parenting

Kisah Bocah 3 Tahun yang Happy Melihat Proses Persalinan Ibunya

Asri Ediyati Selasa, 23 Jan 2018 19:04 WIB
Kisah Bocah 3 Tahun yang Happy Melihat Proses Persalinan Ibunya
- Saat melahirkan, sudah jadi hal yang lumrah ketika seorang ibu ditemani sang suami juga tenaga medis. Tetapi gimana saat melahirkan si ibu juga ditemani anaknya yang berumur 3 tahun ya?

Seorang ibu bernama Rebecca meminta anak perempuannya yang berusia 3 tahun Hunter untuk ikut di dalam ruangan bersalin. Nah, cerita Hunter ikut melihat proses persalinan bundanya ini dibagikan oleh Nicole Lahey, fotografer kelahiran dan doula Rebecca.

"Orang tua Hunter mempersiapkannya dengan sangat baik untuk pengalaman ini. Mereka juga membahas anatomi. Dia (Hunter) tahu apa itu plasenta dan dia tidak takut dengan darah yang dilihatnya," tulis Rebecca di laman Facebook Love What Matters.


Hunter juga nggak takut saat ibunya berteriak saat melahirkan. Ia sama sekali nggak gugup atau khawatir sama sekali lho, Bun. Kata Nicole, Hunter juga mengajukan pertanyaan, dia bermain dengan bayinya, makan makanan ringan, dan membuat semua orang yang ada di ruang persalinan terhibur dengan keceriaannya.

"Dia memegang kepala adiknya, dia menghibur saat ibunya berusaha mendorong adiknya keluar, dia mengusap rambut ibunya dengan lembut," ujar Nicole dikutip dari Women's Health.

Lalu, Hunter ditanya apakah dia ingin menggendong adik bayinya itu dan Nicole memintanya melepas bajunya. Hal ini karena bayi menyukai skin-to-skin. Dia memeluknya dengan bahagia. Namun, saat adiknya itu mencari payudara sang bunda, dia terkikik. Lalu, Nicole dan ibunya mengatakan kepadanya kalau adiknya ingin menyusu.

"Hunter bahkan membantu adik laki-lakinya menyusu ke puting ibunya untuk pertama kalinya. Dia memeriksa kabelnya dan merasakannya dada adiknya berdenyut. Dia tidak melewatkan apapun dan cukup berperan besar dalam tiap aspek kelahiran adiknya itu," kata Nicole dikutip dari Cafe Mom.

[Gambas:Instagram]


Tulisan Nicole menuai banyak perhatian dari perdebatan hingga sanjungan dari para netizen. Mereka memperdebatkan apakah hal tersebut merupakan pola asuh yang cerdas. Ada netizen yang bilang kalau dia jadi Rebecca, nggak akan membiarkan anaknya melihat adegan 'penuh darah'.

Namun, yang lainnya membela Rebecca. "Kami tidak mengenal Hunter, mungkin dia lebih maju secara emosional daripada anak-anak kami, mamanya tahu yang terbaik", demikian komentar seorang netizen. Selain itu, banyak juga ibu menceritakan kisah mereka sendiri tentang anak-anak mereka dalam pengalaman persalinan.

"Kelahiran adalah bagian kehidupan yang paling normal. Bagikan dengan anak-anak dan ajarkan mereka dari awal, kelahiran itu tidak perlu ditakuti. Kelahiran adalah kekuatan," tutup Nicole mengakhiri tulisannya di Facebook. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi