ikan dan hasil laut lainnya. Menurut dr Damayanti harusnya dengan begini orang Indonesia tak perlu takut pendek karena protein hewani di Indonesia sangat berlimpah sekali.

"Intinya, gizi seimbang yang paling sederhana yang bisa dipenuhi misal kita beli nasi uduk nih. Kan nasi uduk sendiri udah komplet tuh, udah ada nasi sebagai karbohidrat, santan sebagai lemak dan telur sebagai protein," papar dr Damayanti.

(aml/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi