parenting

'Gara-gara Sering Main Gadget, Anakku Jadi Berubah...'

Amelia Sewaka Sabtu, 26 Aug 2017 13:00 WIB
'Gara-gara Sering Main Gadget, Anakku Jadi Berubah...'
Jakarta - Anak mana sih yang nggak tertarik sama gadget. Karena dari gadget, seperti smartphone, anak akan merasa dimanjakan. Hanya duduk diam, anak bisa melihat gambar bergerak yang gerakannya cukup cepat. Namun gara-gara memberikan gadget pada si kecil, bunda ini jadi menyesal.

Adalah Danesya Juzar, bunda yang pernah punya pengalaman buruk dengan gadget. Namun bukankah pengalaman buruk bisa membuat kita belajar untuk menjadi lebih baik? Dan inilah kisah Nesya.

"Dulu awalnya pas hamil anak kedua, anak pertamaku udah umur 4 tahun. Jadi aku lumayan lama tuh bertiga sama anak dan suamiku. Nah, ketika hamil tuh aku suka ngerasa mual dan segala macem jadi kurang bisa aktif main sama anakku yang pertama, jadinya sempet aku kasih dia gadget," tutur Nesya, saat ditemui dalam acara ELC Indonesia bertajuk "The Joy of Outdoor Play" di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.


Sekitar seminggu atau dua minggu kemudian, Nesya menyadari ada perubahan pada anaknya, Dio. Ketika smartphone yang digunakan lowbat atau ketika salah pencet, si kecil langsung mengamuk. Diajak keluar rumah pun, anaknya nggak mau. Bahkan sering kali ketika mereka bepergian, Dio minta cepat-cepat pulang karena ingin menonton video di rumah.

"Padahal dulu anaknya aktif banget," lanjut Nesya.

Baca juga: Buat Anak-anak Ini, Permainan Seru Itu Bukan dengan Gadget

Sedih banget dong ya melihat anak yang dulu aktif kini kesukaannya cuma diam sambil melototin gadget. Waktu si kecil pun rasa-rasanya lebih banyak dihabiskan hanya untuk gadget. Duh! Jadi cemburu nih sama gadget.

Danesya dan keluarganya/Danesya dan keluarganya/ Foto: dok Pribadi

"Kalau TV masih bisa deh aku kontrol, misal 'Satu film aja udah ya Nak'. Kalau gadget kan kita nggak tahu mereka pencet-pencet apa pokoknya anak asyik sendiri aja. Dari situ aku bener-bener stop deh," sambung Nesya.

Tapi nggak gampang sih memang menjauhkan gadget yang sudah akrab dengan anak. Pasti ada rewel-rewelnya. Tapi semua demi kamu juga, Nak, ayo berjuang bersama. Main gadget nggak apa-apa, tapi jangan sampai berlebihan dan membuat waktumu hanya untuk gadget saja ya.

"Pernah di kelas arts and craft, dia malah nge-slide kertas kayak main handphone saking berlebihannya main gagdet. Beda-beda orang sih pengalamannya dan sebenarnya aku nggak ngelarang main gadget, tapi kalau sampai begitu tetap harus dibatasi. Ya apapun yang berlebihan nggak baiklah pokoknya," tutur Nesya.

Nah, untuk mainan bagi Dio, sebenarnya Nesya sudah menaruh mainan-mainan itu di tempat yang mudah dijangkau. Jadi Dio bisa memilih sendiri mainan apa yang akan dia mainkan.

Danesya dan keluarganya/Danesya dan keluarganya/ Foto: dok Pribadi

Namun karena sekarang Dio sudah sekolah, maka sudah tidak sebanyak dulu waktu bermainnya di rumah. Biasanya Nesya memberikan tiga permainan untuk Dio di sore hari, termasuk buku di dalamnya. "Kalau dia mau mainan yang lain ya dia harus balikin mainan yang ada dulu, baru ambil yang baru," imbuh Nesya.

Baca juga: Langkah-langkah Amankan si Kecil dari Video yang Tak Sesuai

Ini Nesya lakukan agar anaknya belajar bertanggung jawab untuk merapikan mainannya setelah selesai bermain. Ya, bener banget Bunda Nesya, anak-anak belajar dari hal-hal di sekelilingnya, termasuk dari kegiatan sehari-hari.

Untuk menuangkan pengalaman pribadinya dalam bermain dan mengasuh Dio, Nesya menuliskan di blog Productive Mamma. Maklum ia dan anaknya gemar membuat DIY mainan. Di blog itu juga Nesya merekomendasikan berbagai kegiatan produktif ibu dan anak lainnya. Lambat laun blog-nya malah makin berkembang ke arah lifestyle dan ke arah yang lebih general, sampai akhirnya ada event-nya juga.

"Productive mamma event itu lebih karena aku dan tim yang tujuh orang ini passionate soal edukasi anak dan kegiatan anak. Jadi kita sering bikin workshop semacam arts and craft atau kegiatan yang bisa dilakukan di rumah tapi juga bisa kegiatan untuk ibu-ibunya juga bisa bersosialisasi," terang Danesya.

Akhirnya Productive Mama menjadi semacam komunitas, yang mana anggotanya nggak cuma ibu di rumah, tapi juga ibu bekerja. Jika mau gabung, tinggal cek di Instagram @productivemamas karena mereka sering update kalau ada event-event tertentu. Atau cek juga situsnya ya Bun, di https://www.productivemamas.com/ (aml)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi