HaiBunda

PARENTING

Saat Tokoh Kartun Mr Potato Head Bantu Pantau Perkembangan Bayi Prematur

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 24 Nov 2017 17:11 WIB
Potato Head Project, organisasi yang dukung orang tua bayi prematur/ Foto: Facebook/ The Potato Head Project
Jakarta - Bunda tahu salah satu tokoh di kartun Toy Story, Mr Potato Head? Itu, Bun, karakter berbentuk kentang berkumis dan pakai topi. Di America Serikat, karakter Mr Potato Head ini jadi tolok ukur bayi prematur.

Semua orang tua bayi prematur pasti tahu rasanya nggak bisa memeluk langsung sang buah hati pasca persalinan. Sedih bahkan stres berat bisa dialami bunda dan ayahnya. Nah, ada sebuah organisasi yang mendukung para orang tua bayi prematur. Uniknya, selain menggalang dana, organisasi ini memberi boneka Mr Potato Head ke setiap orang tua yang berbagi pengalaman mereka di organisasi ini. Kok dikasih boneka? Ternyata, ini terinspirasi dari cerita Kristin Moan, si pendiri organisasi.

"Saat itu saya sedang hamil bayi kembar, dan keduanya lahir prematur di usia 23 minggu. Kemudian staf Neonatal Intensive Care Unit (NICU) menyarankan saya untuk menaruh boneka atau benda di sebelah bayi kembar saya," ujar Kristin dikutip dari Babble.


Kata Kristin, tujuan ditaruhnya boneka adalah agar ia dan para keluarga yang menjenguk tahu persis perkembangannya. Caranya, dengan melihat perbandingan ukuran boneka dengan bayinya, Bun.
"Mereka lahir dengan ukuran yang sangat mini, Dylan beratnya 600 gram dan Hayden beratnya 700 gram. Saat diminta staf untuk menaruh boneka di samping inkubator, daripada membeli, ayahnya membawakan mainan Mr dan Mrs Potata Head dari film Toy Story," kata Kristin.


Bayi yang berada di NICU sangat rentan terkena penyakit. Nah, keunggulan dari mainan Mr Potato Head ini lebih 'steril' dibandingkan boneka lainnya karena si Mr Potato Head dirancang tanpa bulu. Bahan mainannya juga terbuat dari plastik sehingga lebih mudah dicuci.

"Selama 119 hari mereka dirawat, dari yang ukurannya lebih kecil dari Potato Head hingga jauh lebih besar," tutur Kristin.

Kata salah satu orang tua bayi prematur yang telah melewati masa-masa bayinya dirawat di NICU, organisasi ini benar-benar memberikan harapan kepada dia dan keluarganya. Sejauh ini, sudah ada 48 negara yang mengikuti Potato Head Project. Inspiratif banget ya, Bun.

Salah satu bayi prematur bersama Mrs Potato Head /Foto: Facebook/ The Potato Head Project


dr Rinawati Rohsiswatmo SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo bilang pada bayi prematur, sentuhan yang bisa jadi bentuk stimulasi buat mereka penting banget diberikan bahkan setelah mereka lahir. Mulai dari belaian bunda sama ayah, kangaroo mothercare, aktivitas menyusu, dan diajak ngobrol.

"Bahkan setelah bayi prematur udah boleh pulang, orang tua jangan puas dulu. Masih ada PR yaitu memberi stimulasi terus-menerus. Ajak anak ngobrol, saat menyusui tatap matanya, ajak ngobrol, stimulasi lewat mainan juga bisa diberikan. Pertumbuhan bayi yang lahir prematur perlu dilakukan sampai usia sekolah bahkan remaja," kata dr Rina.

(aci/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Seorang Pasien Alami Kerusakan Ginjal Usai Seduh Biji Kopi, Ini Fakta di Baliknya

Mom's Life Natasha Ardiah

Menurut Psikolog, Ini 5 Kalimat Sering Diucapkan Pendengar Baik

Mom's Life Ajeng Pratiwi & Muhammad Prima Fadhilah

9 Tanda Anak Alami Child Grooming, Modus Pelecehan yang Jarang Disadari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Bantu Menurunkan Tekanan Darah

Mom's Life Azhar Hanifah

10 Cerita Dongeng yang Mengajarkan Anak Berbuat Baik, Bisa Dibacakan Sebelum Tidur

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kisah Seorang Pasien Alami Kerusakan Ginjal Usai Seduh Biji Kopi, Ini Fakta di Baliknya

10 Cerita Dongeng yang Mengajarkan Anak Berbuat Baik, Bisa Dibacakan Sebelum Tidur

Surat Maryam Ayat 1-11 untuk Program Hamil: Arab, Latin, Arti, Keutamaan & Manfaatnya

9 Tanda Anak Alami Child Grooming, Modus Pelecehan yang Jarang Disadari

Menurut Psikolog, Ini 5 Kalimat Sering Diucapkan Pendengar Baik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK